Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam (Ipi) Fitri Handayani; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana; Muhammad Hasan Basari
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 2 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n2.67-80

Abstract

Beraneka ragam budaya, suku, bahasa, warna kulit, etnis, adat, agama dan  kepercayaan serta berbagai konflik di Indonesia, namun dipersatukan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, berbeda-beda namun satu jua. Hal ini bisa diwujudkan secara strategis melalui pendidikan multikultural pada pendidikan formal, informal dan nonformal. Pendidikan multikultural merupakan ide, gerakan pembaharuan pendidikan dan proses pendidikan yang bertujuan untuk mengubah struktur lembaga pendidikan supaya semua peserta didik menjadi anggota kelompok ras, etnis, dan kultur dapat memiliki kesempatan untuk mencapai prestasi. Pendidikan multikultural perlu dioptimalkan dalam menata dinamika keragaman untuk menjadi potensi kemajuan dan peradaban manusia menuju ketakwaan. Pendidikan multikultural merupakan “Education for All” yakni pendidikan untuk semua orang dan mengutamakan persamaan hak. Pendidikan multikultural dapat diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia dan selaras dengan ilmu pendidikan islam. Melalui pendidikan multikultural, ilmu pendidikan Islam akan semakin meluas penyebarannya dan  menjadi rahmat bagi seluruh alam dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
MANAJEMEN BOARDING SCHOOL UNTUK MEMBINA KARAKTER PESERTA DIDIK SMA DI KOTA BANDUNG (Penelitian Kualitatif di SMA Boarding School Daarul Qur’an) Hanafiah Hanafiah; M. Hasan Basari; Fitri Handayani
Media Nusantara Vol 16, No 1 (2019): September 2019
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.25 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v16i1.682

Abstract

Degradasi karakter peserta didik Sekolah Menengah Atas merupakanpermasalahan yang terus diperbicangkan oleh orang tua, pendidik, masyarakatdan pemerintah. Salah satu solusi alternatif yang dikembangkan saat iniadalah pembinaan karakter melalui sekolah berbasis Asrama (BoardingSchool). Sekolah Menengah Atas Daarul Qur‘an, yang menawarkanpenddikan Karakter melalui Boarding School secara terpadu antara pembinaankarakter model kemendikbud dan model ciri khas keislaman. Model SekolahMenengah Atas Daarul Qur’an ini para peserta didik dibina dengan matapelajaran karakter kenegaraan, penguasan Ilmu Teknologi dan Seni, diperkuatlagi dengan program unggulan hapalan Al Qur’an 30 Juz, penguasaan Tauhidkeimanan, sejarah keislaman, Balagoh, Ma’ani, Nahwu shorof, Ilmu Fiqh,dan ilmu Faroidh. Disamping itu para peserta didik dibina untuk menguasaibahasa arab bahasa inggris sebagai wujud peduli terhadap globalisasi dan jugadituntut untuk mempelajari bahasa sunda sebagai wujud kepedulian terhadapkearifan lokal. Sekolah Menengah Atas boarding school Daarul Qur’an dalammenjamin pengembangan mutu berkelanjutan sekuat tenaga mengaplikasikanmanajemen professional dimana di dalamnya dilakukan proses perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan secara terpadu melaluipemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya yang mendukungdalam mencapai visi yang telah ditetapkan ditengah perubahan lingkungan yangkompleks dan dinamis.
MODEL PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH PADA MASA PANDEMI Ni'mawati Ni'mawati; Fitri Handayani; Aan Hasanah
FASTABIQ: JURNAL STUDI ISLAM Vol 1, No 2 (2020): FASTABIQ: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47281/fas.v1i2.26

Abstract

Character education is important to be developed continuously. Schools as formal educational institutions are the printers to create an ideal nation. The teacher has a very strategic position in building the character of students. In order for the management of character education in schools to be optimal, effective, and efficient, effective and efficient management activities are needed as well. Character education is very important for students. Therefore, even though currently during the Covid-19 pandemic, character education must still be conveyed to students. The purpose of this study was to analyze the character education management model in schools during the pandemic. This research uses descriptive analysis method with a qualitative approach and library data sources. The results of this study are that the character education management model in schools during the pandemic can be implemented by: First, collaboration between schools and parents of students must be continuously established, increased in intensity and quality. Both the use of information and communication technology (ICT) are both used for learning based on character, and can be used as well as possible to develop the students' skills. The third Problem Based Learning (PBL) builds a sense of responsibility and makes students not easily bored in online learning because it builds motivation in overcoming existing problems.Keywords: Pandemic, character education, management. AbstrakPendidikan karakter di sekolah penting untuk dikembangkan secara terus-menerus. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan pencetak generasi bangsa yang ideal. Guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun karakter peserta didik. Agar pengelolaan pendidikan karakter di sekolah dapat optimal, efektif, dan efisien, maka diperlukan kegiatan manajemen yang efektif dan efisien pula. Pendidikan karakter sangat penting bagi peserta didik. Oleh karena itu meskipun sekarang ini dalam masa pandemi Covid-19 pendidikan karakter tetap harus tersampaikan ke peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk  menganalisis model pengelolaan pendidikan karakter di sekolah pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan  sumber data kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa  model pengelolaan pendidikan karakter di sekolah pada masa pandemi dapat dilaksanakan dengan cara: Pertama kolaborasi antara sekolah dengan orang tua siswa harus terus-menerus dijalin, dipererat, dan ditingkatkan intensitas dan kualitasnya. Kedua pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ѕеbаgаі ѕаrаnа untuk pembelajaran nіlі-nіlаі dаѕаr реndіdіkаn karakter, dаn dараt dіmаnfааtkаn sebaik-baiknya untuk mengembangkan krеаtіvіtаѕ peserta didik. Ketiga Problem Based Learning (PBL) membangun rasa tanggung jawabdan menjadikan siswa tidak mudah jenuh dalam belajar online karena terbangun motivasi dalam memperoleh pemecahan masalah yang dihadapi. Keywords: Pandemi, pendidikan karakter, pengelolaan.
Bahasa Inggris INTEGRATING THE 7 GREAT HABITS OF INDONESIAN CHILDREN INTO ISLAMIC CHARACTER EDUCATION: SUPPORTING SDG 4 (QUALITY EDUCATION): - Muhajang, Tatang; Basari, Muhammad Hasan; Aflaha, Akhmad; Handayani, Fitri; Fatwanti, Devi; Fakhruzaman, Daden
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v15i01.10020

Abstract

In the era of digital transformation, the younger generation faces increasing moral challenges and value disorientation. Therefore, strengthening character education through sustainable and spiritually grounded habits is essential. This study aims to analyze the internalization of the 7 Great Habits of Indonesian Children from an Islamic educational perspective and examine their contribution to achieving Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). This research employs a qualitative approach using a systematic literature review. Data were collected from scientific publications related to Islamic character education and sustainable education, then analyzed through reduction, categorization, and thematic synthesis. The findings indicate that the seven habits are strongly grounded in Islamic educational concepts such as tarbiyah, ta'dib, and tazkiyah al-nafs, reflecting values of monotheism, balance, discipline, and social responsibility. These values contribute to the formation of students’ spiritual, social, and ecological character, which aligns with the principles of inclusive and sustainable education promoted by SDG 4. This study contributes theoretically by proposing a conceptual framework for integrating Islamic character education and national habit-based programs into sustainable education. Practically, it highlights the importance of collaboration among schools, families, and communities in implementing habit-based character education