Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS SEMIOTIKA TENTANG MAKNA PERAN ISTRI DALAM FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 3 Kristanty, Shinta; G. Pratikto, Riyodina; Romadhon, Muhammad Syahru
Kartala Vol 2 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.158 KB) | DOI: 10.36080/kvs.v2i2.70

Abstract

This study intends to explain and describe how the meaning of the role of the wife is contained in the filmSurga yang Tak Dirindukan 3. This study aims to determine the meaning of the wife's role in the film Surga yang Tak Dirindukan 3. This study uses the concept of film and Charles Sanders Peirce's theory of semiotics. The research method used is Charles Sanders Peirce's Semiotics, with a qualitative research approach. The paradigm of this research refers to the Constructivism paradigm. The result of this research is that there is a meaning that the wife is not only a life partner but can be a friend when sad, when the husband falls, the wife can be a giver of encouragement and support, as well as controlling the situation when the husband carries out activities. The conclusion of this research is that the researcher found 3 scenes that represent the meaning of the wife's role in the film Surga yang Tak Dirindukan 3, including: the wife as a life partner, as a life companion who is wise in giving advice to her husband, as a support for the husband. the meaning of the role of the wife can be emulated by the wife in general. Keywords: Film, Semiotics, Role, Wife
Komunikasi Pemasaran Pariwisata Taman Alam Mangrove Jakarta Pinontoan, Nexen Alexandre; Wihardi, Doddy; Lestari, Rini; Kristanty, Shinta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9352

Abstract

Penelitian ini menggali lebih dalam Komunikasi Pemasaran Pariwisata Taman Alam Mangrove di Jakarta, dengan fokus utama pada Taman Alam Mangrove Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian deskriptif, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi peran serta strategi komunikasi pemasaran dalam memperkenalkan dan mempromosikan Taman Alam Mangrove Jakarta sebagai destinasi wisata yang menarik. Partisipasi utama dalam penelitian ini melibatkan Kepala Divisi Pemasaran di Taman Alam Mangrove Jakarta sebagai informasi kunci, sementara tiga informan juga turut ambil bagian, termasuk staf dari divisi Hubungan Masyarakat dan Media, dan dua orang wisatawan. Pendekatan wawancara terstruktur dan observasi langsung digunakan untuk mengumpulkan data dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang interaksi dan dinamika dalam konteks komunikasi pemasaran pariwisata. Analisis data dilakukan secara deskriptif, memfokuskan pada penjabaran rinci tentang strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Taman Alam Mangrove. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang praktik komunikasi pemasaran yang berhasil dan potensi pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, penelitian ini bukan hanya menjadi kontribusi akademis, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi destinasi ekowisata dalam mengoptimalkan upaya pemasaran mereka.
STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA DALAM MEMPROMOSIKAN TAMAN WISATA ALAM MANGROVE ANGKE KAPUK SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA Pinontoan, Nexen Alexandre; Wihardi, Doddy; Lestari, Rini; Kristanty, Shinta
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v8i1.4907

Abstract

Strategi Pemerintah dalam memasarakan destinasi Ekowisata menjadi bagian penting dalam pengembangan sebuah wisata, Khususnya bersama dengan Pengelola Taman Wisata Alam Angke Kapuk mempromosikan destinasi wisata alam agar dikenal lebih banyak oleh khalayak menggunakan komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata Dalam Mempromosikan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Sebagai Destinasi Ekowisata. Peneliti menggunakan teori marketing mix 4P (Product, Price, Place & Promotion), teori ini dapat memudahkan dalam praktisi pada media sosial, Instagram. Paradigma penelitian ini adalah post-positivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Pengelola TWAAK telah menunjukkan hasil strategi dalam mempromosikan Taman Wisata Alam Angke Kapuk, melalui komunikasi pemasaran pariwisata. Strategi ini meliputi tentang promosi,penyajian sejarah, konten visual menarik, dan berisikan informasi yang selalu terbaru di media sosial. Penelitian ini mengidentifikasikan beberapa tantangan, minimnya informasi kepada khalayak tentang ekowisata, mungkin kedepannya Pengelola TWAAK lebih memajukan banyak promosi dibarengi oleh kegiatan wisata. Untuk mencapai kesuksesan promosi pemasaran Taman Wisata Alam Angke Kapuk dalam memberikan informasi kepada wisatawan agar lebih mengenal destinasi wisata religi melalui media sosial ataupun secara langsung pada saat berkunjung.
Analisis Peran Hubungan Masyarakat Dalam Membangun Branding Sekolah (Studi Deskriptif Kualitatif Di SMA Budi Mulia, Ciledug) Fitria, Anisa; Kristanty, Shinta
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2199

