Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Perilaku Dinamik Struktur Gedung Perkantoran Empat Lantai Di Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Beban Gempa SNI 1726:2019 Samuel Steviano Pait, M. Afif Shulhan, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor adalah sebuah bangunan atau gedung sebagai tempat kerja untuk urusan kepemerintahan atau perusahaan dan bersosialisasi yang menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi orang-orang yang menggunakannya. Hal penting yang mempengaruhi keamanan dan kenyamanan tersebut yakni yang tersedia untuk menahan beban akibar gempa.Salah satu gedung empat lantai yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk berdasarkan sistem rangka ruang yang diasumsikan berada pada tanah sedang (SD) dan dianalisis berdasarkan Sistem Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khususm (SRPMK). Dengan mutu beton,fy = 25 MPa, mutu baja tulangan polos, fy = 240 MPa untuk diameter ≤ 12 mm dan mutu baja tulangan ulir, fy = 400 MPa untuk diameter >12 mm. Pembebanan yang digunakan mengacu pada SNI 1727:2010 untuk standar ketahanan gempa mengacu pada SNI:1726:2019, dan kapasitas elemen struktur beton mengacu pada SNI 2847:2019.Berdasarkan hasil analisis respon dinamik diperoleh persyaratan gerak ragam yang sudah sesuai dengan mode 1 menunjukan gerak translasi arah Y adalah 55,47%, mode 2 menunjukkan gerakan translasi arah X yaitu 57,55% dan mode 3 menunjukan gerakan struktur dalam rotasi yaitu 49,98%. Gaya geser dasar dinamik, Vtx 3090,856157 KN dan Vty 2892,928284 KN yang telah memenuhi hampir mencapai 100%. Arah gempa yang diterapkan berupa arah orthogonal dengan nilai factor redunansi (ρ) sebesar 1,3. Simpangan antara tingkat tidak ada yang melebihi batas izin. Efek P-Delta dari struktur menyimpulkan bahwa struktur tetap stabil.
Analisis Kinerja Struktur Gedung Sekolah 4 Lantai Dengan Metode Push Over M.Afif Shulhan; Eeng Julianto; Dimas Langga Chandra Galuh; Arrizka Yanuar Adipradana
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa. Gempa bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi merupakan penyebab terbesar dari gempa yang akan menimbulkan kerusakan pada struktur gedung. Gempa bumi yang terjadi di Indonesia sering kali memakan korban jiwa. Namun, dapat dipastikan bahwa penyebab adanya korban jiwa bukan diakibatkan secara langsung oleh gempa, tetapi akibat oleh rusaknya bangunan yang menyebabkan keruntuhan pada bangunan. Pada tahun 2019 terjadi perubahan SNI gempa menjadi SNI 1726:2019, hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan besaran beban gempa terhadap bangunan eksisting yang berpotensi mempengaruhi level kinerja suatu bangunan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berusaha menerapkan proses analisis ulang terhadap kinerja struktur gedung dengan tinjauan gedung sekolah 4 lantai yang berlokasi di Magelang. Dalam rangka mengetahui unjuk kinerja struktur, penelitian ini mempergunakan metode pushover analysis. Secara spesifik, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui displacement inelastic dan level kinerja struktur gedung 4 lantai akibat beban gempa SNI 1726:2019 berdasarkan analisis push over. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai displacement inelastic sebesar 0,00593 m (arah X) dan 0,00229 m (arah Y). Nilai displacement inelastic tersebut tidak melampaui nilai batas displacement maksimal (ATC-40), sehingga gedung termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO), yaitu bila terjadi gempa, hanya sedikit kerusakan struktural yang terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai kembali.
Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Terhadap Beban Gempa Respon Spektrum (Studi Kasus : Zona 2 Apartemen Yogyakarta) Retno Mawarti; Dimas Langga Chandra Galuh; M.Afif Shulhan; Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis dinamik respon spektrum merupakan salah satu sarana untuk mengetahui persyaratan parameter bangunan tahan gempa dan untuk melakukan pengecekan kapasitas suatau elemen struktur. Analisis ini dinilai dapat memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat dibandingkan dengan analisis statik ekuivalen. Oleh karena itu, dipilihlah metode analisis dinamik respon spektrum guna melakukan upaya penelitian analisis kinerja struktur pada salah satu bangunan gedung bertingkat di Kota Yogyakarta yaitu Zona 2 Apartemen Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur apartemen tersebut ditinjau berdasarkan nilai drift, displacement dan base shear serta untuk mengetahui kinerja kapasitas struktur atas yakni balok, kolom, pelat lantai dan shear wall. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung ini memenuhi beberapa parameter persyaratan bangunan tahan gempa. Hal ini dibuktikan bahwa pola ragam getar mode-1 dan mode-2 merupakan translasi arah X dan Y sedangkan mode-3 merupakan deformasi rotasi. Modal participation mass ratio menunjukkan struktur mencapai 90% pada mode shape 11 untuk sumbu X dan mode shape 18 untuk sumbu Y. Base shear yang diperoleh telah memenuhi persyaratan yakni Vt harus lebih besar 100% V. Syarat sistem ganda memenuhi persyaratan SNI 1726-2019 karena shear wall hanya memikul sebesar 9,594% gaya seismik pada arah X dan 69,005% pada arah Y. Gedung ini aman dan tidak melebihi batas izin terhadap beban gempa rencana ditinjau dari drift, pengaruh P-Delta, kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit. Hasil analisis pengecekan kapasitas elemen struktur atas yaitu balok, kolom, pelat lantai dan shear wall aman dan tidak perlu didesain ulang ditinjau dari persyaratan gaya dan geometri serta persyaratan kapasistas lentur, geser dan torsi.
Karakterisik Paving Block dengan Limbah Besi Tempa sebagai Agregat Tambahan dalam Agregat Halus Oktavianus Jeverson; Dewi Sulistyorini; M.Afif Shulhan; Ida Bagus Agung
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum struktur perkerasan jalan di Indonesia menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) dan perkerasan lentur (flexible pavement). Salah satu inovasi perkerasan untuk jalan bervolume kecil saat ini adalah pengembangan paving block. Menurut SNI 03-0691-1996, bata beton (paving block ) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. Akan tetapi bahan yang digunakan dalam paving block bisa juga divariasikan dengan bahan lain. Di kabupaten Magelang terdapat industri pengrajin besi tempa dimana setiap harinya menghasilkan berton- ton limbah yang tentu saja mengganggu kesehatan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi inovasi peneliti untuk memanfaatkan limbah ini sebagai tambahan dalam agregat halus pada perencanaan campuran paving block. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu dari paving block dengan mensubstitusikan beberapa persen agregat halusnya dengan bahan lain. Penelitian dilakukan di laboratorium PT. Aneka Dharma Persada dan juga ditempat percetakan paving block. Jenis pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan, daya serap air dan berat jenis paving block. Hasil dari pengujian tersebut adalah untuk uji kuat tekan variasi 1 ( 0%) ; 231,132 kg/cm2, variasi 2 (10%) ; 210,738 kg/cm2, variasi 3 (20%) ; 142,758 kg/cm2, dan variasi 4 (30%); 169,95 kg/cm2. Uji daya serap air hasilnya adalah variasi 1 (0%) : 7,48 %, variasi 2(10%) : 5 %, variasi 3(20%) : 7,7 %, dan variasi 4(30%) : 10,11 %. Sedangkan untuk uji berat jenis adalaah variasi 1 (0%) ; 1,87 gr/cm³, variasi 2 (10%) : 1,84 gr/cm³, variasi 3 (20%) : 1,84 gr/cm³, dan variasi 4 (30%) : 1,74 gr/cm³.
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI KABUATEN KEBUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN (AEK) DAN UPPER CONTROL LIMIT (UCL) (STUDI KASUS RUAS JALAN KUTOWINANGUN KM 9 – KM 15) Angga Fathur Rahman; Detha Sekar Langit Wahyu Gutama; M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i1.18101

