Finarsih Septria
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Future of Central Bank Digital Currencies (CBDCs): Implications for Monetary Policy Suripah Suripah; Finarsih Septria; Afriani Pravitasari; Murniyati Murniyati
Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jaemb.v5i1.6520

Abstract

This study investigates the implications of Central Bank Digital Currency (CBDC) implementation and fintech adoption on the effectiveness of monetary policy, emphasizing the mediating role of financial system stability and the moderating influence of public trust in central banks. The research addresses a pressing issue in the digital transformation of global finance: whether digital currencies issued by central banks can enhance policy responsiveness in increasingly cashless and decentralized economies. Using an exploratory qualitative method, this study integrates a systematic review of post 2020 academic literature and central bank reports from The Bahamas, Nigeria, and China. A conceptual framework is developed to examine causal relationships among CBDC design, fintech integration, institutional trust, and policy effectiveness. The findings reveal that CBDC impact is highly context dependent; programmable and inclusive designs, such as China’s Digital Yuan, significantly enhance monetary transmission, whereas technical and social barriers, such as in Nigeria, limit policy effectiveness. The Bahamas serves as an intermediate case where offline and identity linked digital currency supports inclusion and moderate policy gains. The analysis confirms that financial stability mediates the relationship between digital innovation and policy outcomes, while public trust either strengthens or diminishes policy reach. This research contributes to the understanding of CBDC as a policy tool by highlighting institutional, technological, and behavioral factors that determine its success. Implications suggest that policymakers must adopt a multidimensional approach that combines digital infrastructure readiness with strong governance and trust building measures.
Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan dengan Menggunakan Google Sheet Sebagai Pondasi Pertumbuhan Usaha pada Pelaku UMKM GKM Bogor Edi Purwanto; Taufik Akbar; Finarsih Septria; Fadli Ilyas
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3ck7pn42

Abstract

UMKM telah menjadi tulang punggung bagi ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 61% terhadap PDB dan menyerap 117 juta tenaga kerja. Penguatan UMKM perlu mendapatkan perhatian lebih ditengah dorongan untuk peningkatan jumlah UMKM itu sendiri. Aspek tata kelola keuangan merupakan hal mendasar yang menjadi tantangan dalam penguatan UMKM. Penyajian laporan keuangan sebagai bagian dari tata kelola keuangan belum sepenuhnya disadari manfaatnya termasuk pandangan bahwa penyajian laporan keuangan dinilai sebagai aspek yang berat, sulit dan mahal. Berangkat dari hal ini, Guru Kreatif Mandiri (GKM) yang merupakan komunitas guru RA (Raudhatul Athfal) yang memiliki kegiatan dengan tujuan pengembangan dan pertumbuhan kewirausahaan anggota, maka penyusunan laporan keuangan menjadi aspek yang penting untuk dikuasai. Dalam penyusunan laporan keuangan, Google Sheet dapat dimanfaatkan sebagai aplikasi yang tergolong sederhana dan murah bagi pelaku UMKM. Diharapkan dengan pelatihan ini, semangat kewirausahaan yang diusung oleh GKM dibekali dengan kemampuan tata kelola keuangan yang paling dasar yaitu penyusunan laporan keuangan yang memadai. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika dapat berkontribusi dalam memberikan solusi melalui kegiatan “Pembuatan Laporan Keuangan UMKM dengan Menggunakan Google Sheet pada Komunitas GKM (Guru Kreatif Mandiri)”. Kegiatan ini, juga akan dipublikasikan dalam bentuk artikel press release serta jurnal pengabdian masyarakat.
Peran ESG Disclosure Dalam Menekan Manajemen Laba Perusahaan Sawit Afriani Pravitasari; Finarsih Septria; Dorit Hartini
Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jeba.v4i1.1350

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh disclosure ESG dan struktur modal terhadap manajemen laba pendapatan, dengan profitabilitas (Return on Assets/ROA) termasuk sebagai variabel kontrol. Studi ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2022–2024. Disclosure ESG diukur menggunakan indeks berbasis analisis konten, sedangkan manajemen laba diproksi oleh total akrual. Analisis menggunakan regresi data panel menggunakan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disclosure ESG tidak memiliki efek yang signifikan terhadap manajemen pendapatan, menunjukkan bahwa praktik ESG sebagian besar masih bersifat simbolis dan belum secara efektif meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Struktur modal, diukur dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER), memiliki efek negatif dan sedikit signifikan, menunjukkan bahwa leverage yang lebih tinggi dapat sedikit membatasi manajemen pendapatan. Profitabilitas (ROA), sebagai variabel kontrol, tidak secara signifikan mempengaruhi manajemen pendapatan. Namun, secara bersama-sama, disclosure ESG, struktur modal, dan profitabilitas secara signifikan memengaruhi manajemen pendapatan. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti dari konteks pasar yang sedang berkembang dan menyoroti perlunya meningkatkan kualitas substantif disclosure ESG.   This study examines the effect of ESG disclosure and capital structure on Earnings Management, with profitability (Return on Assets/ROA) included as a control variable. The study uses secondary data from annual and sustainability reports of palm oil plantation companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022–2024. ESG disclosure is measured using a content analysis-based index, while Earnings Management is proxied by total accruals. The analysis employs panel data regression using the Random Effect Model (REM). The results show that ESG disclosure does not have a significant effect on Earnings Management, indicating that ESG practices are still largely symbolic and have not effectively improved financial reporting quality. Capital structure, measured by the debt-to-equity ratio (DER), has a negative and marginally significant effect, suggesting that higher leverage may slightly constrain Earnings Management. Profitability (ROA), as a control variable, does not significantly affect Earnings Management. However, jointly, ESG disclosure, capital structure, and profitability significantly influence Earnings Management. This study contributes to the literature by providing evidence from an emerging market context and highlights the need to improve the substantive quality of ESG disclosure.