Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur Nyustami Lira Prastiwi; Anna Fauziah; Nazran Nazran
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6960

Abstract

Tambak di Indonesia terutama di Kabupaten Banyuwangi biasanya menghasilkan produk perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi berorientasi ekspor. Salah satu produk perikanan yang sedang berkembang saat ini adalah udang vanname (Litopenaeus vannamei). Pengembangan system budidaya udang vanname menggunakan system intensif selain memperhatikan pakan, keberadaan plankton juga merupakan salah satu factor penting dalam budidaya udang sebagai tropic level dalam perairan di mana fitoplankton menjadi produsen utama atau tropic level pertama di perairan. Sifat plankton dalam perairan bisa menguntungkan dan atau merugikan. Kondisi fisika, kimia, dan biologi suatu perairan juga akan memengaruhi distribusi plankton di perairan secara langsung akan berpengaruh pada kelimpahan plankton. Kualitas air pada budidaya udang vanname ini dikelola dengan memanfaatkan aplikasi probiotik dan penumbuhan plankton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan kelimpahan dan stabilitas air tambak dari pengukuran biologis (variasi, keragaman, dan dominasi plankton) di tambak udang CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi. Metode analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif secara deskriptif. Adapun parameter uji pada penelitian ini yaitu kelimpahan plankton, keanekaragaman plankton, keseragaman plankton, dan dominasi jenis plankton yang terdapat pada tambak udang vanname. Hasil identifikasi plankton pada tambak udang vanname di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi ditemukan 4 jenis plankton diantaranya yaitu : (33,3 – 39)% dari golongan Chlorophyta (Green Algae), (5 – 12)% dari golongan Cyanophyta (Blue-Green Algae), (32 – 34)% dari golongan Bacillariophyta (Diatoms), (7,2 – 9)% dari golongan Phyrrophyta (Dinoflagellata), dan 7% dari golongan Protozoa. Status indeks keanekaragaman (H’) sedang, indeks keseragaman (E) tinggi dan indeks dominasi rendah.
Identification of Plankton Abundance as an Indicator of Water Quality in Intensive Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Pond at PT. XYZ I Gusti Putu Gede Rumayasa Yudana; Nazran Nazran; Ailsallwa Enggar Denisa
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.53196

Abstract

This research aims to identify plankton abundance as a supporting indicator of water quality in intensive white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) ponds at PT. XYZ. The research applied a descriptive method using survey, field observation, interviews, direct participation, and analysis of primary and secondary data. Plankton observation was conducted using a hemocytometer with big block and small block counting methods, while water quality was assessed through transparency, water color, dissolved oxygen (DO), pH, ammonium (NH4), and nitrite (NO2) parameters. The identification results showed that the plankton groups found consisted of Chlorophyta, Cyanophyta, Bacillariophyta, Pyrrophyta, Cryptophyte, and Protozoa. Chlorophyta was the most dominant group, ranging from 30–80%, followed by Pyrrophyta at 20–36%, Cyanophyta at 3–26%, Bacillariophyta at 1–28%, and Protozoa at 1–5%. The DO values ranged from 4.6–6.38 mg/L, while pH values ranged from 7.9–8.5, indicating that both parameters remained suitable for plankton and shrimp growth. However, ammonium and nitrite concentrations exceeded the optimal standards, suggesting organic matter accumulation from uneaten feed and shrimp feces. Therefore, plankton abundance can serve as an important biological indicator for monitoring water quality in intensive shrimp pond management.
BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN BENIH RAJUNGAN UNDER SIZE DAN PELATIHAN BUDIDAYA RAJUNGAN SISTEM INTENSIF DI DESA PACIRAN, LAMONGAN, JAWA TIMUR Putri Nurhanida Rizky; Atika Marisa Halim; Nasuki Nasuki; Teguh Harijono; Bambang Suprakto; Moch. Heri Edy; M. Zainal Arifin; Agus Widodo; Anna Fauziah; Annisa Bias Cahyanurani; Asep Akmal Aonullah; Kartika Primasari; Yvonne Indrajati; Nazran Nazran
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i1.484

Abstract

Praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan signifikan terhadap penurunan hasil tangkapan rajungan terutama di Desa Paciran Kabupaten Lamongan. Rendahnya hasil tangkapan ini di dominasi oleh ukuran yang tidak sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini menyebabkan turunnya nilai produksi rajungan di Desa Paciran. Hasil tangkapan rajungan under size hanya dijadikan sebagai pakan ternak karena tidak memiliki nilai ekonomis. Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat mengenai penanganan benih rajungan under size pasca pasca penangakapan serta pelatihan dalam budidaya rajungan dengan teknologi intensif. Kegiatan bimbingan teknis ini dilakukan pada tanggal 15 Juni 2024 hingga 2 bulan pendampingan pasca kegiatan. Beberapa serangkaian kegiatan yang diadakan berupa workshop dan pelatihan kepada para nelayan lokal di Desa Paciran. Materi yang disampaikan meliputi pengetahuan dasar tentang rajungan, teknik penanganan benih rajungan under size, pengenalan sistem budidaya rajungan sistem intensif, serta praktik langsung dalam penerapan teknik – teknik tersebut. Hasil dari kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis para peserta dalam penanganan benih rajungan under size serta implementasi budidaya rajungan dengan sistem intensif. Para peserta berhasil mengaplikasikan teknik-teknik yang diajarkan dalam kondisi nyata dan mampu mengelola budidaya rajungan dengan lebih efisien. Bimbingan teknis dan pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam pengembangan potensi budidaya rajungan di Desa Paciran. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penanganan benih rajungan under size serta penerapan sistem budidaya intensif diharapkan dapat meningkatkan produksi rajungan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal.