Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Nanjung Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Sukmawati, Ika Kurnia; Patonah, Patonah; Kusriani, R Herni; Suhardiman, Aris; Sobandi, Mamay Maulana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3682

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting, terutama pada anak-anak. Kurangnya pemahaman tentang pencegahan ISPA serta rendahnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian ISPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ISPA, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengoptimalkan pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan praktik penanaman langsung. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan praktik budidaya TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pencegahan ISPA dari 93,5% menjadi 95,7% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta terbentuknya kelompok masyarakat yang berkomitmen memelihara kebun TOGA di lingkungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berbasis masyarakat dalam memberdayakan keluarga untuk mencegah ISPA dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat. Improving Community Health through ARI Education and TOGA Cultivation in Nanjung Village, Margaasih District, Bandung Regency Acute Respiratory Tract Infection (ARI) remains a major public health issue, particularly among children. Limited understanding of ARI prevention and the low utilization of family medicinal plants (TOGA) contribute to its high prevalence. This community service program aimed to enhance public knowledge of ARI, promote clean and healthy living behaviors, and optimize the use of TOGA through health education and practical planting sessions. The implementation involved interactive lectures, discussions, and hands-on TOGA cultivation. The results indicated an improvement in participants’ understanding of ARI prevention from 93.5% to 95.7% based on pre- and post-tests, and the establishment of community groups committed to maintaining TOGA gardens. These outcomes highlight the practical significance of community-based health education in empowering households to prevent ARI and sustain healthier living environments.  
REVIEW ARTIKEL: POTENSI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) SEBAGAI AGEN ANTIDIABETES Aliza, Rieztya; Kusriani, R Herni; Jafar, Garnadi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1901

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan strategi terapi yang efektif dan berkelanjutan. Keterbatasan terapi farmakologis seperti efek samping, biaya tinggi, dan kegagalan terapi jangka panjang mendorong pengembangan agen antidiabetes berbasis bahan alam. Daun binahong (Anredera cordifolia) secara empiris digunakan sebagai penurun kadar gula darah dan berpotensi sebagai agen antidiabetes. Artikel ini mereview aktivitas antidiabetes daun binahong berdasarkan 15 studi praklinis (2011–2025) yang mencakup penelitian in vivo, in vitro, dan molekuler. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada berbagai model hewan diabetes dalam rentang dosis tertentu, dengan efektivitas yang pada beberapa penelitian sebanding dengan obat antidiabetes oral standar. Selain efek hipoglikemik, daun binahong juga menunjukkan aktivitas pendukung berupa perbaikan kondisi metabolik, perlindungan terhadap komplikasi diabetes, serta perbaikan fungsi sel β pankreas. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas antidiabetes daun binahong bersifat multifaktorial dan konsisten pada berbagai model uji. Review ini menegaskan bahwa daun binahong memiliki aktivitas antidiabetes multifaktorial yang konsisten pada berbagai model praklinis, dengan mekanisme melibatkan regulasi insulin, aktivasi GLUT4, penghambatan α-glukosidase, serta perlindungan sel β pankreas. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis terpadu antara efektivitas, mekanisme molekuler, dan pola dosis efektif. Namun, standarisasi ekstrak dan uji klinis masih diperlukan sebelum implementasi klinis.