Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja di SMP Istiqlal Delitua Nursany, Fauziah; Angkat, Abdul Hairuddin
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/d55rsj28

Abstract

Konsumsi sayur dan buah di Indonesia masih tergolong rendah yang dapat dilihat dari hasil Riskesdas tahun 2018 yang kurang dari 5 porsi yaitu ada sebanyak 95,5%. WHO (World Health Organization) merekomendasikan bahwa konsumsi sayur dan buah per hari sebanyak 400 gr atau 5 porsi yang terdiri dari sayur sebanyak 250 gr dan buah sebanyak 150 gr. Kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit degenaratif. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsumsi sayur dan buah serta faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah Siswa/I SMP Istiqlal.Penelitian ini dilakukan di SMP Istiqlal Delitua dilakukan pada Januari 2024. Metode yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel sebanyak 68 orang didapat dengan teknik Random Sampling. Pengumpulan data faktor-faktor yang berhubungan menggunakan kuesioner dan konsumsi sayur dan buah menggunakan formulir Semi-FFQ. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar konsumsi sayur tergolong kurang sebanyak 73,5% dan  sebanyak 55,9%. Terdapat hubungan antara konsumsi sayur dengan self-efficacy, dan ketersediaan sayur. Tidak ada hubungan konsumsi sayur dengan pengetahuan dan peran orang tua. Terdapat hubungan konsumsi buah dengan self-efficacy. Tidak ada hubungan antara konsumsi buah dengan ketersediaan buah, pengetahuan dan peran orang tua.  Kesimpulan penelitian ini bahwa faktor yang berhubungan adalah self-efficacy dan ketersediaan sayur. Untuk itu diharapkan bagi siswa/i SMP Istiqlal Delitua untuk meningkatkan konsumsi serta kesadaran akan konsumsi sayur dan buah
Snack bar Jawawut, Pisang Kepok, Ikan Belanak (Japisbell): Cemilan Sehat untuk Penderita Diabetes MelitusSnack bar Jawawut, Pisang Kepok, Ikan Belanak (Japisbell): Cemilan Sehat untuk Penderita Diabetes Melitus: Japisbell Snack bar (Millet, Kepok Banana, Mullet Fish): a Healthy Snack for Diabetes Mellitus Sufferers Siahaan, Ginta; Angkat, Abdul Hairuddin; Inayah, Emi; Fanny, Lydia; Hardianti, Khanaya Annisa
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.358-370

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that requires dietary adjustments, including snacking. Local foods such as millet seeds, kepok banana, and mullet fish have the potential to become snack alternatives in the form of Japisbell snack bars. Objectives: Analyzing organoleptic tests and chemical quality tests on Japisbell snack bars as an alternative snack for diabetes mellitus sufferers. Methods: The experimental research used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment formulations and 2 replications. Organoleptic tests were conducted by 60 semi-trained panelists using a hedonic scale. Color testing was also conducted using the CIE Lab system. Chemical quality analysis included GI, fiber, total antioxidants, flavonoids, and zinc. Data processing was analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney. Results: Acceptability based on organoleptic test was found that treatment D, with a composition of 30 gs of millet, 70 g of kepok banana, and 20 g of mullet fish, was categorized as very preferred. Color testing reinforced with the CIE Lab system showed the position of L* 37.8; a* 4.4; b* 12.2, which describes a dark brown color. The selected treatment was examined, then found GI 58.03, fiber 6.67%, flavonoids 9.50 mg/100 g, zinc 4.0 mg/100 g, and total antioxidants 38.89 ppm. Conclusions: Acceptability of Japisbell snack bar formulation D with a composition of 30 g of millet, 70 g of kepok banana and 20 g of mullet with the characteristics of dark brown color, crunchy texture, savory taste and cake aroma with a relatively low GI content, high fiber and flavonoids and zinc, as well as a very strong total antioxidant content so that it has the potential as a snack for people with diabetes mellitus.
Daya Terima dan Mutu Kimia Permen Jelly Daun Kelor dan Jambu Biji Merah sebagai Alternatif Makanan Camilan Tinggi Zat Besi dan Vitamin C Lestari, Wanda; Nababan, Agnes Sry Vera; Yulita, Yulita; Rokhmah, Umma Rotur; Angkat, Abdul Hairuddin
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2004

Abstract

Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi di Indonesia, terutama pada remaja putri dan wanita usia subur. Salah satu upaya mengatasi permasalahan ini dengan mengembangkan produk pangan fungsional berbahan dasar lokal yang kaya zat besi dan vitamin C.  Daun kelor memiliki kandungan zat besi yang tinggi, namun karena rasa daunnya yang pahit sehingga perlu ditambahkan bahan pangan lain untuk meningkatkan daya terimanya. Penambahan jambu biji merah akan memberikan rasa yang enak untuk permen jelly ini. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan permen jelly daun kelor dan jambu biji merah sebagai alternatif camilan sehat yang bergizi dan memiliki daya terima yang baik. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 formulasi dan 2 kali ulangan. Penelitian ini menggunakan uji organoleptik dan uji kimia. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji post-hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar formulasi dalam atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Formulasi terbaik yaitu F1 (50 gram bubuk daun kelor dan 50 gram jus jambu biji merah) dengan karakteristik warna pink dan hijau agak pekat, aroma kuat, tekstur kenyal, dan rasa netral. Uji kimia pada formulasi F1 menunjukkan kadar zat besi 12,65 mg/g dan vitamin C 18,09 mg/g. Permen jelly daun kelor dan jambu biji merah dapat dijadikan solusi untuk mencegah anemia karena kandungan zat besi dan vitamin C yang terdapat pada permen tersebut.