Resmeiliana, Ika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eco-Friendly Ultrasound-Assisted Synthesis of Silver Nanoparticles Mediated by Tea Leaf Extracts and Their Potential Applications Muliawati, Nindya Tri; Fajar, Malik; Sholeha, Novia Amalia; Ramdhan, Mohamad Alief; Laila, Farida; Sujarnoko, Tekad Urip Pambudi; Yulianti, Wina; Supardan, Atep Dian; Listiasari, Faranita Ratih; Resmeiliana, Ika
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i5.18213

Abstract

The green synthesis of silver nanoparticles (AgNP) presents notable benefits, such as environmental sustainability, simplicity, cost-effectiveness, and scalability for industrial applications. This study utilized green tea leaves (Camellia sinensis), which are abundant in catechins and polyphenols, as natural reducing and stabilizing agents. Ultrasonic-assisted synthesis was utilized to improve extraction and reduction processes, as acoustic cavitation induced by ultrasonic waves facilitates efficient mass transfer, accelerates nucleation, and enhances nanoparticle dispersion. This method provides an environmentally sustainable and economically viable alternative to conventional AgNP synthesis, enhancing the sustainability of nanoparticle production. The successful synthesis of AgNP was evidenced by the distinct color change of the tea extract from green to brown, accompanied by the formation of a brown colloidal suspension, in accordance with the Surface Plasmon Resonance (SPR) phenomenon. The UV-Vis spectrophotometric analysis confirmed AgNP formation, evidenced by a characteristic absorption peak at approximately 430 nm. The synthesized AgNPs were utilized as a colorimetric sensor for Fe³⁺ ions in aqueous solutions, demonstrating distinct color changes and SPR band shifts upon interaction with the metal. This illustrates their capability as environmentally friendly nanomaterials for the swift and precise detection of heavy metals, aiding in sustainable environmental monitoring. This research integrates ultrasonic-assisted synthesis with green tea extract, presenting a viable approach for the large-scale, environmentally sustainable production of nanoparticles.
Edukasi PHBS dan Budaya 5R Pada Santri Putra di Pondok Pesantren Thoyyibah Al Islami Bogor Anggraeni, Henny Endah; Resmeiliana, Ika; Paramitadevi, Yudith Vega; Apriliani, Fany
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.89-101

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang mendidik para santri berdasarkan ilmu keagamaan dan pendidikan umum. Para santri tinggal bersama di asrama (pondok) dibawah bimbingan para guru dan kyai. Permasalahan yang sering dihadapi di pondok pesantren meliputi permasalahan kesehatan, lingkungan, dan perilaku/kebiasaan para santri. Kondisi lingkungan pondok yang kurang bersih dan terawat, serta kasus penularan penyakit antar santri merupakan permasalahan yang perlu segera ditanggulangi secara tepat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi kepada para santri agar membiasakan diri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta budaya 5R (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin). Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi PHBS dan budaya 5R di Pondok Pesantren Putra Thoyyibah Al Islami Bogor dan mengetahui sejauh mana penerapan PHBS dan budaya 5R di kalangan santri putra. Metode pelaksanaan adalah pelatihan PHBS dan budaya 5R, menggunakan kuesioner, evaluasi, serta membuat media pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukan seluruh santri mengetahui teori tentang PHBS. Pengetahuan santri terhadap budaya 5R meningkat 59,1%. Sebanyak 80% santri pernah menderita scabies. Pembiasaan 5R yang perlu ditingkatkan adalah memisahkan barang yang masih dibutuhkan dan tidak dibutuhkan lagi, meletakan barang sesuai tempatnya dan memberi identitas kepemilikan barang, dan menjaga kebersihan lingkungan. Praktik PHBS yang perlu ditingkatkan terutama pada penyediaan air bersih dan makanan bernutrisi seimbang, pengelolaan sampah, tata cara mencuci tangan yang tepat, dan upaya memberantas jentik nyamuk. Kegiatan untuk menjamin keberlangsungan budaya 5R dan PHBS antara lain pelatihan secara berkala serta pendampingan untuk mengevaluasi budaya 5R dan PHBS menggunakan instrumen audit 5R dan indikator penilaian PHBS.