Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPADATAN CACING TANAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KAMPUNG SALOR INDAH DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE Wida, Wa Ode Asryanti; Rupang, Maya Sari; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rizal, Abdul; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6685

Abstract

ABSTRAK Cacing tanah merupakan salah satu organisme tanah yang mempunyai peran penting dalam memperbaiki aerasi tanah, mengurai bahan organik dan meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan cacing tanah pada tanaman hortikultura. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian diawali dengan melakukan survei untuk menginventarisir jenis tanaman hortikultura yang ada di Kampung Salor Indah. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah pada lahan tempat budidaya tanaman kangkung, jagung, sawi, tanaman terong dan pada lahan yang tanpa tanaman. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan luasan P x L x T yaitu 25 cm x 25 cm x 20 cm. Selanjutnya dilakukan pengamatan keberadaan cacing tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada budidaya tanaman hortikultura di Kampung Salor Indah Distrik Kurik Kabupaten Merauke kepadatan cacing yang paling banyak ditemukan pada lahan jagung dengan total 34 cacing, setelah itu pada lahan kangkung 21 cacing, pada lahan sawi sebanyak 18 cacing, pada lahan terong 12 cacing dan pada tanah tanpa tanaman 10 cacing.  ABSTRACT Earthworms are one of the soil organisms that have an important role in improving soil aeration, breaking down organic matter and increasing soil fertility. This research aims to determine the density of earthworms on horticultural plants. The method used is descriptive quantitative. The research began by conducting a survey to inventory the types of horticultural plants in Salor Indah Village. Next, soil samples were taken on land where kale, corn, mustard greens, eggplant plants were cultivated and on land without plants. Soil samples were taken with an area of L x W x H, namely 25 cm x 25 cm x 20 cm. Next, observations were made for the presence of earthworms. The results of the research showed that in the cultivation of horticultural crops in Salor Indah Village, Kurik District, Merauke Regency, the highest density of worms was found in corn fields with a total of 34 worms, followed by 21 worms in water spinach fields, 18 worms in mustard fields, and 12 worms in eggplant fields. and on land without plants 10 worms. 
Penerapan Teknologi Drone sebagai Media Pembelajaran Produksi Pertanian pada Siswa SMA Negeri 1 Kurik, Papua Selatan Yusuf, Mega Ayu; Suryaningsih, Ni Luh Sri; Witdarko, Yus; Mekiuw, Yosehi; Wahida, Wahida; Parjono, Parjono; Jamaludin, Jamaludin; Pamungkas, Wiyan Afriyanto; Wida, Wa Ode Asryanti; Suryadi, Suryadi; Sutisna, Setya Permana
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v6i1.82873

Abstract

Distrik Kurik, Papua Selatan, merupakan wilayah dengan basis pertanian yang kuat, namun pemanfaatan teknologi pertanian modern dalam pembelajaran sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi drone sebagai media pembelajaran produksi pertanian bagi siswa SMA Negeri 1 Kurik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman melalui tahapan persiapan, penyampaian materi dan demonstrasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Drone dimanfaatkan sebagai media visual untuk membantu siswa memahami konsep produksi pertanian secara kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan dan antusiasme siswa yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Umpan balik siswa menunjukkan respon positif terhadap pemahaman materi, kejelasan penyampaian, manfaat kegiatan, serta minat belajar teknologi. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pertanian berbasis teknologi. Penerapan teknologi drone berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran kontekstual di sekolah menengah.