Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Penilaian Kinerja Praktikum Berbasis Generik Sains untuk Mengukur Keterampilan Peserta Didik SMA Kelas X Tri Sumarni; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk perangkat penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains untuk mengukur keterampilan peserta didik. PenelitianPengembangan dilakukan dengan mngadopsi model ADDIE yaitu Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek penelitian yang dikalsanakan dengan 54 peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 1 Binangun Tahun Pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon peserta didik yang sebelumnya telah divalidasi keabsahanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa lembar penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains dari empat validator yaituduadosen ahli dan dua guru fisikalayak digunakan untuk mengukur keterampilan dengan mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,36 dengan percentage agreement sebesar 93,50%. Lembar penilaian kinerja praktikum yang dikembangkan cukup baik digunakan dalam pembelajaran dengan rerata 3,50. Respon peserta didik pada lembar penilaian kinerja praktikum yang dikembangkan baik digunakan dalam pembelajaran dengan rerata sebesar 3,23. Hasil ketercapaian peserta didik menggunakan lembar penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains untuk mengukur keterampilan pada pertemuan pertama di kelas X IPA 3 mencapai rerata 3,05 dalam kategori baik, pada pertemuan kedua di kelas X IPA 2 mencapai rerata 3,18 dengan kategori baik. Dengan demikian, produk pengembangan penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains layak digunakan sebagai perangkat penilaian dan berdasarkan hasil ketercapaian maka penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains yang dikembangkan dapat mengukur keterampilan dalam menggunakan alat ukur.
Pengembangan Modul Fisika SMA Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mengoptimalkan Karakter Peserta Didik Febri Hidyanto; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan untukmengetahui kelayakan modul fisika berbasis kearifan lokal dalam mengoptimalan karakter peserta didik.Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate.Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wadaslintang dengan subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes, sebelum instrument digunakan dalam penelitian terlebih dahulu dilakukan validasi sehingga instrument tersebut layak digunakan.Modul fisika berbasis kearifan lokal yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dengan hasil validasi modul dari tiga validator yaitu dua dosen ahli dan guru fisika mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,22,dengan percentage agreementsebesar 94% sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran pengoptimalan karakter peserta didik terhadap modul fisika berbasis kearifan lokaldikategori sangat baik dengan persentase 86%. Dengan demikian, modul fisika berbasis kearifan lokal yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat mengoptimalkan peserta didik.
Pengembangan Modul Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Dasar Pada Peserta Didik Fikriyani Zakariya; Nur Ngazizah; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan modul berbasis discovery learningyang layak dan dapat meningkatkan keterampilan proses dasar pada peserta didik. Model pengembangan mengacu pada ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation, Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Purworejo dan dilaksanakan di SMA Negeri 11 Purworejo dengan subyek penelitian yaitu peserta didik kelas X1 dan X4 tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 5 peserta didik pada tahap uji coba terbatas dan 31 peserta didik pada tahap uji coba luas. Hasil analisis data yaitumodul berbasis discovery learning yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil validasi modul berbasis discovery learning yang dikembangkan diperoleh dari empat validator yaitu dua dosen ahli dan dua guru fisika diperoleh rerata 4,31. Uji reliabilitas diperoleh percentage agreement 96,5%. Respon peserta didik terhadap modul berbasis discovery learning dalam uji coba terbatas adalah baik. Berdasarkan analisis data keseluruhan aspek didapatkan skor aktual 284, sehingga diperoleh rerata 3,79; peningkatan keterampilan proses dasar peserta didik termasuk kategori peningkatan sedang. Persentase keterampilan proses dasar sebesar 73,94%, sehingga diperoleh gain 0,56; respon peserta didik terhadap modul berbasis discovery learning yang telah dikembangkan yaitu sangat baik, dengan rerata 4,24. Dengan demikian, modul berbasis discovery learning yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan keterampilan proses dasar pada peserta didik.
