Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bernafas Lega, Belajar Ceria : Edukasi Tuberkulosis Untuk Guru SDN Sunter Agung 05 Arnanda, Nindi; Ramatillah, Diana Laila; Dyanto, Norman; Sentika, Elsa Dera; Gustianjani, Delia; Victoria, Brigita
BERDIKARI Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/berdikari.v8i2.8876

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular dengan angka insidensi tinggi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat, termasuk tenaga pendidik, dapat memperburuk risiko penularan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru SDN Sunter Agung 05 mengenai tuberkulosis, meliputi gejala, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan. Metode pelaksanaan berupa ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet edukatif yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru, ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata pengetahuan dari 32% pada pre-test menjadi 50% pada post-test. Peserta juga antusias dalam diskusi, terlihat dari pertanyaan yang diajukan mengenai pencegahan penularan di sekolah, risiko kambuh, hingga efektivitas pengobatan. Edukasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran guru sebagai agen edukasi kesehatan, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan aman dari penularan TB.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Gula Darah Kepada Masyarakat di Wilayah RW 13 Kelurahan Kalibaru Jakarta Utara Guna Langkah Deteksi Dini Diabetes Mellitus Victoria, Brigita; Alfinur, Muhammad; Asha, Asha; Karina, Karina; Isfani, Delia; Handoyo, Theodorus Rexa
BERDIKARI Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/berdikari.v8i2.8705

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat, terutama di wilayah perkotaan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan menjadi salah satu penyebab banyaknya kasus yang terdeteksi pada tahap lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga RW 13 Kalibaru, Jakarta Utara, mengenai pencegahan serta deteksi dini DM melalui penyuluhan dan pemeriksaan gula darah. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 58 orang, mayoritas usia dewasa dan lansia. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan pemeriksaan kadar gula darah menggunakan glukotest. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan skor tinggi (>75% benar) meningkat dari 25% pada pretest menjadi 65% pada posttest, sedangkan peserta dengan skor rendah menurun dari 40% menjadi 10%. Pemeriksaan gula darah menunjukkan 51,7% peserta berada pada kategori normal, 25,9% pra-diabetes, dan 22,4% diabetes. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta deteksi dini risiko DM. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif.
Kenalan Dengan Infeksi Saluran Kemih : Infeksi Kecil yang Bikin Repot Bersama Siswa SDN Sunter Agung 05 Jakarta Sari, Dini Permata; Arnanda, Nindi; Sentika, Elsa Dera; Victoria, Brigita
BERDIKARI Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/berdikari.v8i2.8877

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit infeksi terbanyak setelah infeksi saluran pernapasan dan dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak. Kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene dan pencegahan ISK menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya infeksi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pengertian, penyebab, gejala, serta upaya pencegahan ISK sejak dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif melalui presentasi, pemutaran video edukatif, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di SDN Sunter Agung 05 Jakarta pada tanggal 19 September 2025 dengan peserta sebanyak 30 siswa kelas 4. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 47,4% dari hasil pre-test ke post-test. Kegiatan ini berjalan lancar dan disambut antusias oleh peserta. Kesimpulannya, metode penyuluhan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya pencegahan ISK, sekaligus menjadi sarana peran aktif apoteker dalam edukasi kesehatan masyarakat.
Cost-Effectiveness Analysis of Antibiotics in Pneumonia Patients with Diabetes Mellitus Type 2 Victoria, Brigita; Piter, Piter; Aviatin, Memy; Siahaan, Selma Arsit Selto; Maylinda, Tashya Dhela
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 11 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v11i2.553

Abstract

Background: Pneumonia poses a high clinical and economic burden, particularly in patients with type 2 diabetes mellitus (DM). Selecting the appropriate antibiotic is essential to ensure both clinical effectiveness and cost efficiency. This study aimed to evaluate the cost-effectiveness of fluoroquinolone monotherapy compared to beta-lactam–macrolide combination therapy in BPJS inpatients with pneumonia and comorbid type 2 DM at Prof. Dr. Sulianti Saroso Infectious Diseases Hospital (RSPI) during 2023–2024. Methods: This retrospective observational study used a cost-effectiveness analysis (CEA) approach, drawing on medical record data. Effectiveness was measured based on the Pneumonia Severity Index (PSI) and length of stay, while total direct medical costs were analyzed to calculate the Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER).   Results: There was no significant difference in effectiveness or total direct medical costs between the two regimens. However, fluoroquinolone monotherapy had lower total costs (Rp10,090,591) and a smaller ACER value than the beta-lactam–macrolide combination (Rp13,386,045), suggesting that monotherapy was more cost-effective despite similar clinical outcomes. Conclusion: Although statistical differences were not significant, fluoroquinolone monotherapy appeared more cost-effective than beta-lactam–macrolide combination therapy for pneumonia patients with comorbid type 2 DM. These findings may support pharmacoeconomic-based decision-making in antibiotic selection. The study’s limitations include a small sample size, a single-center setting, and a retrospective design, which may affect generalizability.