Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS DAYA SAING APEL JAWA TIMUR (Studi Kasus Apel Batu, Nongkojajar dan Poncokusumo) Novi Itsna Hidayati; Teguh Sarwo Aji

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.731 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i1.563

Abstract

Apel yang terkenal di Jawa Timur adalah apel yang berasal dari Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Kabupaten Pasuruan (Nongkojajar). Tujuan penelitian ini adalah (a) menganalisa daya saing komoditas apel di Jawa Timur berdasarkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan apel impor, (b) menganalisa hasil sensitivitas hasil analisa keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif tersebut akibat adanya perubahan input dan output. Metode analisis yang digunakan adalah analisis keunggulan komparatif, analisis keunggulan kempetitif, analisis Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensirivitas digunakan untuk menganalisis dampak kebijakan harga maupun kebijakan investasi pertanian. Hasil analisis PAM dapat menunjukkan pengaruh individual maupun kolektif dari kebijakan harga dan kebijakan faktor domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisa rata-rata nilai DRCR sebesar 0,69 dan nilai rata-rata PCR sebesar 0,49. Dengan demikian analisa keunggulan kompetitif lebih besar dari analisa keunggulan komparatif, sehingga usahatani apel Jawa Timur masih mempunyai daya saing baik di pasar dalam negeri mapun pasar luar negeri. Analisis sensitivitas dengan naiknya harga bibit sebesar 10%, kenaikan upah tenaga kerja sebesar 10%, harga pupuk sebesar 10% dan penurunan output sebesar 10% menyebabkan perubahan DRCR dan PCR, akan tetapi nilainya masih dibawah satu. Hal ini berarti bahwa usahatani apel di Jawa Timur masih layak untuk diusahakan.
ANALISIS KELEMBAGAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM DEVERSIFIKASI PANGAN DI PASURUAN Teguh Sarwo Aji; Novi Itsna Hidayati

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.309 KB) | DOI: 10.35891/agx.v5i1.699

Abstract

Until now it  HAD a lot of institutions formed to participate in addressing the problem of providing  food for the people. Starting from the institution handling food producers, marketing and  distribution of food, food - re lated capital activities, food safety, food industry and other aspects of  food. There  was an institutional official government institutions, non - governmental pure, or which  was the formal and informal collaboration between government and society. This stud y aims to  identify local institutions that can be used to support the acceleration of food diversification  program; analyze the role of local institutions based on their potential to support the acceleration of  food diversification program in Pasuruan. In  areas of research results show that there are 27  (nineteen) of local institutions that have the potential to support the acceleration of food  diversification program. The institution consists of 4 institutional  family welfare programs, 4  village consultati ve body, 4 institutional farmer groups, 4 institutional study, 3 institutional youth  clubs and 4 farmers cooperative women. Based on the potential role of local institutions in  supporting the acceleration of food diversification program in Pasuruan shows t hat institutional  diversification  potentially support the Food program  was the first classification, namely the  family  welfare programs of  Village Gerbo,  village consultative body of  Gerbo,  village consultative body of Pucang  Sari ,  family welfare programs of  Pucang Sari, Farmers Group of Pucang Sari ,  family  welfare programs of  Village Suwayuwo,  f armers  g roup of Gerbo ,  Men  Jam'iah Tahlil  of  Pucang  Sari , Farmers Group  of Suwahyuwo ,  family welfare programs of  Pandaan Village, farmers  cooperative women  of G e rbo, farmers cooperative women  of  Pucang  Sari , NU  Moslem of  Pandaan,  NU  Moslem  of  Suwayuwo  
DAMPAK PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) TERHADAP PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA (Studi Kasus Di Desa Pucangsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan) Teguh Sarwo Aji; Mu’munatus Sholihah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.606 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program KRPL terhadap pola konsumsi pangan Rumah Tangga. Variable yang dianalisis yaitu jenis pangan dan asal pangan, kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Jumlah responden yang diambil sebanyak 58 Rumah Tangga, jumlah tersebut adalah total dari semua populasi. Dari hasil analisis pengeluaran bahwasannya rumah tangga sebelum menjadi anggota KRPL mempunyai pengeluaran rata-rata sebesar 650.000-700.000 /bulan/RT, sedangkan RT setelah menjadi anggota KRPL mempunyai pengeluaran rata-rata sebesar 550.000 - 600.000 /bulan/RT. Dari hasil analisis regresi diketahui hasil Uji t pada variabel jenis pangan 3.797> ttabel 1,676. Sedangkan hasil uji F 17,411 > dari f table 3,18. Artinya program KRPL berdampak pada pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga. 
ANALISIS STRUKTUR SISTEM KEMITRAAN PEMASARAN AGRIBISNIS SAYURAN (Studi Kasus di Kecamatan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan) Teguh Sarwo Aji