Abstract

Kecelakaan lalu lintas adalah masalah yang membutuhkan penanganan serius, sesuatu yang bersifat acak dan tentunya ingin selalu dihindari oleh setiap pengguna jalan namun terkadang kecelakaan lalu lintas terjadi karena prasarana jalan yang buruk atau kelalaian dari penguna jalan itu sendiri. Untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap data kecelakaan lalu lintas yang ada. Ruas jalan yang diteliti adalah jalan raya kutowinangun km 9 – km 15 kecematan kutowinangun kabupaten kebumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuin karakteristik kecelakaan, mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (black spot) dan penyebab terjadinya kecelakaan. Kemudian metode yang digunakan unuk mengidentifikasi daerah dan titik rawan kecelakaan yaitu dengan cara menghitung nilai angka ekivalen kecelakaan (aek) dan upper control limit (ucl). Langkah awal dengan pencarian data sekunder di polres kebumen berupa data kecelakaan 4 tahun pada tahun 2018 – 2021 yang terjadi di ruas jalan kutowinangun pada km 9 – km 15. Selanjutnya data primer berupa survey kondisi jalan atau geometrik jalan dan mengambil dokumentasi ruas jalan kutowinangun. Data yang sudah ada kemudian di analisis menggunakan metode aek dan ucl. Dari hasil analisis data, terdapat 1 titik jalan yang memiliki nilai tinggi angka kecelakaan atau sebagai titik rawan kecelakaan (black spot) yaitu pada km 14 – km 15 dengan nilai aek = 143 dan nilai ucl = 109, 706. Karakteristik kecelakaan lalu lintas di ruas jalan kutowinangun pada tahun 2018 – 2021 dengan kecelakaan terbanyak terjadi pada waktu pagi hari mulai jam 05.00 – 09.59 dengan 22 kasus, tipe kecelakaan tabrak depan – samping dengan 18 kasus dan dari segi tingkat keparahan yaitu 53 kasus ringan. Faktor penyebab adalah kurangnya hati-hati, kedisiplinan dan kelalaian saat berkendara.
KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN SUBTITUSI AGREGAT KASAR LIMBAH PECAHAN GENTENG DENGAN PERSENTASE 0% 15% 45% 75% Rivan Bima Risqiantok; Dewi Sulistiorini; Afif Shulhan; Angga Darmawan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2024): October
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v9i2.19288

Abstract

Concrete is a mixture of Portland cement or other hydraulic cements, fine aggregates, coarse aggregates, and water, with or without the use of additives that form a solid mass. Porous concrete, known as pervious concrete, is a type of concrete that is porous or hollow in its structure, allowing the possibility of fluid flow through the gaps present in the concrete. Tile fragments are the remnants of the tile production process or tiles that are defective during manufacturing and cannot be reused. Currently, the utilization of tile waste is still ineffective, necessitating research to enhance the use of tile fragments, particularly as coarse aggregates in concrete mixtures. This study employs an experimental method in the laboratory. The test specimens consist of porous concrete with tile fragment substitution percentages of 0%, 15%, 45%, and 75%, totaling 12 specimens. Each variation of tile fragment percentage includes 3 test specimens in the form of concrete cylinders with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Tests for concrete porosity and compressive strength are conducted at 28 days of concrete age.
ANALISIS RAB STRUKTUR BETON GEDUNG RSUD YOGYAKARTA MEGGUNAKAN REVIT Sayifullah Bustomi Abiyasa; M. Afif Shulhan; Dimas Langga Chandra Galuh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2024): October
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v9i2.19291

