Djamaludin, Djunizar
Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi M Kelvin Alvaredo; Rika Yulendasari; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.3517

Abstract

Background: The highest hypertension event data is at Panjang Public Health Center  as many as 12,142 people, Whereas non-pharmacological therapy Effleurage Massage Technique is to help blood circulation and lymph fluid ( lymph fluid ), which helps blood flow in the veins (venous blood) to quickly return to the heart.Purpose: To knowledge effect of effleurage massage techniques to decrease blood pressure in patients with hypertensionMethod: Quantitative research, draft experimental pra research with one group Pretes Post test design approach, population and samples are respondents with 15 respondents high blood pressure who have a history of Hypertension. Sampling techniques using purposive sampling.Results: Average systolic blood pressure 147.33 mmHg  ±  7.988, while at the diastolic blood pressure of 111.33 mmHg  ±  8.338. The average systolic blood pressure of 122.67 mmHg  ±  19.328, while at a diastolic blood pressure of 91.33 mmHg  ±  9.904.The results of data analysis sufficient using Test T-Test obtained the value of P-value 0.000.Conclusion: There is a influence of massage effleurage technique to decrease blood pressure in patients with hypertension. Advice for respondents to patients with hypertension should be able to use the massage effleurage independently and regularly because besides easy to do, this therapy has been proven effective in lowering blood pressureKeywords: Massage effleurage; Blood pressure; HypertensionPendahuluan: Data kejadian hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Panjang sebanyak 12.142 orang, Bahwaterapi non farmakologi Teknik Massage effleurage yaitu untuk membantu melancarkan peredaran darah dan cairan getah bening (cairan limpha), yaitu membantu mengalirkan darah di pembuluh balik (darah veneus) agar cepat kembali ke jantung.Tujuan: Diketahui pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode: Penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one group pretes post test design, populasi dan sampel adalah responden dengan tekanan darah tinggi sebanyak 15 responden yang memiliki riwayat Hipertensi. Hasil : Rata-rata tekanan darah sistolik 147,33 mmHg ± 7,988, sedangkan pada tekanan darah diastolik 111,33 mmHg ±  8,338. Rata-rata tekanandarah sistolik 122,67 mmHg ± 19,328, sedangkan pada tekanan darah diastolik 91,33 mmHg ± 9,904.Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 maka dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Simpulan: Ada pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran bagi responden penderita hipertensi sebaiknya dapat menggunakan pijat effleurage secara mandiri dan teratur karena selain mudah dilakukan, terapi ini sudah terbukti efektif menurunkan tekanan darah.
Pengaruh pemberian teknik relaksasi Benson terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Rika Yulendasari; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4393

Abstract

Effect of Benson relaxation technique on blood pressure in patients with hypertensionBackground: Hypertension management is classified into non-pharmacological and pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy is believed to be safer and has a positive effect. The technique is Benson relaxation, this technique focuses more attention. So it can create a calm environment and can control blood pressure.Purpose: To know effect of Benson's relaxation technique on blood pressure in patients with hypertension at Poncowati Health Center, Central Lampung. Method: Quantitative research with the research design "Quasy Experimental” with using Nonequivalent control group design/non randomized control group pretest posttest design. The research subjects were 32 respondents who were divided into two groups. Data analysis used parametric statistical paired T test and unpaired T test (Independent T Test).Results: There is an effect of Benson relaxation therapy on reducing blood pressure in patients with hypertension, where the average difference in systolic blood pressure between the intervention group and the control group is 8.063 (p-value 0.000) and diastolic blood pressure of 4.188 (p-value 0.003).Conclusion: There is an effect of Benson relaxation therapy on reducing blood pressure in hypertensive patients.Keywords: Benson relaxation; Blood pressure; Patient; HypertensionPendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi dikelompokkan menjadi terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi diyakini lebih aman dan memberikan efek positif. Salah satu tekniknya yaitu  relaksasi benson, teknik ini lebih memusatkan perhatian. Sehingga dapat menciptakan lingkungan yang tenang dan dapat mengontrol tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Poncowati Lampung Tengah.Metode: Eksperimen semu (quasi experiment design) dengan bentuk Nonequivalent control group design/non randomized control group pretest postest design. Subjek penelitian sebanyak 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok.  Analisa data menggunakan statistik parametrik uji T berpasangan (Paired T Test) dan uji T tidak berpasangan (Independent T Test).Hasil: Pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi dengan selisih rata-rata tekanan darah sistolik antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol adalah sebesar 8,063 (p-value 0,000) dan diastolik sebesar 4,188 (p-value 0,003).Simpulan: Adanya pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTARAHARJA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Dessy Hermawan; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.605 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.224