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.236 KB) | DOI: 10.35891/agx.v1i3.726

Abstract

Pemikiran sistem adalah untuk mencari keterpaduan antar bagian pemahaman yang utuh, yang diperlukan kerangka pikir baru yang dikenal sebagai pendekatan sitem. Pendekatan ini berupaya untuk menyelesaikan persoalan yang dimulai dari proses identifikasi sejumlah kebutuhan sehingga menghasilkan suatu operasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah dengan mengidentifikasi variabel yang berperan sebagai penggerak utama sistem dan mengetahui peubah-peubah yang mempunyai hubungan konstektual terhadap sistem kemitraan, sehingga akhirnya bisa dirumuskan model hubungan pengaruhnya antar elemen sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan metode diskusi oleh ahli dari kalangan perguruan tinggi, birokrasi dan praktisi serta lembaga terkait yang sekaligus menjadi respondennya. Data primer adalah pendapat dari tenaga ahli yang dilakukan secara musyawarah, sampel responden ditentukan secara purposive dengan persyaratan tertentu. Data skunder diperoleh dengan metode wawancara dengan responden spesifik dan melalui observasi langsung di Kabupaten Pasuruan, yang selanjutnya digunakan sebagai data rujukan awal. Hasil kajian terhadap struktur sistem diidentifikasi delapan elemen sistem yaitu : sektor masyarakat, kebutuhan program, tolok ukur, aktivitas yang dibutuhkan dan lembaga terkait. Analisis pembanding antar sub elemen diketahui peubah kunci, yaitu : petani dari elemen pelaku usaha, pembinaan pelaku, penjaminan modal dan dukungan pemerintah sebagai kebutuhan program, distribusi resiko dan keuntungan yang tidak adil sebagai kendala, jaminan kualitas, kuantitas dan pasar sebagai perubahan, pangsa pasr sebagai tujuan program serta tolok ukurnya adalah meningkatnya kualitas SDM. Dari hasil diskusipara ahli disintesa lima kriteria pola pemasaran yaitu : distribusi resiko dan profit yang adil, memperluas kesempatan kerja, peningkatan pendapatan petani, peningkatan keahlian SDM dan jaminan kualitas, kuantitas serta kontinuitas produksi. 
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURUNNYA HARGA JUAL APEL DI DESA ANDONOSARI TUTUR NONGKOJAJAR KABUPATEN PASURUAN Fadillah, Robiul; Aji, Teguh Sarwo
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis faktor yang mempengaruhi turunya harga jual apel di Nongkojajar, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Apel (Malus Pumila.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting bagi pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan ketua kelompok tani di Desa Andonosari, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani apel di desa Andonosari mulai tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat drastic,faktor yang mempengaruhi turunya harga jual apel sanglatlah banyak diantaranya adalah musim yang tidak menentu,buah apel bukan salah satu buah unggulan yang banyak di cari Masyarakat.Dengan adanya penurunan harga jual apel tersebut tidak banyak dari para petani yang mengalami kerugian dan beraliansi menanam jeruk,yang awalnya dari 100% para petani apel sekarang hanya tinggal 50%,karena Sebagian para petani disana memilih untuk menanam jeuk,holtikultura,dan juga memelihara hewan ternak.Meskipun begitu usaha petani apel di Desa Andonosari masi bisa dikembangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa petani apel di Desa Andonosari masih bisa berkembang dan memberikan keuntungan finansial yang signifikan, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan perekonomian bagi para petani yang ada di sana.
The Umkm Banana Chips Analisis Faktor-Faktor Keberhasilan Dalam Pengembangan Usaha Keripik Pisang Lumer (Studi Kasus Umkm Keripik Pisang Di Desa Pucangsari Kecamatan Purwodadi ) Aji, Teguh Sarwo; Kodir, Abdul
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11 No 2 (2024): Agrotechbiz: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v12i2.2122

