Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L) (STUDI KASUS KELOMPOK TANI TARUNA JAYA GIRI MAJU DESA SINDANGLAYA KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR) Hanisa Sismaya Lestari; Annisa Miranti; Asep Saepul Alam
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian menjadi tulang punggung negara dalam menyediakan pangan dan bahan baku industri. Komoditi yang cukup tinggi di pasaran yang utama adalah komoditi sayuran. Salah satu komoditi sayur yang sering dicari oleh mayoritas masyarakat Indonesia diberbagai lapisan adalah cabai merah. Peningkatan hasil pertanian akan berdampak pada petani. Cabai memiliki nilai ekonomi yang signifikan dalam sektor pertanian dan perdagangan di Indonesia, yang tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data terbaru pada tahun 2023, permintaan cabai di pasar domestik meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total konsumsi dalam negeri sebanyak 2 juta ton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi, pendapatan kotor dan pendapatan bersih dan tingkat kelayakan pendapatan usahatani cabai merah (Capsicum annuum L) di Kelompok Tani Taruna Jaya Giri Maju, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Analisis yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan data primer dan sekunder. Untuk mencari pendapatan kotor, bersih dan biaya produksi menggunakan rumus perhitungan. Sementara, untuk kelayakan menggunakan R/C ratio, untuk mencari efisiensi didapat dari presentase dari faktor-faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan usahatani cabai merah di Kelompok tani Taruna Jaya Giri Maju didapatkan hasil bahwa biaya produksi sejumlah Rp. 11.244.719,54,-, dengan total pendapatan kotor (penerimaan) sebesar Rp. 63.333.333,33,- sehingga didapatkan pendapatan bersih cabai merah sebesar Rp. 59.088.613,80,- dan diperoleh efisiensi atau kelayakan usahatani (R/C) sebesar 5,6, sehingga dikatakan layak untuk diusahakan dan efisiensi faktor produksi ada pada faktor biaya tenaga kerja sebesar 2%.
Pemberdayaan Petani Dalam Memanfaatkan Limbah Organik Menjadi Pupuk Kompos Lira Sari Iskandar; Dimas Anugrah Saputra; Raisha Hanifah Azahra; Eka Santika Julianti; Aji Mulyana; Novita MZ; Anita Kamilah; Asep Saepul Alam; Angga Adriana Imansyah
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1742

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu persoalan lingkungan serius di Indonesia yang belum tertangani secara optimal. Permasalahan ini diperburuk oleh kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memilih dan mengelola sampah, khususnya sampah organik yang sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Di Desa Wangunjaya, Kabupaten Cianjur, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, namun penggunaan pupuk organik masih sangat minim dan petani masih ketergantungan terhadap pupuk kimia secara berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola sampah rumah tangga atau sampah organik menjadi pupuk kompos melalu program pemberdayaan berbasis sosialisasi dan demonstrasi pembuatan alat komposter sederhana. Kegiatan ini berlangsung selama 3 minggu dan melibatkan 30 petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Proses pembuatan komposter dilakukan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti ember bekas, ban dalam bekas, dan goni kasar, serta bahan-bahan organik. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik dan manfaat penggunaan pupuk kompos. Selain dapat mengurangi volume sampah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, meningkatkan nilai jual petani, kualitas tanah, dan mengurangi biaya pertanian. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Desa Wangunjaya