Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

"Dampak Kesehatan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga: Tinjauan Kesehatan Masyarakat di Indonesia" maulita, risna; Nurdin, Ambia; Dinen, Kiki Asrifa; Fitria, Ully
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/19xc1q78

Abstract

Asuransi kesehatan dan akses kredit mikro memiliki peran penting dalam mengurangi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia. Metode evaluasi dampak Propensity Score Matching (PSM) digunakan untuk mengestimasi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia dengan data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guncangan kesehatan secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan konsumsi rumah tangga baik pada konsumsi makanan dan bukan makanan. Asuransi kesehatan membantu melindungi rumah tangga dari beban finansial yang tidak terduga akibat biaya kesehatan yang tinggi, sementara akses kredit mikro memberikan kesempatan bagi rumah tangga untuk memperoleh modal tambahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Dampak Kesehatan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga: Tinjauan Kesehatan Masyarakat Di Indonesia Nurdin, Ambia; Rahayu, Dian; Khairuman, Khairuman; Maulita, Risna
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/g41m9631

Abstract

Asuransi kesehatan dan akses kredit mikro memiliki peran penting dalam mengurangi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia. Metode evaluasi dampak Propensity Score Matching (PSM) digunakan untuk mengestimasi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia dengan data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guncangan kesehatan secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan konsumsi rumah tangga baik pada konsumsi makanan dan bukan makanan. Asuransi kesehatan membantu melindungi rumah tangga dari beban finansial yang tidak terduga akibat biaya kesehatan yang tinggi, sementara akses kredit mikro memberikan kesempatan bagi rumah tangga untuk memperoleh modal tambahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Strategi Pengembangan Desa Sehat Melalui Inisiasi Koperasi Komunitas Peternakan, Pertanian dan Penguatan Empati Sosial di Desa Lampeuneuen, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar Alkautsar, Alkautsar; Makmur, Ali; Tajir, Ahmad; Ulya, Khairatul; Khismullah, Khismullah; Maulita, Risna; Alfinura, Ananda; Eldawani, Eldawani; Tahira, Annisa Putri; Baliza, Khaira; Yustiana, Yustiana; Muksin, Muksin; Aulia, Tri Aldha; Arifa, Umul; Asfardin, Asfardin; Dasrita, Dasrita; Rais, Muhammad; Akbar, Mizan
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qenjb444

Abstract

Pengembangan desa sehat merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi. Desa Lampeuneuen, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan. Namun, sebagian besar kegiatan usaha masyarakat masih dilakukan secara individu sehingga kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum optimal.  Maka telah dilaksanakan  Program Pengabdian  kepada  Masyarakat  (PKM)  selama  20  hari  yang  berfokus  pada peningkatan  kemampuan  manajemen  usaha  pembibitan  ayam  hibrida  lokal. Program ini menargetkan 18 kader wirausaha  (kelompok peternak, tani dan mahasiswa KKN kelompok 29 Universitas Abulyatama) melalui penyuluhan dan demonstrasi teknis, termasuk inseminasi buatan dan kesehatan ternak. Hasilnya, program ini dinilai sangat berhasil dengan transfer pengetahuan dan keterampilan yang signifikan: 97% peserta sangat menguasai materi   dan   98%   sangat   menguasai   demonstrasi   teknis.   Keberhasilan   ini dikuatkan oleh 90% tingkat kepuasan peserta, yang menyatakan manfaat besar. Sebagai tindak lanjut, peserta merekomendasikan perpanjangan durasi pelatihan hingga tiga bulan dan perluasan cakupan ke jenis hewan ternak lain nya.