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) are one of the important pillars of the Indonesian economy. MSMEs play a significant role in creating jobs, increasing people's income, and supporting national economic growth. One form of UMKM that has quite potential and is very popular with the public is the banana chips business. The melted banana chips innovation is a development of traditional banana chips by adding melted chocolate sauce, providing a unique and interesting taste sensation. The research objective in analyzing the success factors of the banana chips business is to analyze the influence of internal and external factors on the success of developing the banana chips business using the SWOT matrix. And Analyze the appropriate and influential factors for BMC recommendations in developing the banana chips business. The research location was carried out in Pucangsari village, Purwodadi subdistrict using qualitative methods. Qualitative methods are research approaches that focus on collecting and analyzing non-numerical data, such as words, images, or objects, to understand concepts, opinions, or experiences. This research can use survey methods to collect data from banana chips business actors, in-depth interviews with industry stakeholders, and secondary data analysis from previous studies. Research results Based on the SWOT matrix, the influencing factor in developing the banana chips business is the product diversification strategy using strengths to face various threats. Improving product quality so that it can compete with similar products already circulating on the market (S1, T1, T3), Promoting product excellence to increase consumer buying interest (S3, S4, S5, T1, T2), Maintaining product price stability so that it is affordable and attractive increasing consumers (S2, T2), Establishing partnerships with banana farmers and traders to provide quality raw materials at stable prices (S1, S2, T4). The appropriate strategy in developing a banana chips business is to implement 9 BMC components starting from determining the value offered (value proposition) which has distinctive characteristics and product advantages, selecting the right consumer segment through market survey activities, implementing sales strategies and appropriate promotion to attract consumer buying interest (customer relationship), utilize resources (key resources) both human resources, capital and raw materials in accordance with business needs, carry out hygienic production activities (key activities) and maintain product quality, provide convenience for product can be distributed quickly to buyers (channel), calculate capital requirements correctly (cost structure), identify business partners (key partners) correctly and identify opportunities for revenue sources correctly (revenue stream).
PENDAMPINGAN KOMUNITAS POKDARWIS PILANG DALAM PENGELOLAAN ANIMAL WASTE MENJADI KOMPOS ORGANIK UNTUK MENDUKUNG SUSTAINABILITY URBAN FARMING Aji, Teguh Sarwo; Farida, Alimatul; Nugroho, Matheus
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2024): (Oktober 2024)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/abdi_kami.v7i2.2689

