Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Program Indonesia Pintar (PIP) pada Penerima KIP di Jurusan TKR SMK Negeri 1 Batipuh Rizal, Syafrizal; Hidayat, Nuzul; Arif, Ahmad; Setiawan, M.Yasep
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i3.335

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Indonesia Pintar (PIP) pada siswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Batipuh. Program ini dirancang pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu guna menekan putus sekolah dan meningkatkan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 23 responden penerima KIP. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert yang menilai ketepatan sasaran, sosialisasi, pencapaian tujuan, monitoring, serta luaran seperti prestasi, motivasi, dan partisipasi. Uji prasyarat terpenuhi dan analisis dilakukan secara deskriptif serta inferensial menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan PIP tidak berdampak signifikan terhadap efektivitas program (p=0,628 > 0,05). Secara substantif, program berkontribusi pada perluasan akses, tetapi peningkatan kualitas pembelajaran belum teramati. Implikasi kebijakan menekankan penguatan monitoring dan pendampingan berbasis sekolah, perbaikan mekanisme penargetan dan tata kelola data, serta fleksibilitas pembiayaan praktik untuk konteks pendidikan kejuruan. This study evaluates the effectiveness of the Smart Indonesia Program (PIP) for Smart Indonesia Card (KIP) scholarship recipients in the Light Vehicle Engineering Department of SMK Negeri 1 Batipuh. Designed to expand access for disadvantaged students, the program aims to reduce dropout rates and improve educational quality. A descriptive quantitative design was employed with 23 KIP beneficiaries. Data were collected using a closed-ended Likert questionnaire assessing targeting, outreach, goal attainment, monitoring, and outcomes such as academic performance, learning motivation, and participation. Assumption tests were satisfied and analyses comprised descriptive statistics and a t-test. Results indicate no significant effect of PIP on program effectiveness (p = 0.628 > 0.05). Substantively, the program improves access, yet measurable gains in learning quality were not observed. Policy implications include strengthening school-based monitoring and mentoring, improving targeting and data governance, and allowing more flexible expenditures for practice needs in vocational settings.
Simulasi Kekuatan Rangka Trainer Sepeda Listrik sebagai Media Pembelajaran SMK dengan Metode Analisis Elemen Hingga Okvianda, Wendika; Arif, Ahmad; Purwanto, Wawan; Setiawan, M.Yasep; Hermanto, Jheri
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.366

Abstract

Penelitian ini menganalisis kekuatan struktural rangka trainer sepeda listrik sebagai media pembelajaran di SMK. Rangka dirancang dari pipa baja dan dianalisis menggunakan simulasi Finite Element Analysis pada perangkat lunak SolidWorks 2021. Tiga material dibandingkan, yaitu Baja Chromoly SAE 4130, Aluminium 6061-T6, dan Hi-Ten Steel (AISI 1015). Pembebanan statis 120 kg diterapkan pada titik dudukan pengendara, dengan tumpuan tetap pada titik hubung rangka sehingga diperoleh distribusi tegangan von Mises, displacement, dan safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Baja Chromoly SAE 4130 memiliki kombinasi tegangan, deformasi, dan faktor keamanan paling baik, sedangkan Aluminium 6061-T6 menghasilkan displacement terbesar dan Hi-Ten Steel memiliki margin keamanan terendah. Nilai Safety Factor Minimum seluruh material masih kurang dari satu, sehingga desain rangka perlu dioptimasi. Temuan ini menjadi dasar pemilihan material dan perbaikan desain rangka trainer sepeda listrik di lingkungan pendidikan vokasi untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik rekayasa. This study analyzes the structural strength of an electric bicycle trainer frame used as an instructional medium in vocational high schools. The frame is constructed from steel pipes and evaluated through Finite Element Analysis simulation using SolidWorks 2021. Three materials are compared, namely Chromoly Steel SAE 4130, Aluminum 6061-T6, and Hi-Ten Steel (AISI 1015). A static load of 120 kg is applied at the rider’s seat with fixed supports at frame joints to obtain the distribution of Von Mises Stress, displacement, and safety factor. The results indicate that Chromoly Steel SAE 4130 provides the most favorable combination of Stress, deformation, and structural safety, while Aluminum 6061-T6 exhibits the largest displacement and Hi-Ten Steel the lowest safety margin. The minimum safety factor of all materials is still below one, so the frame design requires optimization. These findings guide material selection and frame redesign for engineering practice–oriented vocational education.
Rancang Bangun Trainer Sepeda Listrik Berbasis Quick Responde Code (QR Code) Untuk Media Pembelajaran Amri, Azizul; Arif, Ahmad; Sudarno Putra, Dwi; Setiawan, M.Yasep; Kholidasari, Inna; Dwiyani, Nurindah
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.368