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan masalah kesehatan yang sangat serius.Kanker payudara paling banyak ditemui pada perempuan dan disetujui sebagai pasangan nomor 2 setelah kanker leher rahim, dan meningkatkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.Penyebab kanker telah diaktifkan secara lengkap.DI RSUD Dr. H. Abdul Moeloek 1.797 pasien kanker payudara pada tahun 2014 dan mendapat posisi tertinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah hubungan usia, menstruasi dini dan penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian kanker payudara di ruang Mawar RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungtahun 2016.Metode: Jenis penelitian kuantitatif analitik analitik dengan penelitian kontrol kasus. Populasi dalam penelitian pada kelompok kasus adalah pasien wanita yang menderita kanker payudara, sedangkan pada kelompok kontroladalah pasien yang tidak menderita kanker payudara yang dirawat di rumah sakit di ruang Mawar RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Sampel penelitian ini berjumlah 122 sampel, yang terdiri dari 61 kasus 61 kontrol (1: 1). Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan uji Chi Square.Hasil: Dalam penelitian menunjukkan sebagian besar responden pada kelompok usia beresiko sebanyak 53 (86.9%) dari seluruh responden.Sebagian responden pada kelompok kasus menstruasi dini tidak beresiko sebanyak 52 (85.2%) dari keseluruhan responden. Sebagian responden pada kelompok kasus menggunakan alat kontrasepsihormonal sebanyak 56 (91.8%) dari keseluruhan responden. Ada hubungan usia dengan kejadian kanker payudara (p-value0.002 dan OR 4.297). Tidak ada hubungan menstruasi dini dengan kejadian kanker payudara (p-value 0.480). Ada hubungan penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian kanker payudara (p-value 0.010 dan OR 4.327 ).Saran pada petugas kesehatan diharapkan melakukan edukasi yang tepat dalam peningkatan informasi kepada masyarakat, seperti : pemberian leaflet , poster dan video tentang penyebab kanker payudara dan pencegahannya.
PENDIDIKAN KESEHATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI POSYANDU ANGGREK 7 Gg. MAWAR KEMILING BANDAR LAMPUNG M. Ricko Gunawan; Setiawati Setiawati; Djunizar Djamaludin; Teguh Pribadi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2565

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah infeksi yang disebabkan mikroorganisme di struktur saluran nafas atas yang tidak berfungsi untuk pertukaran gas, termasuk ronga hidung, faring, dan laring, dengan gejala yaitu pilek, faringitis atau radang tenggorokan, laringitis, dan influenza. Menurut profil kesehatan Indonesia (2016), infeksi saluran pernafasan akut (pneumonia) menjadi 15%  penyebab kematian pada balita. Angka kejadian tertinggi berada di bangka belitung sebesar 6,05 % dan diprovinsi lampung angka kejadian sebesar 2,23%. Tujuan kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap infeksi saluran pernafasan akut/ ISPA dikalangan masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggaL 23 November 2019 di Posyandu Anggrek Kecamatan Kemiling, dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang yang memiliki anak usia bayi maupun balita. Sebelum dimulai penyuluhan, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pelaksana penyuluhan, dibuka dengan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi juga diskusi yang terarah berupa edukasi dan penyuluhan. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan ibu yang memiliki anak balita tentang cara mengatasi ISPA. Hasil penyuluhan ini didapatkan bahwa adanya perubahan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta penyuluhan bahkan peserta akan berupaya mengatasi gangguan saluran nafas dengan teknik inhalasi sederhana yang telah diajarkan dengan tujuan dapat mengurangi gangguan saluran nafas. 
Knowledge, Self-Efficacy, and Performance of Patient Education in Heart Failure Among Nurses in Indonesia Djunizar Djamaludin; Chen, Hsing-Mei
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.693 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v7i2.239

Abstract

Background: Nurses play a vital role in educating Heart Failure (HF) patients about the disease, and should be knowledgeable about what they teach. Likewise, a nurse should believe in his or her own capability to effectively give a health education based on his or her knowledge about HF management, and this known as self-efficacy. Objectives: The purpose of this study was to examine the relationships among HF knowledge, self-efficacy, and performance as well as determinants of performance in HF education among nurses who took care of patients with cardiac diseases. Methods: A cross sectional study design with convenience sampling was employed and 135 participants were recruited from five units (male and female medical ward, cardiac ward, ICU, ICCU, and VIP unit) at a general hospital in Bandar Lampung, Indonesia. Four instruments were used, including the Nurses’ Knowledge of Heart Failure Education Principles questionnaire, Nurse Self-Efficacy Scale, and HF Knowledge Education Scale of Nursing Performance. Data were analyses using, Mann-Whitney U and Kruskal-Wallis test were used to examine association between mean scores on the study variables. Results: A significant relationship was found between nurses’ self-efficacy and performance of HF education (r=0.59, p= 0.000), but the relationship between nurses’ knowledge and performance of HF education was not significant (r= -0.33, p= 0.01). Conclusions: This study found that the nurses in general hospital in Lampung, Indonesia, may not be sufficiently knowledgeable about HF education principles. Nevertheless, the nurses mostly had high self-efficacy as well as good performance with regard to HF education.
Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Kesiapan Keluarga Merawat Pasien Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Dewi Sartika; Andoko Andoko; Djunizar Djamaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9911

