Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antioxidant Activity and Immunomodulatory Effect of Stachytarpheta sp. Leaf Extract on Phagocytic Activity of Mice Peritoneal Macrophages in Alloxan Induction Iffa Afiqa Khairani; Wahyuni Dian Lestari; Elisa Nurma Riana; Jeane Siswitasari Mulyana; Hida Arliani Nur Anisa; Rizka Fatriani; Silvia Andriani
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 17 No 2 (2025): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v17i2.404

Abstract

Hyperglycemia is a condition characterized by elevated blood glucose levels, which is a hallmark of diabetes mellitus. Prolonged hyperglycemia not only disrupts glucose homeostasis but also impairs the immune response. The condition of hyperglycemia in the body can increase free radicals and oxidative stress, thus can impair various macrophage functions, including their ability to engulf and eliminate pathogens. The bioactive constituents in Stachytarpheta sp. may contribute to reducing oxidative damage and enhancing immune system function. This study aims to evaluate both the antioxidant capacity and the immunomodulatory effects of Stachytarpheta sp. leaf extract on the phagocytic activity of peritoneal macrophages in alloxan-induced diabetic mice. Alloxan is widely used in research to induce hyperglycemia (diabetic conditions) in experimental animals. The antioxidant activity of the extract was evaluated using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) radical scavenging assay, while phagocytic activity of peritoneal macrophages was performed in vivo using male mice. Stachytarpheta sp. leaf extract from Beteng Sari Village, East Lampung has very strong antioxidant activity against DPPH with IC50 value 14,85 ± 0,30 μg/mL. This extract at doses of 200, 300, and 400 mg/kgBW can be an immunomodulator that maintains the phagocytic activity of macrophage cells in alloxan-induced mice.
EFEK EKSTRAK KULIT BUAH KABAU (Archidendron bubalinum (Jack) I.C Nielsen) TERHADAP AKTIVITAS MAKROFAG MENCIT JANTAN SETELAH DIPAPARKAN CdCl2 Elisa Nurma Riana; Iffa Afiqa Khairani; Hida Arliani Nur Anisa; Rizka Fatriani; Silvia Andriani
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7817

Abstract

Logam kadmium (Cd) yang berasal dari kegiatan industri seperti produksi baterai, pelapisan logam, penggunaan pupuk fosfat, pembakaran bahan bakar fosil, dan pembuatan plastik dapat meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS). Produksi ROS berlebih dalam tubuh akan menyebabkan penyakit dan mempengaruhi sistem imun tubuh akibat stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan. Untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif diperlukan suatu senyawa antioksidan, seperti yang terkandung dalam kulit buah kabau (Archidendron bubalinum). Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui adanya peningkatan aktivitas fagositosis makrofag pada mencit Jantan yang dipaparkan CdCl2. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Mencit yang digunakan 24 ekor dengan 6 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah kabau dosis 95 mg/kgBB, 190 mg/kgBB dan 380 mg/kgBB pada uji aktivitas fagositosis makrofag menunjukkan hasil yang signifikan sebesar p = 0,005. Hal ini berarti bahwa ekstrak kulit buah kabau dapat meningkatkan sistem imun mencit dengan perlakuan P2 memiliki aktivitas fagositosis tertinggi yaitu 55,91%.