Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PKM Revitasilasi Mesin Pendingin Chest Freezer di Banjar Jeroan Desa Patemon Singaraja I Wayan Temaja; I Gede Artha Negara; I Wayan Adi Subagia; I Dewa Gede Agus Tri Putra; Ida Bagus Widiantara
Bhakti Persada Vol. 9 No. 2 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i2.100-107

Abstract

Desa Patemon mempunyai luas wilayah 282 Ha, terletak antara Kelurahan Seririt. Banjar Jeroan adalah salah satu banjar di Desa Patemon. Banjar ini terletak di ujung desa dan berbatasan langsung dengan desa Bengkel. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat Banjar Jeroan dapat mencakup: kegiatan persiapan bahan upacara, dan persiapan perlengkapan upacara. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pelaksanaan layanan upacara keagamaan dan kegiatan masyarakat di Banjar Jeroan Desa Patemon dengan memperhatikan aspek kebersihan, keselamatan, dan kesehatan. Selain itu, untuk menerapkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan aspek efisiensi energi dengan menerapkan konsep green technology. Metode yang diterapkan di PKM ini adalah studi observasi, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pendingin serta serah terima perangkat mesin pendingin chest freezer. Hasil dari PKM ini adalah pengujian kinerja mesin chest freezer teramati temperatur kabin menurun hing-ga 12°C pada sekitar 5 menit pengujian. Temperatur teramati relatif konstan pada waktu pengujian sekitar 65 menit sampai 125 menit yaitu −20°C. Temperatur kabin terendah teramati mencapai −20°C. Hasil evaluasi kepuasan terkait pengabdian masyarakat berdasarkan pengamatan survey, 80% masyarakat memberikan persepsi sangat baik terhadap aspek ketersediaan teknologi serta fasilitas pelatihan yang diimplementasikan di kegiatan pengabdian. Secara keseluruhan, penyerahan mesin pendingin chest freez-er digunakan untuk penyimpanan olahan daging mentah yang mudah busuk sehingga olahan daging mampu bertahan dalam waktu yang lama. Kegiatan PKM ini menunjang dan meningkatkan layanan kegiatan kemasyarakatan dan upacara keagamaan di Banjar Jeroan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Implementasi Mesin Fogging dan Trolley Pneumatic di Desa Adat Banjar Jeroan Patemon Singaraja I Gede Artha Negara; I Nyoman Gede Baliarta; I Wayan Temaja; Ida Ayu Anom Arsani; I Wayan Sutina; Komang Widhi Widantha
Bhakti Persada Vol. 12 No. 1 (2026): Mei (2026): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v12i1.1-9

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas produktif masyarakat Desa Adat Banjar Jeroan Patemon melalui implementasi dua inovasi teknologi tepat guna (TTG). Fokus luaran adalah pada peningkatan kesehatan lingkungan melalui Mesin Mini Fogging dan peningkatan efisiensi kerja melalui Trolley Tool Chart Pneumatic 300 Kg. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community-Based Training dan Participatory Action Research, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelatihan, dan pengelolaan alat.  Luaran PkM ini berhasil diukur pada dua aspek kunci pemberdayaan; Kapasitas Pengelolaan Kesehatan: Pelatihan teknis menghasilkan peningkatan skor pemahaman operator Mini Fogging dari 35% menjadi 88,3%. Hal ini menghasilkan kemandirian aksi preventif, memungkinkan desa untuk merespons ancaman penyakit berbasis vektor secara cepat <24 jam dan terencana, serta secara simultan meningkatkan kesadaran PSN 3M Plus Berikutnya adalah Efisiensi Kerja dan Logistik: Implementasi Trolley Tool Chart menghasilkan peningkatan produktivitas pemindahan material rata-rata sebesar 40% dibandingkan metode manual dalam kegiatan gotong royong (ngayah). Selain itu, alat ini mengurangi beban fisik pekerja dan mendukung inklusi partisipasi masyarakat. Keberlanjutan PkM dijamin dengan pembentukan Tim Pengelola Alat Desa (TPAD) dan penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) komunal. Kesimpulannya, program ini sukses mentransfer teknologi dan membentuk kelembagaan mandiri, menciptakan model pemberdayaan holistik yang terintegrasi bagi komunitas desa adat.