Pengembangan Instrumen Sikap Sains Dalam Pembelajaran Fisika SMA Afifah Meilantika; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan dan mengetahui kelayakan instrumen sikap sains penilaian hasil pengembangan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Pejagoan, MAN 1 Kebumen, SMA Negeri 2 Purworejo, dan SMA Negeri 10 Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dengan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Validasi produk pengembangan instrumen penilaian ini mencakup 1) uji dosen ahli, 2) uji guru Fisika, 3) uji keterbacan respon peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan angket sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar wawancara, lembar validasi, lembar respon peserta didik, dan lembar penilaian sikap sains. Berdasarkan data hasil validasi dari dosen ahli diperoleh rerata skor 3,96 dengan interpretasi “baik”, dari guru Fisika diperoleh rerata skor 4,58 dengan interpretasi “sangat baik”sedangkan dari uji keterbacaan respon peserta didik terhadap instrumen penilaian sikap sains hasilnya juga baik sehingga instrumen penilaian ini layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran Fisika dengan revisi. Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan dengan menggunakan analisis faktor eksploratori diperoleh nilai KMO MSA atau Kaiser-Mayer-Olkin Sampling Adequacy sebesar 0,760 dengan taraf signifikansi pada 0,000 dan keragaman total yang mampu diterangkan oleh 8 faktor yang terbentuk sebesar 56,853% serta diperoleh 30 soal valid dimana setiap item sudah merujuk pada indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil uji coba lapangan diperoleh rerata skor 3,19 dengan persentase 80,00% dengan interpretasi baik dan reliabilitas dengan nilai alpha sebesar 0,819. Dengan demikian instrumen sikap sains dalam pembelajaran fisika SMA layak digunakan sebagai alternatif instrumen penilaian sikap sains peserta didik dalam pembelajaran fisika.
Efektivitas Penerapan Lembar Kerja Praktikum Fisika Berbasis Literasi Sains untuk Meningkatkan Keterampilan Memecahkan Masalah dan Sikap Ilmiah Siswa SMA Kelas X MIPA Evi Nurhidayati; Eko Setyadi Kurniawan; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui efektivitas penerapan lembar kerja praktikum fisika berbasis literasi sains dalam meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan sikap ilmiah siswa SMA Kelas X MIPA. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 3 Purworejo. Sampel diambil menggunakan teknik purpose sampling sehingga diperoleh kelas X MIPA 3 dengan jumlah siswa 32 sebagai kelas eskperimen dan kelas X MIPA 1 dengan jumlah siswa 31 sebagai kelas kontrol. Data diperoleh menggunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data kedua kelas dalam keadaan homogen karena Fhitung<Ftabel dengan Fhitung 1,098; Ftabel 1,835; SD 2,139 dan varian 4,577 (kelas eksperimen); serta SD 2,242 dan varian 5,026 (kelas kontrol). Rerata persentase skor total praktikum pada kelas eksperimen sebesar 90,00% sedangkan kelas kontrol sebesar 79,00%. Persentase keterampilan memecahkan masalah kelas eksperimen sebesar 20,51% dengan gain 0,205 kategori rendah sedangkan kelas kontrol sebesar 11,70% dengan gain 0,117 kategori rendah. Persentase sikap ilmiah awal dan akhir pada siswa kelas eksperimen sebesar 80,80% dan 81,58% dengan gain 0,041 kategori rendah sedangkan pada siswa kelas kontrol sebesar 85,05% dan 81,79% dengan gain 0,218 kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penerapan lembar kerja praktikum fisika berbasis literasi sains efektif dalam meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan sikap ilmiah siswa SMA Kelas X MIPA.
Diagnosis Kesalahan Siswa Kelas XI IPA Dalam Menyelesaikan Soal Fisika Berdasarkan Literasi Sains di SMA Negeri 5 Purworejo Fina Hidayati; Sriyono Sriyono; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui persentase siswa kelas XI.IPA yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal fisika berdasarkan literasi sains di SMA Negeri 5 Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan metode analisis dokumen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2 dan XI IPA 3 dengan jumlah 93 siswa. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumen. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal UKK fisika SMA kelas XI.IPA dan lembar jawab siswa kelas XI.IPA semester II SMA Negeri 5 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase kesalahan siswa kelas XI.IPA dalam menyelesaikan soal fisika berdasarkan literasi sains di SMA Negeri 5 Purworejo diperoleh pada aspek konten atau pengetahuan 34,40% dan aspek konteks aplikasi 45,44%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata persentase kesalahan siswa kelas XI.IPA dalam menyelesaikan soal fisika berdasarkan literasi sains termasuk pada kategori sangat rendah.
Pengembangan Instrumen Untuk Mengukur Kemampuan Komunikasi Sains Siswa SMA Diana Kartika; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan instrumen kemampuan komunikasi sains siswa SMA yang valid dan reliabel. Subjek uji coba yaitu siswa kelas IX IPA SMA yang menggunakan metode pengembangan dengan model 4-D (define, design, develop, dan disseminate) berjumlah 227 siswa SMA Negeri 2 Purworejo, SMA Negeri 5 Purworejo, MA Negeri 1 Kebumen dan MA Negeri Kutowinangun. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, angket, lembar validasi dan lembar keterbacaan. Uji Validitas yang terdiri dari validitas isi melalui telaah ahli, validitas konstruk dengan analisis faktor konfirmatori, sedangkan uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach. Berdasarkan hasil validasi ahli diperoleh rerata skor 3,9 dengan interpretasi “ baik”, validasi guru Fisika diperoleh rarata skor 4,3 dengan interpretasi “sangat baik” sedangkan hasil analisa faktor konfirmatori membentuk keragaman total yang mampu diterangkan oleh 5 faktor yang terbentuk sebesar 51,855% dimana masing-masing item sudah merujuk pada indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil analisis reliabilitas instrumen diperoleh hasil sebesar 0,886 sehingga instrumen penilaian ini layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran. Ketercapaian pengukuran pada kemampuan komunikasi sains diperoleh rerata sebesar 3,68 dengan interpretasi “baik”. Dengan demikian instrumen untuk mengukur kemampuan komunikasi sains siswa SMA dapat dikatakan layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran Fisika SMA/MA.
