Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENERIMAAN DIRI LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WREDHA DITINJAU DARI KETIDAKADAAN DUKUNGAN KELUARGA Tribuana Tunggal Dewi; Muhammad Aditya Prasetyo Sulistiono; Sien Karsiya Sidik; Isna Laily Istiqomah; Asti Setyaningsih; Ardaeta Nadia Rahmawati; Latifatun Nisa; Asfia’ul Auliya; Mohamad Aria Eka Pranata; Siti Hikmah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1884

Abstract

Penerimaan diri lansia yang tinggal di panti wredha merupakan hal yang krusial, terutama ketika tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan diri lansia yang tinggal di panti wredha dalam konteks ketidakadaan dukungan keluarga. Fokus utama dalam penelitian kali ini adalah mengeksplorasi penerimaan diri dalam berbagai perubahan fisik, psikis, moral dan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan melibatkan 5 orang lansia berjenis kelamin perempuan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan model Miles dan Huberman (1992) melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia mengalaMI penerimaan diri dengan berbagai cara dalam menerima perubahan fisik yang menurun, menyesuaikan diri secara psikis dengan meningkatkan kesadaran dan rasa syukur, membangun hubungan sosial yang mendukung dengan lansia lain dan pengasuh panti, serta mempertahankan nilai- nilai moral dengan berpegang pada keyakinan. Penelitian ini mengungkapkan meskipun tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, para lansia tetap dapat mencapai penerimaan diri yang didukung dari penyesuaian diri dan dukungan sosial dari lingkungan panti dan nilai nilai spiritualitas Penelitian ini menyarankan panti untuk memperhatikan dan mengembangkan progam program pendampingan psikososial yang berfokus pada penguatan aspek psikis, sosial, dan spiritual lansia guna mendukung proses penerimaan diri lansia di panti wredha.
Psikoedukasi Expressive Writing sebagai Strategi Coping untuk Membangun Resiliensi Emosional Anak Panti Asuhan Wikrama Putra Semarang Arrayan Mukti; Hana Fitri; Isna Laily Istiqomah; Selfi Ana Andriyanti; Ainnayya Nayla Daffani; Muhammad Fitahul Fikri; Allaiya Talent; Tribuana Tunggal Dewi; Dewi Khurun Aini
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i4.2639

Abstract

Children living in orphanages face various psychological pressures, such as the loss of attachment figures, unstable social dynamics, and difficulty expressing emotions adaptively. These conditions require appropriate coping strategies to build emotional resilience. This community service activity utilizes a Service Learning (SL) approach, which integrates academic learning with community service. It aims to provide psychoeducation on emotions and coping strategies, and implements expressive writing as a means of emotional processing. The activity methods included interactive lectures, a pretest and posttest to measure understanding, an expressive writing therapy session, and a reflective interview at the end of the activity. Results showed an increase in understanding of emotions and coping strategies, as evidenced by improved posttest scores. Furthermore, expressive writing helped children express previously suppressed emotions, reduced psychological tension, and fostered a sense of relief, calm, and insight into personal problems. Overall, expressive writing has proven effective as a coping strategy in building emotional resilience in orphanage children, and the Service Learning approach has the potential for sustainable application in psychosocial support programs.
Peran Komunitas dalam Membentuk Resiliensi Penyandang Disabilitas: Studi Fenomenologis Komunitas Sahabat mata Fatiha Muthiazahra; Novia Rizky Kamilulfalah; Tribuana Tunggal Dewi; Siti Hikmah
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i4.1976

Abstract

People with disabilities, especially the blind, still face various structural and cultural barriers that impact their psychological well-being and ability to participate in social life. Resilience is an important aspect that enables blind individuals to recover from pressure, stigma, and environmental limitations. This study aims to understand the role of the Sahabat Mata Community in shaping the resilience of its members. This study is a qualitative study using a phenomenological approach involving three subjects, namely members and administrators of the Sahabat Mata Community (KSM). Data collection methods were carried out through semi-structured interviews, participant observation, and document studies. The results of the study indicate that the Sahabat Mata Community (KSM) has contributed to the resilience of its members based on seven aspects of resilience according to Reivich & Shatte including emotional regulation, impulse control, optimism, problem-analyzing ability, self-efficacy, empathy, and achievement. The formation of resilience is strengthened through social processes, emotional support and opportunities to achieve self-potential formed in the Sahabat Mata Community. The findings of this study reveal that the Sahabat Mata Community as an inclusive community plays a role as a safe space for the formation of resilience of people with disabilities.