Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Strategi Pembelajaran Insya’ Perspektif Rasyid Ahmad Thu‘aimah dan Ali Madkur sebagai Fondasi Keterampilan Produktif Bahasa Arab Fatimah Azzahra Putri; Muhbib Abdul Wahab; Akmal Walid Ahkas
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/vtjh0532

Abstract

Studi ini berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran insya’ sebagai keterampilan puncak dalam bahasa Arab yang mengintegrasikan aspek linguistik, kognitif, dan afektif. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya praktik pembelajaran insya’ yang bersifat struktural dan berorientasi hafalan kaidah sehingga tujuan komunikatif belum tercapai secara optimal. Penelitian bertujuan merumuskan strategi pengembangan pembelajaran insya’ berbasis sintesis pemikiran Rasyid Ahmad Thu‘aimah dan Ali Ahmad Madkūr sebagai fondasi keterampilan produktif bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis isi terhadap karya kedua tokoh serta literatur terkait maharah kitābah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pilar latihan bermakna, komunikatif, integratif, dan bertahap menurut Thu‘aimah, jika dipadukan dengan pendekatan humanistik Madkūr yang menempatkan menulis sebagai proses kognitif–afektif dan reflektif, menghasilkan model pembelajaran insya’ yang komunikatif, kontekstual, dan berorientasi pada peserta didik. This study focuses on the development of a composition learning strategy as a peak skill in Arabic that integrates linguistic, cognitive, and affective aspects. The background of this research is the dominance of structural-based composition learning practices that focus on memorizing rules, which means communicative goals are not optimally achieved. The study aims to formulate a strategy for developing composition learning based on the synthesis of the ideas of Rasyid Ahmad Thu‘aimah and Ali Ahmad Madkūr as the foundation for productive Arabic language skills. The method used is qualitative with literature study and content analysis of the works of these two figures and related literature on maharah kitābah. The findings show that the pillars of meaningful, communicative, integrative, and gradual practice according to Thu‘aimah, when combined with Madkūr's humanistic approach that positions writing as a cognitive-affective and reflective process, result in a communicative, contextual, and learner-oriented composition learning model.
Dinamika Perubahan Makna dalam Kajian Semantik Bahasa Arab dan Indonesia Keysa Tamami; Fatimah Azzahra Putri; Imroatus Solihah; Nurhalimah Sibar
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan makna (semantic change atau al-taghayyur al-dilālī) merupakan fenomena linguistik yang tidak terelakkan karena bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial, budaya, dan intelektual masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, jenis, faktor penyebab, serta implikasi perubahan makna dalam perspektif ilmu semantik dan linguistik historis dengan fokus pada bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap buku-buku linguistik, artikel jurnal, serta sumber-sumber klasik dan modern yang relevan. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Semantik Struktural Ferdinand de Saussure, Teori Medan Makna Jost Trier, serta pendekatan relevansi sosial-kultural yang menekankan hubungan antara bahasa dan konteks masyarakat penuturnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan makna dalam bahasa Arab dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh bentuk utama, yaitu penyempitan makna (takhṣīṣ), perluasan makna (taʿmīm), pergeseran makna (naql), peningkatan nilai makna (ameliorasi), penurunan nilai makna (peyorasi), perubahan figuratif (majāz dan istiʿārah), serta ambiguitas semantik (polisemi). Faktor penyebab perubahan makna meliputi perkembangan budaya dan peradaban, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengaruh bahasa asing, serta perbedaan interpretasi dan nilai rasa masyarakat. Kajian ini menegaskan bahwa perubahan makna tidak hanya merupakan proses linguistik internal, tetapi juga refleksi perubahan sosial dan budaya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perubahan makna memiliki implikasi penting dalam kajian semantik, pragmatik, sosiolinguistik, serta pembelajaran bahasa Arab dan Indonesia secara kontekstual dan historis.