Abstract

Animal waste management is an environmental challenge that can be turned into an economic opportunity through the right approach. This service program aims to assist the Pokdarwis Pilang community of Probolinggo City in managing animal waste into organic compost to support the sustainability of urban farming. The Asset-Based Community Development (ABCD) approach is used to empower the community by utilizing existing local assets, such as animal waste, community skills, and infrastructure support. The service process includes five stages: Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny. The Discovery stage focused on identifying local assets, where animal waste was found to be a valuable asset that was previously not managed properly. Through the Dream stage, the community formulated a shared vision to create a sustainable waste treatment system. The Design stage implemented technical training and procurement of composting infrastructure. At the Define stage, the community began to manage the waste treatment independently, followed by an evaluation of the results and social impact at the Destiny stage. The results showed an increase in the technical skills of Pokdarwis members, the establishment of a compost production unit, and changes in community behavior in waste management. In addition, the formation of partnerships with local markets helped improve the economic welfare of the community. The ABCD approach has proven effective in creating sustainable social change through community empowerment. Recommendations from this program are to expand the application of the ABCD approach to other communities and strengthen collaboration with stakeholders to support the sustainability of waste management and urban farming.
The Influence of  The Role And Performance of Farmers' Groups on The Productivity of Corn Farming In Karangasem Village, Wonorejo District Pasuruan Regency Aji, Teguh Sarwo; Wahyuni, Siti
Journal of Economic, Management and Entrepreneurship Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Satria Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61502/

Abstract

Low farmer participation in farmer groups poses a challenge to increasing farm productivity at the village level. This study aims to examine the influence of the role and performance of farmer groups on corn farming productivity in Karangasem Village, Wonorejo District, Pasuruan Regency. The role of farmer groups is assessed using five indicators: their function as learning classes, collaboration platforms, production and economic units, information channels, and institutional strengthening. Farmer group performance is measured through member participation, administration, activity planning, external cooperation, and achievement of group goals. This study used a quantitative approach with a survey method of 82 respondents who were active members of four farmer groups. Data analysis was conducted using multiple linear regression with classical assumption testing. The results show that, both partially and simultaneously, the role and performance of farmer groups have a positive and significant effect on corn farming productivity. The coefficient of determination (R²) value of 0.624 indicates that 62.4% of the variation in productivity can be explained by these two variables. This finding emphasizes the importance of strengthening farmer group institutions in supporting production increases. The study recommends ongoing interventions through technical assistance, farmer capacity building, and further studies with other variables such as access to capital, technology, and agro-climatic factors
Pendekatan SWOT dalam Merancang Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Penjualan Kompos Ko-Sulastri Aji, Teguh Sarwo; Rohmah, Siti Alfiyatur
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v3i2.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan kompos Ko-Sulastri dari PT Agrosip Alam Lestari. Ko-Sulastri adalah produk pupuk organik yang berasal pengolahan dari limbah pertanian, peternakan, dan perikanan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Maret hingga April 2025. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sebelum merumuskan alternatif strategi SWOT, penelitian ini terlebih dahulu melakukan analisis faktor internal dan kesternal untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Perusahaan. Berdasarakan hasil SWOT diketahui bahwa perusahaan berada pada Kuadran I dengan strategi pertumbuhan agresif (growth-oriented strategy) yang didukung dengan kondisi internal yang tinggi dan peluang eksternal yang besar untuk meningkatkan penjualan kompos Ko-Sulastri.
Implementasi Pemasaran Digital Bagi Penyandang Disabilitas Sebagai Upaya Meningkatkan Penjualan Online Aji, Teguh Sarwo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2678

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat pemasaran bisnis online bagi penyandang disabilitas ditujukan untuk membantu pengusaha kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan persiapan dan meninjau secara langsung kondisi dilapangan. Pada tahap survei, dilakukan diskusi langsung dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Rumah Hebat Disabilitas (REHAT) kelompok UMKM disabilitas binaan Dinas Sosial Kota Pasuruan guna identifikasi kebutuhan, peluang, serta tantangan yang ditemui para pengusaha kecil menengah. Selanjutnya,  pelaksana melanjutkan sosialisasi dan pendampingan implementasi pemasaran online. Hasil pengabdian kepada masyarakat  bahwa sebelum diadakan pendampingan implementasi pemasaran online, mayoritas pelaku usaha memiliki tingkat pemahaman yang masih rendah tentang pemasaran online. Namun, setelah penyampaian materi dan pendampingan implementasi pemasaran online, terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta mengenai implementasi pemasaran berbasis online.