Aida Sulisna
Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Pra-Tindakan Terhadap Pemahaman Pasien Tentang Informed Consent Di Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru Aida Sulisna; Sri Agustina Meliala; Muhammad Adiul Ilham
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2655

Abstract

Pendahuluan Pemberian informed consent merupakan bagian penting dalam pelayanan medis yang menekankan hak pasien untuk mendapatkan informasi secara jelas sebelum tindakan medis dilakukan. Namun, tingkat pemahaman pasien terhadap informed consent seringkali masih rendah, yang dapat disebabkan oleh kurang efektifnya edukasi pra-tindakan yang diberikan. Tujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pra-tindakan terhadap pemahaman pasien tentang informed consent di Rumah Sakit Khusus mata Medan Baru, Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Pre Experimental Design, One Group Pretest-Posttest Design. Responden pasien yang melakukan tindakan medis dengan jumlah 100 responden, Hasil penelitian ini menunjukan pada variabel materi dimana nilai rata-rata sebelum diberikan pemahaman Informed consent 1.40 dan sesudah diberikan meningkat menjadi 1.58 dengan nilai p=0.010 < P= 0.05. Variable waktu dengan nilai rata-rata sebelum diberikan pemahaman Informed consent 1.45 setelah diberikan meningkat menjadi 1.64 dengan nilai p= 0.013 < p= 0.05. Variabel media sebelum diberi pemahaman Informed consent dengan nilai rata-rata 1.40 setalah diberikan meningkat 1.55 dengan nilai p=0.016 < p=0.05. Variabel metode sebelum diberi pemahaman Informed consent dengan nilai rata-rata 1.40 setelah diberikan meningkat 1.58 dengan nilai p=0.015 < P= 0.05. Kesimpulan hubungan antara edukasi pra-tindakan dan pemahaman informed consent bersifat signifikan, yang menunjukkan bahwa semakin baik edukasi diberikan, maka semakin tinggi pula tingkat pemahaman pasien mengenai informed consent. Saran menjadikan edukasi pra-tindakan sebagai prosedur wajib yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi sebelum tindakan medis. Dan meningkatkan keterampilan komunikasi, menggunakan metode edukasi yang sesuai dengan latar belakang pasien, serta memastikan bahwa informasi yang diberikan benar-benar dipahami oleh pasien sebelum menandatangani informed consent.
Pengaruh Kebijakan BPJS Kesehatan Tentang Sistem Rujukan Berjenjang Terhadap Penurunan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru Aida Sulisna; Hana Dhini Julia Pohan; Sri Agustina Meliala
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 1 No. 1 (2023): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.29 KB) | DOI: 10.59435/jimnu.v1i1.36

Abstract

Dalam sistem rujukan berjenjang masyarakat yang akan berobat ke Rumah Sakit Umum dengan kartu BPJS harus mendapatkan rujukan dari dokter klinik/puskesmas. untuk mengetahui pengaruh kebijakan BPJS kesehatan tentang sistem rujukan berjenjang terhadap penurunan pasien rawat jalan Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian; seluruh pasien BPJS rawat jalan sebanyak 25.012 orang. Sampel; 100 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data; data primer, skunder dan tersier. Analisis data; analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji statistik regresi logistik. pengetahuan nilai p-value = 0,002<0,05. sikap nilai p-value = 0,003<0,05. informasi nilai p-value = 0,001<0,05. Hasil menunjukkan bahwa faktor (pengetahuan, sikap dan informasi) memiliki pengaruh terhadap penurunan pasien rawat jalan. Faktor yang paling berpengaruh adalah sikap, dimana sikap menunjukkan nilai OR 46,166. Artinya sikap yang negatif cenderung 46 kali lipat memiliki pengaruh terhadap penurunan pasien rawat jalan. Ada pengaruh pengetahuan, sikap dan informasi terhadap penurunan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru.
Analisis Penerapan Sirkulasi Udara Dan Keamanan Ditempat Kerja Pada Petugas Rekam Medis Rumah Sakit Khoirotun Najihah; Aida Sulisna; Amirah Salsabila
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 1 No. 1 (2023): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v1i1.40

Abstract

Rekam medis berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, pemeriksa, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien selama masa perawatan. Rekam medis yang bermutu tinggi berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayananrumah sakit. Banyak faktor lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja serta kecelakaan kerja. Adapun faktor yang memiliki potensi bahaya dari segi lingkungankerja meliputi sirkulasi udara dan keamanan. Tujuan: penelitian untuk mengetahui penerapan aspek ernogonomi lingkungan tersebut pada petugas rekam medis diRumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan Tahun 2022. Metode: penelitian bersifat kualitatif deskriptifyang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas. Informan penelitian sebanyak 5 orang. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil: penelitian menunjukkan faktor sirkulasi udara, dapat memengaruhi ergonomi lingkungan Ruang Rekam Medis. Kemudian aspek keamanan tidak berpengaruh karena sudah sesuai dengan standar di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan. Kesimpulan: penelitian masih kurangnya sirkulasi udara, sedangkan untuk keamanan yang sudah baik di Ruang Rekam Medis Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan. Disarankan Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan untuk membenahi sirkulasi udara dan tetap mempertahankan keamanan ditempat kerja.