Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemilihan Jurusan dan Model Pembelajaran Terhadap Kemampuan Intelektual Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Salaman Tahun Pelajaran 2014/2015 Iin Latoiful Isyaroh; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui pengaruh pemilihan jurusan dan model pembelajaran Problem Based Instruction serta model pembelajaran Generatif terhadap kemampuan intelektual fisika. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Salaman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1Salaman tahun 2014/2015. Sampel diambil secara cluster random sampling dari populasi terjangkau sebanyak 4 kelas dengan jumlah 124 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain dua faktorial. Data yang diperoleh dianalisis dengan Two-Way Anova berbantuan komputer program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemilihan jurusan mempengaruhi kemampuan intelektual fisika. (2) Model pembelajaran tidak mempengaruhi kemampuan intelektual fisika. (3) Interaksi antara pemilihan jurusan dan model pembelajaran mempengaruhi kemampuan intelektual fisika.
Efektivitas Model Pembelajaran ROPES dengan Model Pembelajaran AIR terhadap Kemandirian dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Binangun Tahun Pelajaran 2014/2015 Rina Yulianti; Eko Setyadi Kurniawan; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui efektivitas model pembelajaran ROPES dengan model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Binangun. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA yang berjumlah 94 siswa dari 3 kelas. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa dari 2 kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, angket dan observasi awal. Uji hipotesis data menggunakan analisis One-Way Anavadengan taraf signifikansi 5%. 1) Uji One-Way efektivitas model pembelajaran diperoleh Fhitung = 4,839 > Ftabel = 4,00 dengan skor rerata respon 3,12, sehingga terdapat perbedaan efektivitas model dan pembelajaran ROPES lebih efektif dibanding dengan AIR. 2) hasil data kemandirian diperoleh skor rerata dari kelompok eksperimen I dan eksperimen II sebesar 2,87 < 2,89, jadi terdapat perbedaan efektivitas dan kelompok eksperimen II dengan model pembelajaran ROPES lebih efektif. 3) pengujian hasil belajar diperoleh nilai Fhitung = 4,701 > Ftabel = 4,00 dengan skor rerata post test kelompok eksperimen I dan eksperimen II sebesar 67,19 < 74,35, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat perbedaan antara model pembelajaran ROPES dengan model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan hasil belajar fisika dan model ROPES lebih efektif dibanding AIR.
Analisis Buku Ajar Fisika Kelas XI MIA Semester II Berdasarkan Keterampilan Generik Sains Di SMA Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Nur Fatimah; Nur Ngazizah; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ketercakupan keterampilan generik sains dalam buku ajar fisika kelas XI MIA semester II di SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi buku ajar fisika kelas XI MIA semester II. Sampel dalam penelitian ini adalah buku ajar fisika SMA kelas XI MIA semester II yang paling banyak digunakan di SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan pertimbangan buku ajar fisika kelas XI MIA yang banyak digunakan dan berdasarkan kurikulum 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian keterampilan generik sains. Hasil analisis aspek keterampilan generik sains pada buku yang disusun oleh Marthen Kanginan dan Bagus Raharja dkk berturut-turut adalah sebagai berikut: pengamatan langsung 76,11 % dan 76,11 %, pengamatan tak langsung 48,33 % dan 56,11 %, kesadaran tentang skala besaran 98,33 % dan 86,67 %, bahasa simbolik 74,58 % dan 75,83 %, kerangka logika taat asas 51,67 % dan 45 %, inferensi logika 71,67 % dan 62,92 %, hukum sebab akibat 73,33 % dan 71,67 %, pemodelan matematika 56,11 % dan 58,33 %, membangun konsep 70,00 % dan 51,67 %. Hasil analisis secara keseluruhan pada buku yang disusun oleh Marthen Kanginan adalah sebesar 68,90 %, sedangkan pada buku yang disusun oleh Bagus Raharja dkk adalah sebesar 64,92 %. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua buku memiliki keterampilan generik sains dalam kategori baik.
