Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Studi Teknoekonomi Implementasi PLTS Atap 166,16 kWp sebagai Strategi Efisiensi Energi Gedung Setda Provinsi Jawa Tengah Nanang Aribowo; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 6 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi dan tingginya ketergantungan pada sumber energi fosil menjadi tantangan utama dalam mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. Pemerintah Indonesia melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 mendorong percepatan pengembangan energi surya sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keekonomian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap pada Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu langkah strategis efisiensi energi di sektor pemerintahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan data konsumsi energi listrik gedung selama satu tahun terakhir, potensi radiasi matahari di Kota Semarang dari simulasi PVSyst, serta data biaya investasi dan pemeliharaan. Analisis keekonomian dilakukan menggunakan empat indikator utama, yaitu Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP) dengan periode analisis selama 25 tahun dan tingkat diskonto mengacu pada suku bunga Bank Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas optimal PLTS yang dapat dikembangkan sebesar 166,16 kWp menggunakan 248 modul surya Longli 670 Wp dan dua inverter Growatt berkapasitas 36 kW serta 110 kW, dengan potensi produksi energi mencapai 100 MWh per tahun. Investasi awal sebesar Rp2.319.806.200 menghasilkan periode pengembalian modal (PP) selama 8,7 tahun dan nilai Benefit-Cost Ratio sebesar 1,1. Dengan estimasi keuntungan bersih Rp2.336.797.519 selama umur proyek, maka proyek ini dinilai layak dan menguntungkan untuk direalisasikan. Temuan ini mendukung implementasi transisi energi di lingkungan pemerintah daerah sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target EBT nasional.
Pemanfaatan WebGIS Pemetaan Potensi Energi Baru Terbarukan Pada Aplikasi SMART-EBT dalam Mendorong Partisipasi Energi Komunitas di Tingkat Daerah Ayu Septiana; Rizky Adi Nugraha; Muhammad Mizzy
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 5 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan akses terhadap data potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) menghambat perencanaan energi partisipatif di tingkat tapak. Penelitian ini mengevaluasi aplikasi WebGIS SMART EBT, sebuah inovasi keterbukaan informasi publik yang memadukan visualisasi spasial dengan mekanisme pelaporan data multi pihak terverifikasi (potensi badan hukum, potensi lokal, dan infrastruktur terbangun). Menggunakan pendekatan mixed-methods berbasis adaptasi Technology Acceptance Model (TAM), studi ini mengukur penerimaan 35 responden perwakilan aparatur desa, kelompok tani-ternak, dan BUMDes. Hasil menunjukkan skor persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) sebesar 85,8% dan persepsi kemudahan (Perceived Ease of Use) sebesar 77,0%. SMART EBT terbukti meningkatkan literasi energi warga, mengubah persepsi limbah peternakan dan biomassa menjadi aset produktif bernilai ekonomis, serta memicu inisiatif biogas komunal dan pompa surya irigasi. Kendala utama meliputi keterbatasan sinyal internet perdesaan dan perlunya penyederhanaan istilah teknis. Platform ini efektif memperkuat kolaborasi tata kelola energi transisi berbasis komunitas.