Yuanita, Savitri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI PERILAKU KOGNITIF PADA PASIEN LAKI-LAKI DENGAN GANGGUAN CEMAS MENYELURUH DENGAN SERANGAN PANIK: SEBUAH LAPORAN KASUS Putra, I Putu Risdianto Eka; Harianja, Sahat Hamonangan; Aryani, Luh Nyoman Alit; Yuanita, Savitri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i1.4609

Abstract

Generalized Anxiety Disorder (GAD) with panic attacks is a debilitating condition that significantly disrupts daily functioning and quality of life. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is an evidence-based intervention known to be effective in treating anxiety-related disorders. This study was a qualitative study with case study appoach using in-dept interview, presenting the treatment process and outcomes of a male patient diagnosed with GAD who frequently experiences panic attacks. The patient underwent structured CBT sessions focusing on cognitive restructuring, exposure techniques, and relaxation strategies. Throughout the treatment, the patient demonstrated a reduction in anxiety symptoms, decreased frequency of panic attacks, and improved coping mechanisms. These findings highlight the effectiveness of CBT in managing GAD with panic attacks and emphasize the importance of an individualized therapeutic approach. This case contributes to the growing body of evidence supporting CBT as a primary treatment modality for anxiety disorders. ABSTRAKGangguan cemas menyeluruh/ Generalized Anxiety Disorder  (GAD) dengan serangan panik adalah kondisi yang melemahkan dan secara signifikan mengganggu fungsi sehari-hari dan kualitas hidup. Terapi Perilaku Kognitif/Cognitive Behavior Therapy (CBT) adalah intervensi berbasis bukti yang dikenal efektif dalam mengobati gangguan terkait kecemasan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan metode wawancara mendalam yang menyajikan proses perawatan dan luaran dari seorang pasien laki-laki yang didiagnosis dengan GAD dan sering mengalami serangan panik. Pasien menjalani sesi CBT terstruktur yang berfokus pada restrukturisasi kognitif, teknik pemaparan, dan strategi relaksasi. Selama perawatan, pasien menunjukkan penurunan gejala kecemasan, penurunan frekuensi serangan panik, dan peningkatan mekanisme koping. Temuan ini menyoroti efektivitas CBT dalam mengelola GAD dengan serangan panik dan menekankan pentingnya pendekatan terapeutik yang individual. Kasus ini berkontribusi pada pengumpulan bukti yang berkembang yang mendukung CBT sebagai modalitas tatalaksana utama untuk gangguan cemas.
PENDEKATAN PSIKIATRI KOMUNITAS PADA ORANG DENGAN HIV DAN POPULASI KUNCI MELALUI YAYASAN INSET DI KOTA MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT Yuanita, Savitri; Lesmana, Cokorda Bagus Jaya; Ariani, Ni Ketut Putri; Wardani, Ida Aju Kusuma; Wahyuni, Anak Ayu Sri; Afrian, Himawan; Mahardika, I Komang Ana
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.9215

Abstract

ABSTRACT People living with HIV (PLHIV) and key populations are at high risk of mental health problems due to persistent stigma, discrimination, and psychosocial stress. Limited availability of community-based mental health services highlights the need to integrate a community psychiatry approach into HIV care. This community service program aimed to identify mental health issues among PLHIV, key populations, and HIV service providers, as well as to implement community-based mental health interventions through Yayasan INSET in Mataram City, West Nusa Tenggara. The program was conducted in June 2025 using a community psychiatry approach. Interventions included mental health screening of service providers using the Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42), self-care classes, basic counseling training for peer supporters, and mental health education and consultation integrated with Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT) services. The results showed that most service providers were in a normal psychological condition, with some experiencing symptoms ranging from mild to severe, and there was an improvement in mental health literacy, coping capacity, and psychosocial support skills following the intervention. The integration of mental health services with Mobile VCT also expanded service coverage and enhanced community acceptance. This approach proved effective in supporting the mental health of PLHIV, key populations, and HIV service personnel, and shows potential for replication in similar settings. ABSTRAK Orang dengan HIV (ODHIV) dan populasi kunci berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental akibat stigma, diskriminasi, dan tekanan psikososial yang berkelanjutan. Keterbatasan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas menegaskan perlunya integrasi pendekatan psikiatri komunitas dalam layanan HIV. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menggambarkan permasalahan kesehatan mental pada ODHIV, populasi kunci, dan petugas layanan HIV, serta pelaksanaan intervensi kesehatan jiwa berbasis komunitas melalui Yayasan INSET di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 dengan pendekatan psikiatri komunitas. Intervensi meliputi skrining kesehatan mental petugas menggunakan Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42), kelas self-care, pelatihan konseling dasar bagi pendukung sebaya, serta edukasi dan konsultasi kesehatan jiwa yang terintegrasi dengan layanan Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT). Hasil menunjukkan sebagian besar petugas berada pada kondisi psikologis normal dengan variasi gejala dari ringan hingga berat, serta terjadi peningkatan literasi kesehatan mental, kapasitas coping, dan keterampilan dukungan psikososial setelah intervensi. Integrasi layanan kesehatan jiwa dengan Mobile VCT juga memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan penerimaan komunitas. Pendekatan ini efektif dalam mendukung kesehatan mental ODHIV, populasi kunci, dan tenaga pendukung layanan HIV serta berpotensi direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.