Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Platform Digital untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Palembang Sambadha, Titi Oktarina; Zahara, Erly; Samiha, Yulia Tri; Afriantoni, Afriantoni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan platform digital dalam mendukung pembelajaran mendalam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Palembang (MTsN 2 Palembang). Platform digital yang digunakan, seperti Google Classroom dan Zoom, telah memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep, keterampilan kritis, dan kreatif siswa. Meskipun demikian, terdapat tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan bagi guru, dan hambatan psikologis terhadap teknologi. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa faktor pendukung seperti dukungan manajemen dan kemauan untuk beradaptasi dengan teknologi sangat berpengaruh dalam kesuksesan implementasi platform digital. Untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, diperlukan peningkatan infrastruktur, pelatihan guru, dan dukungan psikologis bagi siswa dan guru. Hasil penelitian ini memberikan wawasan untuk pengelolaan pendidikan di MTsN 2 Palembang serta rekomendasi untuk memperbaiki implementasi teknologi dalam pembelajaran mendalam.
Strategi Pendidikan Islam Dalam Membina Sikap Kritis Pelajar Terhadap Informasi Hoax: Tinjauan Dari Qs ‎Surah Al‑Hujurat Ayat 6 Zahara, Erly; Sambadha, Titi Oktarina; Razzaq, Abdur; Imron, Kristina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam memainkan peran penting dalam membentuk sikap kritis pelajar terhadap informasi di era digital yang penuh dengan hoaks dan informasi yang tidak terverifikasi. Artikel ini membahas strategi yang dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam untuk membina literasi informasi yang kritis melalui penerapan prinsip tabayyun, qaulan sadida, dan ulul albab. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengimplementasikan literasi informasi di sekolah, seperti kecepatan penyebaran informasi, kurangnya literasi digital, dan tekanan sosial dari peer group. Solusi yang diajukan meliputi pelatihan literasi media untuk pendidik, revisi kurikulum, serta kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sikap kritis di kalangan pelajar.
Metode Belajar Halaqah Dan Sorogan: Relevansi Penggunaannya Di Pondok Pesantren Zahara, Erly; Sambadha, Titi Oktarina; Hasanah, Uswatun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi metode belajar halaqah dan sorogan dalam dunia pendidikan pondok pesantren di era modern. Kedua metode tersebut merupakan sistem pembelajaran tradisional yang telah menjadi fondasi utama pendidikan Islam di Indonesia selama berabad-abad. Namun, perkembangan teknologi dan globalisasi pendidikan menuntut pesantren untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas keilmuannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai publikasi daring, termasuk artikel ilmiah, laporan berita, dan brosur pondok pesantren yang aktif mengimplementasikan pembelajaran berbasis tradisi di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode halaqah dan sorogan tetap memiliki relevansi tinggi dalam proses pembelajaran di pesantren, karena keduanya tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, kedisiplinan, dan spiritualitas santri. Metode halaqah memberikan ruang bagi santri untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi ilmiah yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, sedangkan metode sorogan menekankan kedekatan personal antara guru dan murid, yang memperkuat nilai tanggung jawab dan kejujuran akademik. Adaptasi metode tradisional dengan teknologi juga telah terjadi di berbagai pesantren. Sejumlah lembaga pendidikan Islam kini menerapkan halaqah online atau sorogan daring menggunakan platform digital seperti Zoom dan Google Meet, tanpa mengurangi nilai-nilai adab dan sanad keilmuan. Dengan demikian, tradisi pendidikan pesantren terbukti memiliki fleksibilitas tinggi dan dapat disinergikan dengan paradigma pendidikan abad ke-21 yang berbasis kolaborasi dan literasi digital. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kemampuan mempertahankan nilai-nilai fundamental dalam proses belajar mengajar. Temuan ini merekomendasikan agar pesantren terus mengintegrasikan metode tradisional dengan pendekatan modern untuk memastikan keberlanjutan nilai-nilai keilmuan Islam di tengah perubahan zaman.
Memulihkan Adab Murid Terhadap Guru: Tantangan Pendidikan Islam Di Indonesia Sambadha, Titi Oktarina; Zahara, Erly; Hasanah, Uswatun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6404

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.
Memulihkan Adab Murid Terhadap Guru: Tantangan Pendidikan Islam Di Indonesia Sambadha, Titi Oktarina; Zahara, Erly; Hasanah, Uswatun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6406

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.