Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsir

KAJIAN PERANCANGAN KAWASAN PERUMAHAN PADA LOKASI RAWAN BANJIR DENGAN PENDEKATAN WATER SENSITIVE URBAN DESIGN (WSUD) DENGAN STUDI KASUS KAWASAN GEDEBAGE BANDUNG Anwar, Hendi
Jurnal Arsir Vol 1, No 2 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan laju pertumbuhan kota Bandung pada saat ini mengalami peningkatan yang sangat tinggi, dimana pertumbuhan sektor–sektor ekonomi yang dibarengi dengan tingkat pertumbuhan populasi manusia pada kota Bandung semakin besar. Hal tersebut mengakibatkan kebutuhan terhadap bangunan semakin meningkat, dengan adanya pembukaan lahan–lahan baru yang kemudian dibangun menjadi bangunan–bangunan pendukung segala aktifitas dalam kota Bandung salah satunya adalah memiliki fungsi perumahan. Namun maraknya pembukaan lahan baru mengakibatkan ruang–ruang hijau didalam kota yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air semakin berkurang yang otomatis memiliki dampak besar dalam potensi banjir akibat luapan air yang tidak terserap pada masing–masing area tersebut. Pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD) merupakan suatu pendekatan rancang kota dan ruang hijau yang digunakan dalam perencanaan kawasan dengan sensitifitas yang tinggi terhadap air. Pendekatan WSUD ini diharapkan dapat menangani terhadap masalah kawasan yang memiliki potensi banjir
Studi Komparasi Desain Meubel Ruang Tunggu Terhadap Kenyamanan Pengunjung Bioskop XXI Bandung Indah Plaza Dengan CGV Bandung Electronik Center Andrianawati, Aida; Anwar, Hendi; Fidinillah, Amany; Goestien, Chintya Sagita
Arsir Vol 2, No 2 (2018): ARSIR
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v2i2.1293

Abstract

Industri hiburan pada era modern merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam menyeimbangkan hidup. Terutama untuk masyarakat urban dengan tingkat perekonomian menengah keatas yang pola hidupnya sangat sibuk. Industri hiburan adalah salah satu fasilitas yang banyak dipergunakan untuk melepaskan kepenatan. Salah satu industri hiburan yang sering dikunjungi masyarakat urban bioskop. Bioskop  merupakan pertunjukkan yang diperlihatkan dengan gambar (film) yang disorot sehingga dapat bergerak. Bioskop juga dapat diartikan sebagai tempat untuk menonton pertunjukkan film dengan menggunakan layar lebar, dimana gambar dari film diproyeksikan ke layar dengan menggunakan proyektor. (Badan Pusat Statistik, 2016). Bioskop banyak sekali jenisnya akan tetapi bioskop di Kota Bandung ada dua jenis yaitu XXI dan CGV. Bioskop XXI dan CGV ini mempunyai karakter yang berbeda baik dari segi interior, fasilitas pengunjung maupun jenis filmnya. Dalam penelitian ini akan membahas masalah interior, terutama desain meubel dari kedua jenis bioskop tersebut. Hal ini sangat menarik untuk dijadikan studi komparasi mengingat desain meubel di ruang tunggu merupakan fasilitas yang sangat penting karena berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung. Metodologi penelitian yang akan dipakai adalah deskriptif kualitatif. Studi komparasi ini akan mengambil desain meubel ruang tunggu, menganalisa dari perbedaannya dan menyimpulkan hasil akhir yang berkaitan dengan penggayaan desain serta pengaruhnya terhadap  kenyamanan pengunjung bioskop.
Studi Komparasi Desain Meubel Ruang Tunggu Terhadap Kenyamanan Pengunjung Bioskop XXI Bandung Indah Plaza Dengan CGV Bandung Electronik Center Andrianawati, Aida; Anwar, Hendi; Fidinillah, Amany; Goestien, Chintya Sagita
Arsir Vol 2, No 2 (2018): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v2i2.1300

Abstract

Industri hiburan pada era modern merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam menyeimbangkan hidup. Terutama untuk masyarakat urban dengan tingkat perekonomian menengah keatas yang pola hidupnya sangat sibuk. Industri hiburan adalah salah satu fasilitas yang banyak dipergunakan untuk melepaskan kepenatan. Salah satu industri hiburan yang sering dikunjungi masyarakat urban bioskop. Bioskop  merupakan pertunjukkan yang diperlihatkan dengan gambar (film) yang disorot sehingga dapat bergerak. Bioskop juga dapat diartikan sebagai tempat untuk menonton pertunjukkan film dengan menggunakan layar lebar, dimana gambar dari film diproyeksikan ke layar dengan menggunakan proyektor. (Badan Pusat Statistik, 2016). Bioskop banyak sekali jenisnya akan tetapi bioskop di Kota Bandung ada dua jenis yaitu XXI dan CGV. Bioskop XXI dan CGV ini mempunyai karakter yang berbeda baik dari segi interior, fasilitas pengunjung maupun jenis filmnya. Dalam penelitian ini akan membahas masalah interior, terutama desain meubel dari kedua jenis bioskop tersebut. Hal ini sangat menarik untuk dijadikan studi komparasi mengingat desain meubel di ruang tunggu merupakan fasilitas yang sangat penting karena berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung. Metodologi penelitian yang akan dipakai adalah deskriptif kualitatif. Studi komparasi ini akan mengambil desain meubel ruang tunggu, menganalisa dari perbedaannya dan menyimpulkan hasil akhir yang berkaitan dengan penggayaan desain serta pengaruhnya terhadap  kenyamanan pengunjung bioskop.
KAJIAN PERANCANGAN KAWASAN PERUMAHAN PADA LOKASI RAWAN BANJIR DENGAN PENDEKATAN WATER SENSITIVE URBAN DESIGN (WSUD) DENGAN STUDI KASUS KAWASAN GEDEBAGE BANDUNG Anwar, Hendi
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.864

Abstract

Perkembangan laju pertumbuhan kota Bandung pada saat ini mengalami peningkatan yang sangat tinggi, dimana pertumbuhan sektor–sektor ekonomi yang dibarengi dengan tingkat pertumbuhan populasi manusia pada kota Bandung semakin besar. Hal tersebut mengakibatkan kebutuhan terhadap bangunan semakin meningkat, dengan adanya pembukaan lahan–lahan baru yang kemudian dibangun menjadi bangunan–bangunan pendukung segala aktifitas dalam kota Bandung salah satunya adalah memiliki fungsi perumahan. Namun maraknya pembukaan lahan baru mengakibatkan ruang–ruang hijau didalam kota yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air semakin berkurang yang otomatis memiliki dampak besar dalam potensi banjir akibat luapan air yang tidak terserap pada masing–masing area tersebut. Pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD) merupakan suatu pendekatan rancang kota dan ruang hijau yang digunakan dalam perencanaan kawasan dengan sensitifitas yang tinggi terhadap air. Pendekatan WSUD ini diharapkan dapat menangani terhadap masalah kawasan yang memiliki potensi banjir