Efektivitas Model Pembelajaran Somatic Auditory Visual Intelectual (Savi) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mirit Tahun Pelajaran 2014/2015 Muniroh Muniroh; Arif Maftukhin; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian evaluasi model CIPP guna mengetahui efektivitas model pembelajaran SAVI untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Mirit. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X.2 dengan jumlah 29 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes tertulis, dan angket siswa yang masing-masing telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh peningkatan hasil belajar kognitif siswa secara klasikal sebesar 87,41% dengan nilai gain sebesar 0,59, dimana model pembelajaran SAVI dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila nilai gain ternormalisasi hasil belajar siswa menunjukkan nilai gain ≥ 0,3. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa diperoleh sebesar 86,2%, dengan kriteria efektivitas model pembelajaran SAVI efektif terhadap hasil belajar siswa apabila ketuntasan siswa sekurangkurangnya 85% dari jumlah siswa memperoleh nilai ≥ 70. Respon angket keaktifan siswa meningkat menjadi 89,31%, dengan kriteria efektivitas model pembelajaran SAVI efektif jika tanggapan siswa positif, yakni minimal dengan skor rerata nilai hasil angket tanggapan siswa ˃ 75%. Selain itu pembelajaran dikatakan efektif apabila skor rerata nilai hasil observasi tanggapan siswa sebesar ≥ 75% dan diperoleh persentase sebesar 97,5%. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh maka model pembelajaran SAVI efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Fisika siswa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Pelajaran Fisika SMA N 3 Purworejo Kelas XI Tahun Pelajaran 2014/2015 Retno Anggita Dewi; Sriyono Sriyono; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak untuk pembelajaran Fisika ditinjau dari segi komponen, keterkaitan antar komponen, kelayakan, dan bahasa, 2) mengetahui peningkatan keteraampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Research & Development). Sebagai subjek dalam penelitian adalah siswakelas XI MIA-2 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, metode angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor validasi silabus dan RPP oleh ahli materi sebesar 37 dan 51 dengan kriteria “baik”, oleh guru fisika sebesar 43 dan 55 dengan kriteria “baik”, sehingga perangkat pembelajaran ini layak digunakan dengan sedikit revisi. Hasil keterlakasanaan pembelajaran selama empat kali diperoleh skor rata-rata 25, 25.5, 24, dan 24.5 peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dari hasil observasi diperoleh ketercapaian sebesar 68.55%, 75.49%, 80.80%, dan 86.70% serta dari hasil tes sebesar 62.30%, 65.20%, 70.60% dan 77.40%. Berdasarkan hal di atas, maka perangkat pembelajaran berbasis problem solving dalam penelitian ini dapat dikategorikan layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa
Analisis Kemampuan Dasar Keterampilan Proses Siswa Kelas XI IPA Melalui Metode Eksperimen pada Pokok Bahasan Elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015 Leni Setia Nendrasari; Sriyono Sriyono; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa, aspek yang paling tinggi dan rendah, serta hubungan antara aspek investigasi, observasi, klasifikasi, prediksi, interpretasi, dan komunikasi dengan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif guna memperoleh data mengenai perkembangan kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri dengan jumlah 100 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian statistik deskriptif menunjukkan besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa dalam investigasi 86,58% berkategori sangat baik, observasi 84,37% berkategori sangat baik, klasifikasi 83,25% berkategori sangat baik, prediksi 75,75% berkategori baik, interpretasi 79,75% berkategori baik, dan komunikasi 78,58% berkategori baik. Aspek yang paling tinggi investigasi sedangkan aspek yang paling rendah prediksi. Hasil analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa: hubungan investigasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,851, observasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,876, klasifikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,051, prediksi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,833, interpretasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,516, dan komunikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,767. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen pada pokok bahasan elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2014/2015 sudah berkembang dengan sangat baik.
Efektivitas Model Pembelajaran Scientific Inquiry Berbasis Pictorial Riddle dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Adimulyo Kebumen Siska Fitri Rahayu; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui bagaimana efektivitas model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitain deskriptif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas penggunaan model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Adimulyo yang berjumlah 32. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes tertulis, observasi, aangket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil belajar kognitif mengalami mengalami peningkatan sebesar 30,41%, sedangkan pada hasil belajar afektif meningkat sebesar 23,11%. Presentase ketuntasan belajar siswa yang diperoleh yaitu sebesar 87,5% dan respon siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung sebesar 93,90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Model Pembelajaran Kooperatif TGT Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Belajar IPA Jasmin Jasmin; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian kelas VII G SMP Negeri 2 Buayan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 pada pokok bahasan Wujud Zat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi partisipasi siswa, angket keaktifan siswa, angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes akhir siklus. Analisis data menggunakan teknik persentase yang dihitung dengan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA kelas VII G SMP Negeri 2 Buayan tahun pelajaran 2013/2014. keaktifan belajar siswa naik dari 57,02% pada pra siklus menjadi 64,91% pada siklus 1 dan naik kembali menjadi 75,88% pada siklus 2. Hal ini dapat diketahui hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata tes semester yang lalu sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada tes akhir siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 81 pada tes akhir siklus 2. Respon siswa pun sangat positif terhadap pembelajaran TGT. Respon siswa terhadap pembelajaran sebelumnya sebesar 66,8% sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran TGT sebesar 69% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 75,4%.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Fisika Kelas XI.IPA Semester II SMA se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 Umi Mukhiyatun Khasanah; Eko Setyadi Kurniawan; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kecerdasan emosional dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas XI.IPA Smester II SMA se-Kabupaten Kebumen. Penelitian dilakukan di SMA di Kabupaten Kebumen dengan startified random sampling, sempel berjumlah 243 siswa kelas XI.IPA SMA se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat dan uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar fisika dengan nilai sign. perhitungan (0,517 > 0,005), terdapat pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar fisika dengn sumbangan mandiri 2,8%, terdapat pengaruh kebiasaan belajar terhadap kecerdasan emosional dengan sumbangan mandiri 33,9% dan terdpat pengaruh kecerdasan emosional dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas XI.IPA SMA se-Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2013/2014
Penerapan Pendekatan Probing Prompting Termodifikasi untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI.MOA SMK Purnama 2 Gombong Tahun Pelajaran 2014/2015 Alan Romadloni; Eko Setyadi Kurniawan; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui apakah penerapan pendekatan probing prompting termodifikasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XI.MOA SMK Purnama 2 Gombong tahun pelajaran 2014/2015. Sebagai subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI.MOA SMK Purnama 2 Gombong Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, penerapan pembelajaran Probing Prompting Termodifikasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dengan indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebesar 25% siswa mengalami peningkatan minat dan hasil belajar. Hal ini ditandai dengan meningkatnya rata-rata persentase minat dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Sebelum digunakan pendekatan Probing Prompting Termodifikasi persentase minat dan hasil belajar siswa 21,92% dan 37,5%. Setelah menerapkan pendekatan Probing Prompting Termodifikasi pada siklus I meningkat menjadi 40,04% dan 56,25%. Dan pada siklus II meningkat menjadi 73,12% dan 87,5%. Sehingga pendekatan pembelajaran Probing Prompting Termodifikasi dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam proses pembelajaran guna meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.