Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Studi Deskriptif Pesan Ibrah Kisah Anak Ambisius Mengejar Mimpi : Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film Nussa The Movie Rizki Wahyuni Lubis; Nia Kurniati Syamday; Nandang HMZ
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.7013

Abstract

Abstract. This research is motivated by wanting to know the message of compassion from the animated film Nussa the Movie with the first da'wah content in Indonesia. The purpose of this research is to find out the message of compassion contained in the film which consists of 3 elements namely the values ​​of aqidah, sharia and morals as well enter into Da'wah bil-hal in the parts contained in the film. First, the message of da'wah aqidah discusses faith in Allah, Allah's angels, Prophets and Messengers, Allah's book, the Last Day, and faith in Allah's qada and qadar. Second, the message of sharia da'wah discusses matters related to worship. Third, the message of preaching morality discusses 2 things, namely easy (commendable) morals and mazmumah (despicable) morals. The method that the writer uses is Roland Barthes' semiotic analysis method because this method is classified as quite suitable for analyzing the da'wa elements contained in the Nussa animated film, namely denotation and connotation (signs and signs). What is also seen through the five codes of semiotic analysis namely, hermeneutic, proarietic, semantic, symbolic and cultural. Abstrak. Penelitian ini di latar belakangi karena ingin mengetahui pesan ibrah dari film animasi Nussa the Movie dengan konten dakwah pertama di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan ibrah yang terdapat dalam film tersebut yang terdiri dari 3 unsur yakni nilai aqidah, syariah dan akhlak juga masuk kedalam Dakwah bil-hal pada bagian yang terdapat dalam film. Pertama, pesan dakwah aqidah membahas tentang iman kepada Allah, malaikat Allah, Nabi dan Rasul, kitab Allah, hari akhir, dan iman kepada qada dan qadar Allah Swt. Kedua, pesan dakwah syariah membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan ibadah. Ketiga, pesan dakwah akhlak membahas tentang 2 hal yakni akhlak mahmudah (terpuji) dan akhlak mazmumah (tercela). Metode yang penulis gunakan adalah metode analisis semiotika Roland Barthes karena metode ini digolongkan cukup sesuai untuk menganalisis unsur dakwah yang terdapat dalam film animasi Nussa yaitu denotasi dan konotasi (penanda dan pertanda). Yang dilihat juga melalui lima kode analisis semiotika yakni, hermeneutik, proarietik, semantik, simbolik dan kultural.
Strategi Dakwah DKM Jami Al-Huda kepada Masyarakat Urban dan Dampaknya terhadap Pemahaman Agama Randi Wahyu Rahmadhan; Nandang HMZ
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.vi.2284

Abstract

Abstract. The Purpose of this study was to find out the DKM Preaching strategy of the jami Alhuda mosque towards urban communities whi are rather difficult to understand the contents of the Friday sermon message using Sundanese language which influences their religious understanding, thus making urban people view that a mosque is in the midst of a rural community environment. Hegarwangi is merely a place of worship. This research uses a descriptive study method with a qualitative approach. Methods of data collection is done by means of observation, interviews, documentation. The stages of data analysis in the study, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The result of this study show that the Jami Alhuda mosque in its sermons is not effective for urban people, and urban people’s religious understanding does not develop through the Friday sermon delivered by the jami Alhuda mosque preacher in hegarwangi Village. Abstrak. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui strategi dakwah DKM masjid jami alhuda terhadap masyarakat urban yang agak sulitvdalam memahami isi pesan khutbah jumat dengan menggunakan Bahasa sunda yang berpegaruh terhadap pemahaman keagamaanya, sehingga menjadikan masyarakat urban berpandangan bahwa sebuah masjid yang berada di tengah-tengah ibadah saja. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, tahap analisis data dalam penelitian ini, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terlihat bahwa strategi dkm masjid jami alhuda dalah khutbah nya tidak efektif bagi masyaraka urban dan pemahaman keagamaan masyarakat urban tidak berkembang melalui khutbah jumat yang disampaikan khatib masjid jami alhuda didesa hegarwangi.
PERAN MEDIA DALAM PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL HMZ, Nandang
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 1, No.1, Maret 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v1i1.2521

Abstract

Perubahan sosial menuntut penyesuaian dalam berbagai hal, termasuk dalam memahami konflik. Konflik sebagai fenomena titik singgung antara berbagai kepentingan. Pemberitaan di media massa pada dasarnya adalah cerminan realitas. Dalam konteks Indonesia, masih dapat ditemukan banyak pemberitaan tentang konflik baik konflik horizontal maupun konflik politis. Memasuki fase reformasi menandai bahwa sistem politik maupun sistem pers di Indonesia ada pada era yang lebih terbuka. Tapi di lain pihak era keterbukaan seperti ini tidak menjadikan sistem politik dan sistem pers yang lebih demokratis pula. Media massa yang mengangkat pemberitaan tentang konflik dan kekerasan yang pada masa Orde Baru tidak banyak nampak di permukaan justru menjadi hal yang sangat lumrah terjadi pada era reformasi saat ini. Media massa dapat berperan dalam menjembatani suara-suara masyarakat yang selama ini diabaikan oleh para elit politik. Jika komunikasi tersebut dapat diciptakan dengan kontribusi dari media massa, maka harapan terbentuknya tatanan politik yang demokratis lebih dapat diharapkan.