Pengembangan Instrumen Assessment Sikap Ilmiah Berbasis Self Assessment Dalam Pembelajaran Fisika SMA Feri Indriastuti; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan instrumen penilaian yang layak. Metode penelitian pengembangan mengacu pada model ADDIE yang dilakukan dengan subjek uji coba siswa kelas XI IPA 2 SMA N 5 Purworejo, siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 Kebumen, siswa kelas XI IPA 3 MAN Kutowinangun, siswa kelas XI IPA 3 SMA N 2 Purworejo. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan angket, sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara, lembar validasi, lembar keterbacaan, dan lembar penilaian sikap ilmiah yang telah divalidasi keabsahannya. Berdasarkan hasil validasi oleh dosen ahli diperoleh rerata skor 3,96 dengan interpretasi “baik” sedangkan validasi oleh guru fisika diperoleh rerata skor 4,50 dengan interpretasi “sangat baik”. Ketercapaian penilaian sikap ilmiah diperoleh rerata sebesar 2,87 dengan interpretasi “baik”. Dari hasil uji validitas konstruk menggunakan analisis faktor konfirmatori diketahui keragaman total yang mampu diterangkan oleh 8 fakor yang terbentuk sebesar 63,773% dan diperoleh 43 soal valid dimana setiap item sudah merujuk pada indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Reliabilitas instrumen yang dihitung dengan persamaan Alpha Cronbach diperoleh koefisien sebesar 0,934 serta nilai standard error of measurement sebesar 0,096. Dengan demikian instrumen penilaian sikap ilmiah berbasis self assessment layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran Fisika.
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik untuk Mengukur Sikap Sosial Peserta Didik SMA Kelas X pada Pembelajaran Fisika Nadya Nur Anggraheni; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan instrumen penilaian autentik yang layak digunakan untuk mengukur sikap sosial peserta didik SMA kelas X pada mata pelajaran fisika dengan pokok bahasan Optik Geometri. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA-1 dan X MIA-2, SMA Negeri 5 Purworejo yang berjumlah 58 peserta didik. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model disajikan dengan menggunakan penilaian proyek dan pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh skor validasi ahli sebesar 3,399 dengan kategori baik. Sedangkan hasil validitas butir soal diperoleh rerata skor sebesar 0,601 dengan kategori tinggi dan hasil perhitungan reliabilitas adalah sebesar 0,959 dengan kategori reliabilitas sempurna. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunkan penilaian autentik adalah sebesar 3,39 dengan kategori baik. Serta respon peserta didik terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan penilaian autentik mendapatkan skor sebesar 85,8%. Dengan demikian Lembar Penilaian Autentik untuk Mengukur Sikap Sosial Peserta Didik SMA kelas X pada Mata Pelajaran Fisika layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran fisika.
Analisis Buku Ajar Fisika Kelas X MIA Semester II Berdasarkan Literasi Sains di SMA Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Siti Kholipah; Nur Ngazizah; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui cakupan kategori literasi sains dalam buku-buku ajar fisika kelas X MIA Semester II yang banyak digunakan di SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan metode analisis dokumen (documentary analysis). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan buku yang paling banyak digunakan peserta didik kelas X MIA SMA Negeri di Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 dan K-13, yaitu buku A karya Marthen Kanginan, buku B karya Sarwanto & Ana Rufaida dan buku C karya Bagus Raharja, V.K. Sally, dan R.N. Das Gupta. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori sains sebagai batang tubuh pengetahuan buku A, B, dan buku C berturut-turut 83,13%, 75,21%, dan 58,33%, sains sebagai cara penyelidikan, 73,96%, 75,42%, dan 50,83%, sains sebagai cara berpikir, 74,17%, 65,00%, dan 49,17%, dan Interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat 70,42%, 64,58% dan C 51,46%. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata persentase akhir penelitiaan buku A 75,42%, buku B 70,05%, dan buku C 52,45%. Menurut analisis kualitas buku ajar, buku A tergolong dalam kriteria “sangat baik” dan buku B dan buku C tergolong dalam kriteria “baik “.