Abstract

Peran hubungan masyarakat (Humas) menjadi aspek penting dalam membangun brand sekolah, khususnya di tengah persaingan lembaga pendidikan swasta dan perkembangan media digital. SMA Budi Mulia memerlukan peran humas untuk membangun brand sebagai SMA yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Humas dalam membangun brand sekolah di SMA Budi Mulia Ciledug. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Humas, Peran Humas dan Branding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Sekolah, Staf Humas, Guru, dan Siswa. Selanjutnya data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas SMA Budi Mulia Ciledug menjalankan peran strategis dalam membangun brand sekolah sebagai penasihat ahli, fasilitator komunikasi, pemecah masalah, dan teknisi komunikasi. Peran tersebut diwujudkan melalui pengelolaan media sosial sekolah, publikasi prestasi akademik dan non-akademik, penyelenggaraan kegiatan promosi dan event pendidikan, serta koordinasi komunikasi internal dengan pimpinan dan tenaga pendidik. Peran humas yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan berkontribusi dalam memperkuat identitas sekolah dan membangun brand yang positif di mata masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran humas yang efektif menjadi faktor penting dalam keberhasilan membangun brand SMA Budi Mulia.
Pengelolaan Media Sosial Instagram Sebagai Media Publikasi Direktorat Sekolah Menengah Atas Fatmawati Atandy Shella Puspita Sari; Shinta Kristanty
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i1.6208

Abstract

This study discusses the management of Instagram @direktorat.sma as a media publication of the Direktorat of SMA Fatmawati under the auspices of Kemendikdasmen. Although Instagram @direktorat.sma is used for publication, its management still faces limitations in following the latest trends. This study aims to analyze the management of social media based on the concept of 4C Chris Heuer (Context, Communication, Collaboration, Connection) with a descriptive qualitative approach. The research data included primary data through participatory observation, structured interviews, and documentation, as well as secondary data from scientific articles, Instagram uploads, and related publication materials. The results show that @direktorat.sma has implemented social media management with context management through routine content planning or content plans and visual guidelines, as well as using KBBI rules. Communication management is achieved through two-way communication, such as quizzes, live streams, competitions, and responding to comments and direct messages. Collaboration is carried out with High School Ambassadors to present creative and educational content, while other Directorate units focus on delivering priority programs. Connection management is realized by showcasing student achievements and High School Ambassador activities, thereby building closeness and engagement with the audience.
Dinamika Komunikasi Antarpribadi dalam Keluarga Urban: Strategi Pencegahan Kenakalan Remaja di Era Digital Putri Nur Azizah; Shinta Kristanty
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6877

Abstract

Teenagers in the digital era within urban families tend to use technology more intensively to obtain information. When parents are less active in communicating with their adolescents, this condition can contribute to juvenile delinquency. This study aims to analyze interpersonal communication between parents and adolescents in urban families in South Tangerang City as an effort to prevent juvenile delinquency in the digital era. Interpersonal communication is an approach that can be used to ensure harmonious communication between parents and adolescents. This study applies concepts of interpersonal communication, urban families, and juvenile delinquency in the digital era. The research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including interviews, observations, and literature studies. The study was conducted with six informants consisting of three mothers and three adolescents living in the Sawah Baru and Pondok Ranji sub-districts. The findings indicate that interpersonal communication between parents and adolescents is carried out through openness, empathy, support, positive attitudes, and equality. In this context, parents (mothers) strive to create a comfortable communication environment with their adolescents and also attempt to position themselves as friends. In interpersonal communication, parents carefully choose words and adjust to situations and conditions so that they can accompany their adolescents when using social media. As a result, information obtained from social media can be filtered by adolescents, thereby preventing juvenile delinquency in the digital era.
Komunikasi Kelompok Kaizer Team Dalam Game Online Pubg Mobile Anggun Putri Dewanggi I.B; Muhammad Al Fitroh; Shinta Kristanty; Ahmad Pramegia
Pantarei Vol 1 No 2 (2026): Negosiasi Makna, Teknologi, dan Budaya Visual di Era Kecerdasan Buatan dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ptr.v1i2.303

Abstract

The reserach aims to understand to communication patterns formed within the Kaizer Tim group while playing the online game PUBG Mobile.Communication is a crutial element for archieving shared hoals, such as strategy, coordination, and teamwork. This study employs a qualitative approach with a descriptive method and uses a post-positivism paradigm. The study applies group conversation theory. Data were collected through non-participant observation, structured interviews, documentation, and litelature study. The study employs triangulation of data collection techniques. The results indicate that communication patterns whitin the team are influenced by certain factor, such as flekxible roles, emotional factors, and the use of communication technologies like the voice chat feature in the game. Communication within the Kaizer Team is informal with spesific circumstances, utilizing specitif codes to convey information, structured communication, and situational outcomes. The team’s structure and role are flexible. The study also highlights that adaptability to specific situations and the use of informal language are distinctive characteristics of the team’s communication. Inconclusion, clear communication patterns can contribute to the whole team members communication. In conclusion, clear communication patterns can contribute to the team’s success in the game. This study provides insights into the importance of communication within groups in online games