Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dampak Pernikahan Dini Terhadap Keharmonisan Keluarga di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar Harijo, Hadija; Muchtar, M Ilham; A. Asdar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak pernikahan dini terhadap keharmonisan rumah tangga di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dukementasi, pada penelitian ini sumber data didapatkan dari tokoh agama/masyarakat, Ibu kelurahan, Imam Kelurahan, dan Sumber data utama yaitu para pelaku pernikahan di bawah umur, serta teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini yang terjadi di Pulau Barrang Lompo ini rata-rata terjadi pada usia antara 15-18 tahun, yang setiap tahun terdapat 1-3 pasangan, dan kebanyakan terjadi pada remaja perempuan, pernikahan dini di pulau ini, terjadi karena beberapa faktor, yaitu mulai dari minimnya pendidikan, kemauan sendiri, kemauan orang tua, hingga yang paling banyak ditemui adalah hamil diluar nikah. Dampak pernikahan dini di Pulau Barrang lompo, dinilai masih biasa-biasa saja, para pasangan pernikahan dini ini sudah cukup dewasa dalam mengarungi bahtera rumah tangga, mereka sudah mampu menghadapi dan mengatasi masah rumah tanggan dengan baik, walaupun memang masih terjadi percekcokan atau perselisihan tapi masih bisa diatasi, dibuktikan dengan belum ditemukannya kasus perceraian yang terjadi, jadi pernikahan dini di pulau ini tidak berdampak pada ketidak harmonisan rumah tangga, namun memang ada beberapa hal yang masih harus ditingkatkan, salah satunya memperbaiki dan meningkatkan hubungan dengan Allah, karena jika dalam sebuah pernikahan dilandasi dengan niat karena Allah maka akan tercipta rasa sakinah di dalamnya.
Penerapan Persyaratan Hafalan Surah Pendek Bagi Pemohon Dispensasi Nikah Pada Kasus Pernikahan Dini Di Pengadilan Agama Sungguminasa Anggraeni Anggraeni; Ahmad Muntazar; A. Asdar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi penerapan persyaratan hafalan surah pendek bagi pemohon dispensasi nikah pada kasus pernikahan dini di Pengadilan Agama Sungguminasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa calon mempelai menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi persyaratan hafalan, termasuk kesulitan menghafal, kurangnya waktu, dan tekanan sosial. Selain itu kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan akses pendidikan dan motivasi yang rendah.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi yang lebi efektif untuk menangani pernikahan dini dan meningkatkan pemahaman calon mempelai tentang pentingnya persiapan spritual sebelum menikah.
Kewajiban Nafkah Suami Fakir Terhadap Istri dalam Rumah Tangga dan Implementasinya Menurut Hukum Islam Ainun Ilmi Iftitah; Andi Satrianingsih; A. Asdar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kewajiban nafkah oleh suami yang berada dalam kondisi fakir terhadap istrinya dalam rumah tangga dan implementasinya menurut hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana kewajiban nafkah suami fakir terhadap istri dalam rumah tangga menurut hukum Islam. (2) Bagaimana implementasi kewajiban nafkah suami fakir terhadap istri dalam rumah tangga menurut hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Data yang diperoleh literatur-literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam, kitab-kitab fikih, kompilasi hukum Islam (KHI), serta perturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, kewajiban nafkah tetap melekat pada suami meskipun ia berada dalam kondisi fakir, namun disesuaikan dengan kemampuannya. Para ulama memilki perbedaan pendapat mengenai status nafkah yang tidak dipenuhi secara penuh ketika suami berada dalam kondisi fakir, apakah menjadi utang atau tidak. Implementasi kewajiban nafkah dalam ketika suami dalam kodisi fakir Islam memberikan solusi untuk membantu suami yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan nafkah seperti bantuan zakat, tolong-menolong (ta’awun) antara suami dan istri, dan bantuan dari kerabat atau lembaga sosial.
Pandangan Hukum Islam Tentang Hak Waris Anak Dalam Kandungan Nur Ma’rifah.A; Andi Satrianingsih; A. Asdar
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted with the following objectives: (1) to examine the Islamic legal perspective on the inheritance rights of a fetus (an unborn child), and (2) to identify the methods of distributing inheritance rights to a child in the womb. This research employs a qualitative method through library research, supported by a normative juridical approach—an approach that focuses on legal aspects and places legal norms at the center of analysis. The data presented in this study are derived from the Qur’an, hadith collections, works of fiqh, academic journals, and other relevant literature. These materials were collected and analyzed to produce an accurate description of the legal provisions related to the Islamic legal perspective on the inheritance rights of a child in the womb. The findings of this study indicate that: (1) there are two cumulative requirements that must be fulfilled for a child in the womb to have an inheritance relationship with the deceased (the heir) and thus be entitled to receive their share, namely: the confirmed existence of the fetus in the mother’s womb at the time of the heir’s death, and the child being born alive; (2) in the distribution of inheritance to a fetus according to Islamic law, there are two possible methods: postponing the distribution until the child is born, or distributing the inheritance while the child is still in the womb.
Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba Dalam Menanggulangi Kemiskinan Di Desa Batunilamung Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Karmila; Mukhlis Bakri; A. Asdar
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the role of BAZNAS Bulukumba Regency in poverty alleviation efforts in Batunilang Village. In addition, the researcher also examines the obstacles faced by BAZNAS Bulukumba Regency and the solutions implemented in efforts to reduce the poverty rate in Batunilamung Village. This study uses a qualitative research type in the form of data collection methods through observation, interviews and documentation. The data sources of this study include primary and secondary sources. The results of the study indicate that (1) BAZNAS Bulukumba Regency plays a role in poverty alleviation in Batunilamung Village through zakat programs in the fields of health, education, and humanity, such as BPJS assistance, wheelchairs, scholarships, and assistance for disaster victims. BAZNAS also provides UPZ Direction so that zakat distribution is on target. (2) The obstacles faced include low administrative awareness, difficult access to areas, inaccurate data, and limited human resources. (3) The solutions implemented are increasing volunteers, involving village governments, establishing a Zakat Task Force, and independent assistance applications by the community.