This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Elsa Putri Hardyanti
Universitas Negeri Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Minangkabau terhadap Perayaan Cap Go Meh sebagai Akulturasi Budaya di Kota Padang Elsa Putri Hardyanti; Elvira Gustia; Khairah Fadlah Nasifa; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Minang terhadap perayaan Cap Go Meh sebagai akulturasi budaya di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Kota Padang, perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Minang, menciptakan akulturasi budaya yang unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika perayaan Cap Go Meh. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Jumlah infoman penelitian ini berjumlah 8 orang dengan kriteria informan penelitian meliputi pengurus divisi budaya Klenteng See Hien kiong, nelayan, dan masyarakat setempat. Studi dokumentasi dilakukan untuk memotret fenomena yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya di Kota Padang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan meunjukkan bahwa konsep Cap Go Meh dalam Akulturasi di Kota Padang; Partisipasi dan Peran Masyarakat Minang dalam perayaan Cap Go Meh; Persepsi dan Aspirasi Masyarakat Terhadap Unsur-Unsur Budaya yang Saling Berbaur; Manfaat dan Promosi Budaya yang Dirasakan Warga Kampung Pondok.
Ruang Spasial dan Aktivitas Sosial di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman Eva Dwi Iswari; Elsa Putri Hardyanti; Atiqah Mufidah; Fauzi Ariansyah; Zuama Furgani; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan ruang spasial dan aktivitas sosial-ekonomi di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman sebagai pasar tradisional yang berfungsi tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konfigurasi ruang pasar, bentuk aktivitas sosial-ekonomi, profil pelaku pasar, serta kondisi fasilitas yang menyertai dinamika ruang tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pedagang tetap, pedagang musiman, pekerja pasar, dan pengelola pasar. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang Pasar Kurai Taji terbagi ke dalam dua zona utama, yaitu area dalam yang dikelola secara formal dan beroperasi setiap hari, serta area luar yang dimanfaatkan secara temporer pada hari Senin sebagai hari pasaran. Aktivitas ekonomi berlangsung dinamis dengan variasi waktu operasional, sementara interaksi sosial antar pedagang ditandai oleh praktik saling membantu dan solidaritas. Kondisi fasilitas pasar menjadi bagian dari pengalaman ruang yang memengaruhi cara pedagang beradaptasi dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa ruang pasar terbentuk melalui interaksi antara pengaturan formal dan praktik sosial-ekonomi pelaku pasar.
Resiliensi Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Pasca Bencana Galodo di Lubuk Minturun Adellia Mutiara Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Elsa Putri Hardyanti; Fara Aisyah Zalma; Nur Aisyah; Aget Sapriadi; Tommy Adam
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.575

Abstract

Bencana galodo tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pascabencana, masyarakat dihadapkan pada perubahan kondisi lingkungan, terganggunya aktivitas ekonomi, serta munculnya rasa takut dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bencana kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tujuh orang informan masyarakat terdampak Galodo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan  dokumentasi. Teknik analisis data  menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial pada kondisi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial pascabencana Galodo. Meskipun masyarakat mengalami ketakutan, kerugian material, dan penurunan aktivitas ekonomi, masyarakat tetap mampu membangun resiliensi sosial melalui kegiatan gotong royong, solidaritas sosial,  mempertahankan mata pencaharian, serta dukungan dari pemerintah dan  relawan dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat pascabencana Galodo tidak hanya terlihat dari kemampuan masyarakat bertahan menghadapi krisis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan solidaritas sosial dan keberlangsungan kehidupan sosial di tengah perubahan sosial akibat bencana.Bencana galodo tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pascabencana, masyarakat dihadapkan pada perubahan kondisi lingkungan, terganggunya aktivitas ekonomi, serta munculnya rasa takut dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bencana kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tujuh orang informan masyarakat terdampak Galodo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan  dokumentasi. Teknik analisis data  menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial pada kondisi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial pascabencana Galodo. Meskipun masyarakat mengalami ketakutan, kerugian material, dan penurunan aktivitas ekonomi, masyarakat tetap mampu membangun resiliensi sosial melalui kegiatan gotong royong, solidaritas sosial,  mempertahankan mata pencaharian, serta dukungan dari pemerintah dan  relawan dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat pascabencana Galodo tidak hanya terlihat dari kemampuan masyarakat bertahan menghadapi krisis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan solidaritas sosial dan keberlangsungan kehidupan sosial di tengah perubahan sosial akibat bencana.
Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital: Revitalisasi Pembelajaran Surau di Masjid Alfurqon Muaro Penjalinan Padang Adellia Mutiara Putri; Gusmira Wita; Elsa Putri Hardyanti; Fara Aisyah Zalma; Riva Nasrila; Fauzi Ariansyah; Sri Rahayu Ermadini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.652

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan pola perilaku generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di ruang digital dibandingkan mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong lembaga pendidikan tradisional, termasuk surau, untuk melakukan adaptasi agar tetap relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi pembelajaran surau melalui program Smart Surau di Mesjid Al-Furqon Muaro Penjalinan Padang dalam mempertahankan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Studi Kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang yang terdiri dari guru TPQ, pengurus mesjid, santri, dan orang tua santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pembelajaran surau dilakukan melalui penggunaan teknologi digital sederhana seperti absensi digital, media visual pembelajaran, dan grup WhatsApp tanpa menghilangkan pembelajaran agama, pendidikan adab, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Minangkabau. Pemanfaatan media digital membuat anak-anak lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran dan keagamaan di surau. Selain itu, kegiatan surau juga tetap membentuk karakter anak melalui penanaman nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, serta pengawasan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program Smart Surau menjadi bentuk adaptasi lembaga pendidikan tradisional terhadap perkembangan era digital tanpa menghilangkan fungsi surau sebagai ruang pendidikan karakter dan pewarisan nilai budaya lokal masyarakat Minangkabau.
Perilaku Konsumtif Mahasiswa Departemen Sosiologi UNP dalam Pembelian Barang Estetis: Studi Kasus Smart Buyer Adellia Mutiara Putri; Hanafi Saputra; Fara Aisyah Zalma; Elsa Putri Hardyanti; Shilva Putri Mahendra; Metra Alvionita; Eva Dwi Iswari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.653

Abstract

Perkembangan e-commerce dan media sosial mendorong perubahan pola konsumsi mahasiswa dari konsumsi berbasis kebutuhan menuju konsumsi berbasis simbol, estetika, dan kepuasan emosional. Mahasiswa cenderung membeli berbagai barang estetis bernilai guna rendah karena dipengaruhi budaya visual digital, tren media sosial, dan strategi promosi e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa dalam pembelian barang estetis bernilai guna rendah pada platform e-commerce, memahami pembentukan identitas smart buyer melalui promo tanggal kembar, serta mengkaji rasionalisasi mahasiswa terhadap perilaku konsumtif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang mahasiswa Universitas Negeri Padang yang dipilih menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi barang estetis telah menjadi bagian dari gaya hidup digital mahasiswa. Promo e-commerce seperti diskon, cashback, dan gratis ongkos kirim pada momentum tanggal kembar turut membentuk identitas mahasiswa sebagai smart buyer dalam aktivitas belanja online. Selain itu, mahasiswa cenderung merasionalisasi pembelian barang estetis sebagai sesuatu yang wajar karena dianggap mampu memberikan kepuasan visual dan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa di era digital tidak lagi hanya dipengaruhi kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh budaya konsumsi simbolik dan media sosial.