Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

 CERDAS GIZI: Optimalisasi Pemanfaatan Pangan Lokal dalam Pemberian Makanan Tambahan untuk Pencegahan Risiko Stunting di Desa Bangkonol, Kabupaten Pandeglang Budiono, Jane Sidney; Sabrilla, Talitha Nasywa; Sari, Wida Puspita; Fauzi, Oktavian; Aprila, Ramanda Karina; Arunita, Ananda Rachmania; Adriansyah, Zidan; Safei, Dio Rizky; Taufik, Epi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.7.2.262-270

Abstract

Stunting is one of the main chronic nutritional problems in Indonesia. Stunting can be addressed through education on balanced nutrition, stunting prevention, and supplementary feeding interventions (PMT). The Cerdas Gizi program aims to prevent and reduce stunting rates, create sustainable food security, and strengthen community self-reliance through the use of cassava as a local food source. This activity was conducted at the Telaga Biru Posyandu in Bangkonol Village, targeting posyandu cadres, pregnant women, and mothers with infants, with a total of 170 participants. The activity combined theoretical and practical educational approaches through interactive presentations, distribution of informational leaflets, demonstrations of cassava-based supplementary food preparation, and distribution of PMT menu books. The Cerdas Gizi program demonstrated significant improvement, evident in the active participation of partners in the supplementary food preparation process. Additionally, the active participation of the target group in the counseling sessions showed an increase in curiosity about preventing the risk of stunting in children. However, there were challenges during program implementation, including a lack of knowledge among some mothers about the importance of balanced nutrition and difficulties in maintaining consistent visits to the health post. Therefore, continued support is needed through ongoing guidance, regular education, and the utilization of local foods to optimize efforts in preventing stunting.
Efektivitas Edukasi Food Waste, Makan Bergizi Gratis, dan Gizi Seimbang terhadap Peningkatan Pengetahuan Guru, Siswa, dan Orang Tua Siswa di SDN 5 Banjarsari Dina, Resa Ana; Heryatno, Yayat; Tanziha, Ikeu; Baliwati, Yayuk Farida; Sukandar, Dadang; Islamy, Bellinda Almira Noer; Mahira, Hafshah Ayna; Fadhhla, Syahira; Azzahro, Haura; Raihani, Mutiara; Sopiandi, Isvie Tresna; Sabrilla, Talitha Nasywa
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21745

Abstract

Food waste merupakan sisa makanan yang masih layak dikonsumsi, namun dibuang di tahap konsumsi yang disebabkan oleh perilaku individu, preferensi konsumen, dan sistem distribusi yang tidak efisien. Dampak food waste di Indonesia terasa sangat luas hingga menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, sosial, hingga gizi masyarakat. Food waste umumnya dapat menyebabkan terjadinya nutrient loss sehingga dapat meningkatkan permasalahan gizi pada anak. Fenomena food waste dapat ditemukan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), dimana sayur dan buah merupakan kelompok makanan yang sering tidak dihabiskan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan edukasi terkait food waste, makan bergizi gratis, pentingnya konsumsi sayur dan buah, pemorsian, hingga gizi seimbang. Edukasi dilaksanakan di SDN 5 Banjarsari dan melibatkan 30 siswa, 10 guru, dan 30 orang tua siswa sebagai subjek. Edukasi dilaksanakan dengan menerapkan metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan media power point, modul pembelajaran, poster, hingga video edukatif. Dilaksanakan edukasi berupa games interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Setiap subjek diberikan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Secara keseluruhan, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pada siswa (p<0,001) serta orang tua siswa (p<0,001). Diperlukan adanya pengawasan terhadap penerapan edukasi serta penilaian lebih lanjut untuk mengetahui perubahan sikap dan perilaku dari subjek penelitian sebelum dan sesudah diberikan edukasi.