Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Digitalisasi Studi Islam: Arah Baru Pendidikan Islam Indonesia Menuju Masyarakat 5.0 Zahratun Halimah; Maulida Fitriani; Mukmin
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.146

Abstract

Digitalisasi studi Islam di era Society 5.0 merupakan langkah penting dalam mengadaptasi pendidikan Islam dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi digital. Integrasi platform pembelajaran daring (LMS), media interaktif berbasis multimedia, dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan fleksibilitas, efisiensi, dan interaktivitas dalam proses pembelajaran, memungkinkan peserta didik mengakses pengetahuan Islam secara lebih luas. Transformasi digital ini tidak hanya mempermudah penyebaran literatur keislaman, tetapi juga memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam diskusi global dan mengeksplorasi berbagai perspektif dalam ajaran Islam. Namun, implementasi digitalisasi menghadapi beberapa tantangan, seperti ketimpangan infrastruktur digital antara daerah perkotaan dan terpencil, rendahnya literasi digital di kalangan pengajar, serta perlunya peningkatan standar etika dan keamanan informasi. Meskipun demikian, digitalisasi memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman pendidikan dengan menjadikan studi Islam lebih aksesibel, inklusif, dan menarik. Transformasi ini mendukung pengembangan generasi yang cerdas digital, beretika, dan memiliki pengetahuan, siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Penggunaan Aplikasi ICT Kahoot! untuk Evaluasi Formatif PAI di SMA Miftahul Ulum Tenggarong 2025 Akhmad Riadi; Maryam Maryam; Zahratun Halimah; Maulida Fitriani; Ittikhatul Mudawamah; Muhammad Abror; Saskya Delsalsa; Rani Aulia; Muhammad Hastiavin Habibi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 05 No. 01: March 2026
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i1.8377

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkan informasi teknologi melalui penggunaan aplikasi Kahoot! sebagai alat evaluasi formatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Miftahul Ulum. Metode pelaksanaannya dilakukan secara sistematis melalui tujuh tahapan, yaitu observasi, identifikasi, sosialisasi, pelatihan, implementasi, evaluasi, dan pelaporan. Kegiatan ini melibatkan guru dan peserta didik dalam pelatihan pembuatan serta penggunaan kuis interaktif berbasis Kahoot!. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penerapan Kahoot! Mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat partisipasi aktif, serta membantu guru melaksanakan evaluasi formatif menarik secara dan efektif. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi guru digital, keterampilan teknologinya, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan pembelajaran berbasis ICT. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan, serta menjadi contoh penerapan inovasi teknologi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah menengah.
Rekonstruksi Metode Pembelajaran PAI Dalam Perspektif Deep learning Zahratun Halimah; Maulida Fitriani; Mukmin
Jurnal Aktual Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/api.v5i2.543

Abstract

This study examines the reconstruction of Islamic religious education (Pendidikan Agama Islam, PAI) teaching methods through the perspective of deep learning. PAI instruction in Indonesia still tends to emphasize rote memorization and content delivery rather than the internalization of religious values into daily life. Using a descriptive qualitative approach through library research, this study analyzed scholarly articles, books, and education policy documents from academic databases such as Google Scholar and PubMed, selected through inclusion and exclusion criteria and examined using thematic content analysis. The findings show that the thoughts of KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy'ari, and Ki Hajar Dewantara can be reconstructed into an Islamic Deep learning paradigm that integrates cognitive, affective, and spiritual dimensions. Digital technology, adaptive learning platforms, and collaborative projects were found to strengthen conceptual understanding and critical thinking, although their success still depends on teachers' digital-pedagogical readiness. This study proposes a three-layer reconstruction model: strengthening the philosophical-value foundation, applying technology-based adaptive learning strategies, and transforming the teacher's role into a facilitator of meaningful learning experiences. These three layers reinforce one another, since values without operational strategy remain abstract, while technology without a value foundation risks reducing PAI to mere cognitive optimization.
Dinamika Pendidikan Amerika Serikat: Menelaah Sistem, Perkembangan, dan Tantangan dalam Perspektif Pendidikan Komparatif Maulida Fitriani; Zahratun Halimah; Ferdianur; M. Amin Badali; Noval Putra Mulya; Budi Yusuf
Jurnal Aktual Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/api.v5i2.551

Abstract

This study examines the dynamics of education in the United States by focusing on decentralization, educational flexibility, and equity from a comparative education perspective. A qualitative library research design with descriptive-comparative analysis was employed using academic literature published between 2022 and 2026. The findings show that state and school-district autonomy creates room for curriculum and service adaptation, but its educational benefits depend on local fiscal, social, and governance capacity. Comparison with Japan highlights the role of cultural values and character education, while comparison with Germany shows the importance of institutional links between education and the world of work. The novelty of this study is an analytical framework that connects local autonomy, educational flexibility, and equity as a causal sequence rather than treating them as separate themes. In this framework, autonomy provides decision space, flexibility represents its practical expression, and equity functions as the criterion for evaluating how broadly its benefits are distributed. This synthesis distinguishes the study from descriptive comparisons that discuss governance, curriculum, or inequality separately. The study concludes that decentralization can support educational innovation when local flexibility is accompanied by adequate governance capacity and mechanisms that safeguard access, accountability, minimum standards, and equity.