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejalagejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Menurut American Heart Assosiation angka kejadian stroke pada laki-laki usia 20-39 tahun sebanyak 0,2% dan perempuan sebanyak 0,7%. Usia 40-59 tahun angka terjadinya stroke pada perempuan sebanyak 2,2% dan laki-laki 1,9%. Diketahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan  kesiapan keluarga merawat pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan kesiapan keluarga merawat pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Hasil pengkajian pada Ny. A, Tn. A, Ny. R didapatkan kurangnya kesiapan keluarga. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah kurangnya kesiapan keluarga bd ketidakmampuan keluarga mengenal masalah. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian pendidikan kesehatan dengan media leaflet dan lembar balik untuk meningkatkan kesiapan responden. Kajian implementasi selama 7 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan meningkatnya kesiapan keluarga dalam merawat keluarga yang sakit. Hasil evaluasi yang dilakukan selama 7 hari menunjukkan peningkatkan kesiapan keluarga dengan perubahan skor. Terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan kesiapan keluarga merawat pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kesiapan Keluarga, Merawat Pasien Stroke  ABSTRACT According to WHO (2014) stroke is the presence of clinical signs that develop rapidly due to focal (or global) brain dysfunction with symptoms lasting 24 hours or more leading to death without any obvious cause other than vascular. According to the American Heart Association (AHA, 2015) the incidence of stroke in men aged 20-39 years is 0.2% and women are 0.7%. Age 40-59 years the incidence of stroke in women as much as 2.2% and 1.9% for men. To know the effect of health education on increasing family readiness to care for stroke patients in the Kalianda Health Center Work Area, South Lampung Regency in 2022. The approach to writing a final project report focuses on the effect of health education on increasing family readiness to care for stroke patients in the Kalianda Health Center Work Area, South Lampung Regency in 2022. The results of the study on Ny. A, Mr. A, Mrs. R found a lack of family readiness. The nursing diagnosis obtained is the lack of family readiness related to the inability of the family to recognize the problem. The intervention was carried out for 7 days by providing health education with leaflets and flipcharts to increase the readiness of respondents. The implementation study for 7 days showed that some of the problems were resolved, which was marked by the increased readiness of families to care for sick families. The results of the evaluation carried out for 7 days showed an increase in family readiness with a change in score. There is an effect of health education on increasing family readiness to care for stroke patients in the Kalianda Health Center Work Area, South Lampung Regency in 2022. Keywords: Health Education, Family Readiness, Caring for Stroke Patients
Edukasi gizi seimbang sejak dini pada anak prasekolah sebagai upaya pencegahan masalah stunting Djunizar Djamaludin; Nurul Aryastuti; Tiya Nadila; Sisca Hidayanti; Uswatun Hasanah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.315

Abstract

Introduction: The problem of stunting nutrition can not only be intervened in the first thousand days of life (1000 HPK) but can still be intervened at pre-school age to school age and adolescents so that the impact does not get worse to the next stage. Therefore, various efforts need to be made to prevent this nutritional problem from being overcome. One of the efforts that can be done is nutrition education to parents, children, and schools from an early age in the community. This educational activity is part of community service activities. Purpose: This counseling aims to increase the knowledge and attitudes of mothers, children, and teachers in the application of balanced nutritious food consumption in children from an early age. This is an effort to prevent and overcome sustainable stunting at school age in the Pinang Jaya Region. Method: The intervention method used to achieve this goal is interactive counseling using audio-visual counseling media. A total of 40 participants attended Results: After the counseling activities, it was found that all participants, both mothers and children, experienced an increase in knowledge related to the application of balanced nutrition in children's daily menus by an average of 80%. Conclusion: From the results of the counseling, it was concluded that there was a need for mentoring activities from the puskesmas to provide nutrition education to pre-school and school children as well as monitoring the nutritional status of children in schools so that children avoid nutritional problems and have good nutritional status.   Keywords: Children; Education; Stunting; Preschool.   Pendahuluan: Masalah gizi stunting tidak hanya dapat diintervensi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) namun masih bisa dilakukan intervensi pada usia pra sekolah hingga usia sekolah dan remaja agar tidak semakin parah dampaknya ke tahap selanjutnya. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah agar masalah gizi ini dapat diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah edukasi gizi kepada orangtua, anak, dan pihak sekolah sejak dini di masyarakat. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan: penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu, anak, dan guru dalam penerapan konsumsi makanan bergizi seimbang pada anak sejak usia dini. Hal ini sebagai upaya mencegah dan mengatasi stunting yang berkelanjutan pada usia sekolah di Wilayah Pinang Jaya. Metode: Metode intervensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual. Sebanyak 40 peserta yang hadir Hasil: Setelah kegiatan penyuluhan diperoleh hasil bahwa seluruh peserta baik ibu, dan anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan gizi seimbang pada menu harian anak dengan rata-rata sebesar sebesar 80%. Simpulan: Dari hasil penyuluhan disimpulkan bahwa perlu adanya kegiatan pendampingan dari puskesmas untuk memberikan edukasi gizi pada anak pra sekolah dan anak sekolah serta monitoring status gizi anak di sekolah agar anak terhindar dari masalah gizi dan memiliki status gizi yang baik.