Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

South China Sea Conflict and Indonesia's Strategy Toward Indonesia Emas 2045 Ras, Abdul Rivai; Soemantri, Asep Iwa; Asih Yulianto, Bayu; Yudho Prakoso, Lukman; Risahdi, Muhammad
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i11.2079

Abstract

The South China Sea (SCS) is a strategically vital maritime area, rich in resources and international trade routes, yet prone to territorial disputes. Although Indonesia does not claim the SCS, it faces challenges regarding the Natuna Sea Exclusive Economic Zone (EEZ) due to unilateral claims by China. This study analyzes the dynamics of the SCS conflict and Indonesia’s strategies toward achieving Indonesia Emas 2045 through strengthened maritime security, diplomacy, and resource management. A qualitative descriptive method with document and statistical data analysis is applied. Findings indicate that maritime surveillance, defense modernization, and multilateral cooperation are essential to safeguarding sovereignty and enhancing Indonesia’s regional position.
Ancaman Non-Militer dan Strategi Penegakan Hukum Maritim Indonesia Yudho Prakoso, Lukman; Risahdi, Muhammad; Asih Yulianto, Bayu; Yusnaldy , Yusnaldy; Lestari, Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32564

Abstract

Penelitian ini membahas ancaman non-militer terhadap keamanan maritim Indonesia, termasuk illegal fishing, perompakan, penyelundupan, dan kerusakan lingkungan laut. Fokus penelitian adalah menganalisis strategi penegakan hukum yang diterapkan oleh lembaga terkait untuk menjaga kedaulatan dan keamanan perairan nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen, wawancara narasumber, dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum sangat bergantung pada koordinasi antar-lembaga, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta dukungan regulasi yang jelas. Penelitian ini memberikan rekomendasi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan integrasi teknologi untuk menghadapi ancaman non-militer secara berkelanjutan.
Diplomasi Maritim Indonesia di Tengah Ketegangan Regional Risahdi, Muhammad; Lestari, Amin; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Legowo, Endro
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32567

Abstract

This study examines Indonesia’s maritime diplomacy amid regional tensions in Southeast Asia. The research focuses on strategies employed to safeguard maritime sovereignty, strengthen regional cooperation, and mitigate potential conflicts in strategic waters such as the North Natuna Sea and the South China Sea. Utilizing a qualitative approach through document analysis, official reports, and expert interviews, the findings indicate that Indonesia’s maritime diplomacy effectively fosters intergovernmental coordination, enhances maritime surveillance, and strengthens Indonesia’s bargaining position in regional negotiations.
Integrasi AI dan Patroli Laut Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045 Soemantri, Asep Iwa; Risahdi, Muhammad; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Lestari, Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32569

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem patroli laut untuk meningkatkan keamanan dan kedaulatan perairan Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan jalur perdagangan internasional yang vital, Indonesia menghadapi berbagai ancaman hibrida seperti perompakan, illegal fishing, penyelundupan, dan gangguan siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama narasumber kunci dari TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta ahli keamanan maritim, didukung oleh studi literatur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara AI dan patroli laut konvensional meningkatkan efektivitas pengawasan hingga 30–35%, memungkinkan deteksi dini, analisis pola ancaman, dan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan. Selain itu, integrasi ini memperkuat koordinasi antar-lembaga seperti TNI, Bakamla, dan KKP, serta mendukung diplomasi maritim melalui penyediaan data intelijen yang akurat untuk negosiasi bilateral dan multilateral. Temuan juga mengungkap bahwa sistem AI berkontribusi dalam mitigasi ancaman siber dengan mendeteksi lebih dari 60% potensi serangan pada sistem navigasi kapal. Strategi ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan kedaulatan maritim, keamanan nasional, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Meski demikian, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur sensor di wilayah terpencil dan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM masih perlu menjadi fokus perbaikan ke depan.
Poros Maritim Dunia: Mewujudkan Kedaulatan Indonesia Melalui Teknologi Cerdas Setiawibawa, Rachmat; Risahdi, Muhammad; Prakoso, Lukman Yudho; Yusnaldy, Yusnaldy; Lestari , Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi cerdas dalam mewujudkan kedaulatan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan wilayah perairan strategis, Indonesia menghadapi berbagai ancaman tradisional dan non-tradisional seperti perompakan, illegal fishing, pelanggaran wilayah, dan ancaman siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara mendalam dengan pejabat TNI AL, Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta observasi lapangan di wilayah rawan seperti Laut Natuna Utara dan Selat Malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI), drone, dan satelit secara signifikan meningkatkan efektivitas patroli laut, dengan kemampuan deteksi ancaman mencapai akurasi 92% dan perluasan cakupan patroli hingga 35%. Selain itu, teknologi ini memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan, memperkuat koordinasi antar-lembaga melalui sistem komando terpadu, serta mendukung diplomasi maritim dengan menyediakan data intelijen yang akurat. Meskipun demikian, implementasi teknologi cerdas masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur di wilayah timur Indonesia, kesenjangan kompetensi SDM, dan kendala anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi cerdas, didukung oleh pengembangan kapasitas personel dan kebijakan koordinatif yang tepat, merupakan kunci strategis dalam memperkuat kedaulatan maritim Indonesia serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
AI dalam Pengawasan Maritim Menghadapi Ancaman Hibrida di Asia Tenggara Rudiyanto, Rudiyanto; Yusnaldy, Yusnaldy; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Risahdi, Muhammad
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32572

Abstract

Penelitian ini menelaah peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efektivitas pengawasan maritim terhadap ancaman hibrida di kawasan Asia Tenggara. Ancaman hibrida, yang menggabungkan dimensi militer, siber, ekonomi, dan informasi, menuntut sistem keamanan laut yang adaptif dan cerdas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur strategis, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana AI mendukung deteksi dini, analisis data pergerakan kapal, serta penilaian risiko terhadap aktivitas non-konvensional yang mengancam stabilitas kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI mampu meningkatkan kemampuan deteksi dan mitigasi ancaman lintas batas melalui otomasi analisis data multi-sumber seperti AIS, radar satelit, dan citra optik. Selain itu, AI berkontribusi dalam memperkuat kerja sama keamanan regional antarnegara ASEAN melalui fusi data dan peningkatan maritime domain awareness. Kendati demikian, tantangan seperti kesenjangan teknologi, isu etika, dan ketergantungan pada sistem asing masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan AI secara kolaboratif dan etis berpotensi menjadi pilar penting dalam membangun arsitektur keamanan laut cerdas dan berkelanjutan di Asia Tenggara.