Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The OPTIMALISASI PEMBEKALAN PRANIKAH MELALUI INISIASI PENGELOLAAN BIRO JODOH TERINTEGRASI BIMWIN: ANALISIS YURIDIS NORMATIF Hidayat, Muhammad; Husnaldi, Meria; Nasrullah, Nasrullah
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 13 No 02 (2025): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v13i02.7484

Abstract

Tingginya angka perceraian membuat pemerintah melakukan berbagai upaya, salah satu yaitu Bimwin. Namun, program tersebut masih belum efektif dan optimal dengan tidak ada kewajiban calon pengantin mengikuti. Biro Jodoh syariah dimanfaatkan untuk menemukan jodoh dan memudahkan proses menuju pernikahan dengan tahapan-tahapan yang harus diikuti. Penelitian ini bertujuan memberikan usulan optimalisasi rendahnya efektivitas program Bimwin. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Penelitian ini menggunakan literatur terkait yang dikumpulkan berupa peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, buku, tugas akhir, dan berita daring. Hasil dari penelitian ini: efektivitas Bimwin masih sangat rendah dengan adanya celah dalam aturan, konsep Biro Jodoh telah banyak menghasilkan pasangan pengantin yang berkualitas dan memiliki sistem pendampingan tanpa jangka waktu, dan konsep biro jodoh terintegrasi dengan program pembekalan pra-nikah sangat potensial dalam mengoptimalkan Bimwin. Kesimpulan dari penelitian in layanan biro jodoh belum memiliki payung hukum, dan jika diintegrasikan dengan program pemeritah akan mengoptimalkan pembekalan pra-nikah tanpa penekanan kewajiban, namun dengan tahapan.
NAFKAH ISTRI DALAM RUMAH TANGGA MODERN: ANALISIS MAQASHID SYARI’AH TERHADAP STATUS NAFKAH ISTRI YANG BEKERJA Husnaldi, Meria; Hidayat, Muhammad; Nasrullah, Nasrullah; Huri, Arif Daman
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 13 No 02 (2025): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v13i02.9204

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah istri yang bekerja di luar rumah dalam konteks rumah tangga modern menimbulkan pertanyaan kritis terkait status hukum nafkah dalam Islam. Dalam fikih klasik, kewajiban memberikan nafkah sepenuhnya berada di pundak suami, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi istri. Namun, perubahan sosial menuntut pembahasan ulang sesuai dengan kondisi kontemporer terkait hal ini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis status hukum nafkah istri yang bekerja melalui pendekatan maqaṣhid syariʿah, guna memahami relevansi dan fleksibilitas hukum Islam dalam menjawab tantangan kontemporer. Penelitian ini berjenis library research atau studi kepustakaan yang pendekatan penelitiannya adalah kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah buku-buku fikih klasik dan kontemporer serta jurnal-jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip dasar kewajiban nafkah oleh suami tetap berlaku, namun maqaṣid syariʿah memungkinkan adanya penyesuaian berdasarkan prinsip taradhi (kerelaan bersama), kemaslahatan, dan keadilan. Oleh karena itu, keterlibatan istri dalam ekonomi keluarga tidak secara otomatis menggugurkan hak nafkahnya, selama tidak ada kesepakatan eksplisit yang mengubah tanggung jawab tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pembinaan keluarga berbasis maqaṣhid untuk menjamin harmoni relasi rumah tangga muslim di era modern.
PEMBERDAYAAN POTENSI MASYARAKAT BERBASIS KEISLAMAN DI ERA DIGITAL UNTUK KEMAJUAN DESA CIHEDEUNG UDIK, KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR Idharudin, Abdul Jabar; Yasyakur, Moch; Husnaldi, Meria
Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2025): Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/khidmatul.v6i02.7592

Abstract

Pemberdayaan kepada masyarakat merupakan strategi dalam membangun potensi masyarakat berbasis kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Dosen STAI Al-Hidayah Bogor dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan metode penelitian berbentuk kualitatif studi kasus, pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi serta analis data menggunakan deskriptif interpretatif dengan tempat penelitian di Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan harus tetap berada dalam kerangka ajaran Islam supaya tercipta kesejahteraan bersifat lahir dan batin yang berorientasi kemajuan duniawi dan kebahagiaan ukhrawi. Pengabdian kepada masyarakat di Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor dilaksanakan dalam pemberdayaan melalui program pemberdayaan desa pada bidang keagamaan, bidang Pendidikan dan pada kegiatan sosial. Pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman ini berimplikasi terhadap ketahanan keagamaan masayakat khususnya menghadapi keterbukaan informasi dan teknologi di era digital.
INTEGRASI NILAI KEAGAMAAN, KEMANDIRIAN EKONOMI, DAN KESEHATAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Muslim, Muslim; Kohar, Ade; Husnaldi, Meria
Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2025): Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/khidmatul.v6i02.9670

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah salah satu upaya peningkatan sumber daya masyarakat untuk mencapai kesejahteraan sosial. Penelitian ini membahas tentang optimalisasi pemberdayaan masyarakat melalai peningkatan ketakwaan, ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang berbasis kekeluargaan. Metode penelitian yang digunakan adalah community development, yang menekankan partisipasi aktif masyarakat yang merupakan subyek dari setiap program pembangunan. Keagamaan merupakan landasan utama untuk membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan beretika. Pemberdayaan ekonomi merupakan instrumen penting untuk memperkuat ketahahan ekonomi keluarga. Sedangkan aspek kesehatan dijadikan modal untuk membentuk keluarga yang sehat dan kuat secara jasmani. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan yang integratif dan berbasis keluarga mampu meningkatkan efektivitas program pemberdayaan serta memperkuat ketahanan sosial. Artikel ini merekomendasikan pentingnya kebijakan pembangunan yang menempatkan keluarga sebagai pusat intervensi, dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan secara berkelanjutan