Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBINAAN KARAKTER ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM (ABH) MELALUI PERAN SERTA ORANG TUA DI LEMBAGA PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (LPKS) DHARMAPALA SUMATERA SELATAN Endang Switri; Abdul Gofur; Apriyanti; Fitriana
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan memberikan pembinaan karakter kepada anak-anak yang mempunyai masalah dengan hukum melalui peran orang tua dalam membina anak-anak baik anak yang mempunyai masalah dengan hukum maupun dengan anak yang tidak mempunyai masalah dengan hukum. Penyelenggaan pengabdian ini dilaksanakan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Sumatera Selatan yang lokasinya terletak di Wilayah Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Temuan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini anak-anak antusias dalam mengikutinya dan begitupun orang tua yang mendampinginya antusias sekali dalam mengikuti pembinaan, para peserta yang ikut pembinaan ini beraneka ragam namun meskipun berbeda-beda asal daerah tetap tidak ada kesenjangan diantara mereka, para peserta setelah mengikuti pembinaan dan pelatihan ini mereka sangat termotivasi untuk berubah manjadi baik dan bahkan menjadi lebih baik.
Pelatihan Ilmu Tajwid dalam Mempelajari Al-Qur’an di FKIP Unsri Indralaya Abdul Gafur; Nurhasan, Nurhasan; Endang Switri; Apriyanti, Apriyanti
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): ISSUE DESEMBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian tentang baca al-qur’an dengan hukum bacaan mim & nun bertasydid dan Ha Dhamir. Hal ini dilakukan karena masih adanya mahasiswa mahasiswi yang belum memahami tentang hukum bacaan tajwid hal ini ketika MK Agama Islam materi BTA di lakukan seperti ketika ada mim atau nun bertasydid dan Ha Dhamir. Kegiatan merupakan program dari rektorat Unsri dalam hal memberantas buta aksara baca al-qur’an, hal ini sangat penting dilakukan. Karena belajar dan mengajarkan al-Qur’an merupakan kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi pengetahuan kepada masyarakat khusunya bagi mahasiswa mahasiswa program studi pendidikan bahasa indonesia FKIP Unsri bagaimana cara membaca al-Qur’an dengan baik dan benar menurut ilmu Tajwid, seperti bacaan nun & Mim bertasydid dan ha Dhamir. Metode yang di gunakan dengan ceramah, praktek dan simulasi mencari contoh yang ada dalam al-Qur’an. Hasil dari kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka khususnya kepada mereka yang belum sama sekali pernah belajar membaca al-Qur’an menurut hukum bacaan ilmu tajwid serta bagi mereka yang pernah belajar untuk mengingatkan kembali pelajaran mereka. Hal ini bisa dilihat dari nilai rata rata sebelum kegiatan yakni 50 dan rata rata nilai sesudah kegiatan 70.
Strengthening IRE Teacher Competencies for Character Education and SDGs Realization Endang Switri; M. Sirozi; Annisa Astrid; Rozi Irfan Rosyadi; Meguellati Achour; Hamidah; Muhammad Torik
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 26 No. 03 (2025): Profetika Jurnal Studi Islam 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v26i03.14854

Abstract

Objective: This study aims to examine the role of Islamic Religious Education (IRE) teachers' competencies in integrating character education to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education) and SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), in Ogan Ilir Regency. Theoretical framework: The study draws on Lickona’s character education theory (cognitive, affective, conative dimensions) and Muslich’s teacher competency framework (pedagogic, professional, personality, social aspects) for integrating character education into IRE learning. Literature review: Previous research underscores the importance of character education, its integration challenges, and the essential role of IRE teachers as moral role models, though competencies in character education vary. Methods: A mixed-methods approach was used, involving quantitative (competency tests) and qualitative (interviews, observations, document analysis) data from 70 IRE teachers in Ogan Ilir Regency. Data were analyzed with SPSS and thematic coding. Results: The study found that IRE teachers' competencies in planning and implementing character education were generally adequate, but significant gaps existed in the evaluation of character education. Most teachers demonstrated sufficient competencies in integrating character values during planning and implementation phases, but the evaluation of character education was weak, with limited use of standardized assessment tools. Implications: The study highlights that IRE teachers face challenges such as limited time, resources, and training. Novelty: This research is among the first to analyze IRE teachers' competencies in integrating character education in Ogan Ilir Regency, offering new insights into how teacher competencies support sustainable development goals in education.