Abstract

The analysis of the Bill of Quantities (BOQ) for the concrete structure of the RSUD Yogyakarta building is an analytical activity that uses Autodesk Revit Software. The issue that arises is estimating the costs and identifying which items are calculated using Revit. The solution to this problem using Autodesk Revit Software is by identifying the modeling and then extracting the volume of each work item, such as reinforcement and rebar, within Autodesk Revit. The calculation results using Autodesk Revit show the volume of each work item. For the foundation work, it requires 159.3 m³ for concrete pouring and 18,658.6 kg for rebar. For the first floor, concrete pouring requires 174.58 m³ and rebar weighs 29,307.6 kg. On the second floor, the concrete pouring volume is 182.06 m³ with rebar weighing 27,196.17 kg. The third floor requires 139.81 m³ of concrete and 21,810.75 kg of rebar. Finally, for the concrete roof deck, the rebar volume is 25.98 m³ with rebar weighing 1,572.99 kg. Thus, the total concrete pouring volume is 681.73 m³, and the rebar weight is 98,546.17 kg. From the volume, an estimation of the reinforcement and rebar costs for each work item is generated. The foundation work requires a cost of IDR 373,090,357.00 for concrete pouring and IDR 1,758,704,534.00 for rebar. For the first floor, the concrete pouring costs IDR 107,569,354.00, and the rebar costs IDR 962,141,433.00. On the second floor, the concrete pouring costs IDR 97,560,372.00, with rebar costing IDR 1,261,605,190.00. The third floor requires IDR 50,112,904.00 for concrete pouring and IDR 696,583,946.00 for rebar. Finally, for the concrete roof deck at a height of 12.45 m, the rebar costs IDR 49,215,359.00, with rebar totaling IDR 685,800,691.00. Thus, the total overall cost for the RSUD Yogyakarta building is IDR 9,065,085,905.00.
ANALISIS RAB STRUKTUR BETON GEDUNG TIGA LANTAI MENGGUNAKAN METODE AUTODESK REVIT DAN ANALITIS Yoga Zul Azam; Dimas Langga Chandra Galuh; M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2024): October
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v9i2.19293

Abstract

Year by year, there has been a sharp increase in the development of roads, buildings, and other infrastructures focused on communities in various parts of the country. This growth has driven the construction sector to work more efficiently and integrated, especially with the advancement of technology and communication. Building Information Modeling (BIM), which allows for more efficient and integrated design and construction processes, is one of the new options. However, effective time and cost planning remain major challenges. Therefore, careful planning is essential to ensure the success of construction projects. BIM enables building modeling in three dimensions, which helps in better project visualization. One of the most commonly used BIM programs is Autodesk Revit, which combines various disciplines such as architecture, structure, and MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing).
ANALISIS JEMBATAN PIPA PDAM BENTANG 40 M Stenly Yohanis Wisi Ate; M.Afif Shulhan; Dimas Langga C.Galuh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2024): October
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v9i2.19307

Abstract

The provision of clean water is one of the basic human needs. In this context, the PDAM pipe bridge is an essential infrastructure that allows clean water to flow from the source to the point of use. The PDAM pipe bridge with a span of 40 meters plays a vital role in delivering clean water to various areas, especially those that are geographically difficult to access. The purpose of this study is to analyze the calculation of load results on a PDAM pipe bridge structure. Based on the load analysis of the bridge structure referring to SNI 1725:2016, the results can be obtained for the Dead Load Structural (MS) as follows: Model 1 (67.38 tons), Model 2 (5.077 tons), Model 3 (11.94 tons), Model 4 (50.11 tons), Model 5 (11.30 tons). The Additional Dead Load (MA) is as follows: Model 1 (5.65 tons), Model 2 (1.49 tons), Model 3 (1.15 tons), Model 4 (5.14 tons), Model 5 (7.20 tons). The Repair Load is as follows: Model 1 (1.8 tons), Model 2 (1.8 tons), Model 3 (1.6 tons), Model 4 (1.4 tons), Model 5 (1.8 tons). The calculations use a WF 250.125.6.9 steel profile.