Abstract

Sektor transportasi menyumbang 24% emisi CO2 global, mendorong transisi ke kendaraan listrik. SMK menghadapi keterbatasan media pembelajaran praktikum sistem sepeda listrik yang mengintegrasikan komponen fisik dengan informasi digital. Penelitian ini merancang Trainer sepeda listrik berbasis QR Code menggunakan metode R&D dengan pendekatan PPE (Planning, Production, Evaluation). Trainer dikembangkan dengan memodifikasi sepeda listrik Genio Easton S2 (motor BLDC 750W, baterai 48V 12AH), menambahkan panel transparan fiberglass dan akrilik, bracket besi hollow 4x4cm, serta integrasi tiga QR Code untuk akses konten digital (video, PPT, PDF). Validasi ahli dan uji coba menunjukkan Trainer layak kategori baik dengan sistem kelistrikan optimal, QR Code terpindai 1-2 detik, serta memiliki keunggulan visualisasi komponen jelas dan kemudahan akses materi untuk pembelajaran teknologi kendaraan listrik di SMK. The transportation sector accounts for 24% of global CO2 emissions, driving the transition to electric vehicles. Vocational schools face limitations in practical learning media for electric bicycle systems that integrate physical components with digital information. This study designed an electric bicycle Trainer based on QR Codes using the R&D method with a PPE (Planning, Production, Evaluation) approach. The Trainer was developed by modifying the Genio Easton S2 electric bicycle (750W BLDC motor, 48V 12AH battery), adding a transparent fiberglass and acrylic panel, a 4x4cm hollow iron bracket, and integrating three QR Codes for access to digital content (videos, PPT, PDF). Expert validation and testing showed that the Trainer is suitable for the good category with an optimal electrical system, QR Codes scanned in 1-2 seconds, and has the advantages of clear component visualization and easy access to materials for learning electric vehicle technology in vocational schools.
Pengaruh Variasi Temperatur Pengeringan terhadap Ketebalan dan Homogenitas Lapisan Cat pada Pelat Logam Burtian, Intan; Fernandez, Donny; Setiawan, M.Yasep; Arif, Ahmad
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.378

Abstract

Pengecatan pada substrat logam berperan penting dalam perlindungan korosi dan sangat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan cat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur pengeringan oven terhadap ketebalan lapisan cat pada pelat logam. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan variasi temperatur pengeringan 40, 50, dan 60 °C selama 20 menit menggunakan cat Nitrocellulose–Alkyd; ketebalan lapisan diukur dengan mikroskop metalurgi dan dianalisis dengan ANOVA satu arah. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan temperatur pengeringan menurunkan ketebalan lapisan cat, dengan ketebalan rata-rata 89,986 μm pada 40 °C; 78,315 μm pada 50 °C; dan 66,675 μm pada 60 °C. Nilai Fhitung (2,59) lebih kecil daripada Ftabel (5,14), sehingga perbedaan ketebalan tidak signifikan secara statistik, namun secara teknis temperatur 40 °C memberikan kombinasi terbaik antara ketebalan dan konsistensi lapisan untuk menjaga performa protektif dan estetika pengecatan. Coating metal substrates is essential for corrosion protection and strongly depends on paint coating thickness. This study investigates the effect of oven drying temperature on paint coating thickness on steel plates. A quantitative experimental method was applied using Nitrocellulose–Alkyd paint dried at 40, 50, and 60 °C for 20 min; coating thickness was measured with a metallurgical microscope and analyzed using one-way ANOVA. The results show that increasing drying temperature decreases coating thickness, with average values of 89.986 μm at 40 °C, 78.315 μm at 50 °C, and 66.675 μm at 60 °C, accompanied by larger standard deviations. The F statistic (2.59) is lower than the critical F value (5.14), indicating no statistically significant difference; however, from a technical viewpoint, drying at 40 °C provides the best compromise between coating thickness and consistency to maintain protective and aesthetic performance.
Rancang Bangun Spray Booth Pengecatan Bodi Kendaraan dengan Vertical water curtain dan Analisis Efisiensi Filtrasi Debu Cat Hafidz, Abdurrahman; Fernandez, Donny; Setiawan, M.Yasep; Hidayat, Nuzul
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.386

Abstract

Pengecatan bodi kendaraan merupakan tahap penting untuk meningkatkan estetika dan melindungi logam dari korosi. Penelitian ini bertujuan merancang spray booth dengan sistem aliran air vertikal sebagai dust absorber yang memenuhi standar K3 dan K3LH pada proses pengecatan bodi kendaraan. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang meliputi perancangan, validasi ahli, dan uji coba di Laboratorium Bodi dan Pengecatan Universitas Negeri Padang. Spray booth berukuran 360 × 150 × 250 cm dan dilengkapi exhaust fan serta filter udara untuk mengoptimalkan aliran udara. Uji kinerja menunjukkan bahwa filter kering menyerap rata-rata 12,17 g partikel cat per 100 g campuran cat, sedangkan filter basah meningkat menjadi 15 g. Hasil ini membuktikan bahwa sistem aliran air vertikal meningkatkan efisiensi filtrasi debu cat, menurunkan pencemaran udara di area kerja, dan mendukung penerapan K3 dan K3LH yang lebih aman dan ramah lingkungan. Automotive body painting is a critical stage to enhance appearance and protect metal surfaces from corrosion. This study aims to design a spray booth with a vertical water flow system acting as a dust absorber that complies with occupational health and safety (OHS) and environmental safety (K3 and K3LH) standards for automotive body painting. A Research and Development approach was applied, including design, expert validation, and prototype testing in the Body and Painting Laboratory of Universitas Negeri Padang. The spray booth (360 × 150 × 250 cm) is equipped with vertical water flow, an exhaust fan, and air filters to optimise airflow. Performance tests show that dry filters retained on average 12.17 g of paint dust per 100 g of paint mixture, whereas wet filters retained 15 g. These results indicate that the vertical water flow system improves filtration efficiency, reduces airborne paint pollution in the spray booth, and supports safer OHS- and environment-oriented painting practices.