Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.