Ghina Shalihah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAMBATAN DAN SOLUSI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN SEMANGAT DALAM 3 Muhammad Syafi'e; Najlaa Annisa Faadiyah; Najwa Ulya Nugrahaini; Ghina Shalihah; Aslamiah; Diani Ayu Pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24140

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan dalam penerapannya. Oleh karena itu, evaluasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik, dimulai dengan mengidentifikasi hambatan serta menentukan solusi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala serta solusi dalam implementasi kurikulum merdeka di SDN Semangat Dalam 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat hambatan utama dalam penerapan kurikulum merdeka, yaitu: (1) keterbatasan sarana dalam pembelajaran, (2) kesulitan guru dalam menggunakan teknologi, (3) masih adanya pola pikir guru yang cenderung menggunakan metode lama dan bergantung pada buku teks, serta (4) kesiapan peserta didik yang masih rendah dalam belajar secara mandiri. Adapun cara mengatasi hambatan tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan sarana pembelajaran secara bergilir, pembentukan komunitas belajar guru, pelatihan penggunaan teknologi, serta penerapan metode pembelajaran aktif dan diferensiasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kendala-kendala tersebut dapat diminimalisir dengan kolaborasi antara guru, sekolah, dan pihak terkait guna mendukung penerapan kurikulum secara optimal. Penelitian ini bertujuan sebagai rujukan praktis bagi sekolah dasar lainnya dalam menerapkan kurikulum merdeka secara lebih efektif, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
DAMPAK PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF TERHAADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Ani Yulianti; Ghina Shalihah; Ismatul Hawa; Riska As Sevilla; Zulfa Huriah Dina Kazimah; Ahmad Suriansyah; Wahdah Refia Rafianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39418

Abstract

This study examines the impact of interactive learning media on the learning motivation of elementary school students through a systematic literature review. The problem underlying this study is the low utilization of interactive media in elementary education, which results in passive learning, limited student engagement, and declining motivation. The study aims to analyze types of effective interactive media, identify their influence on motivational aspects, and evaluate challenges in their implementation at the elementary school level. Using purposive sampling, this review synthesizes national journals, empirical studies, and educational literature published within the last ten years. The analysis shows that interactive media such as game based learning, interactive videos, simulations, augmented reality, and mobile learning applications significantly increase students’ attention, curiosity, confidence, satisfaction, and overall motivation. Visual stimulation, immediate feedback, and hands-on learning experiences make abstract concepts more concrete and meaningful. However, issues such as limited infrastructure, teacher digital competence, content quality, and classroom management challenges remain obstacles to optimal implementation. The study concludes that interactive media play a crucial role in enhancing intrinsic motivation and supporting active, student-centered learning. The findings highlight the need for continuous teacher training, equitable digital access, and contextually relevant media development to maximize the benefits of interactive learning in elementary schools.