Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Produksi VCO Secara Tradisonal sebagai Obat Alami dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Watukamba Marianus Yufrinalis; Henderikus Darwin Beja; Yosef N Tembu Muda; Yosep A Wisang; Ambrosius P Nong; Theresia Y Ercilia; Regina D Gitan
Prima Abdika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v2i4.2177

Abstract

Virgin Coconut Oil is an oil that is processed from the extraction carried out from fresh coconut fruit which is processed in various ways, one of which is by using traditional methods, namely the natural processing process, namely by photosynthesis. The purpose of making Virgin Coconut Oil is to take advantage of the potential of nature in agriculture in increasing the empowerment of the creative economy of coastal communities during the Covid-19 pandemic. The method used is socialization and training on the process of making Virgin Coconut Oil (VCO). The result obtained is that the people of Watukamba Village realize the importance of utilizing the natural potential in agriculture and being able to produce VCO independently to increase the economic income of the community. The conclusion after community service activities during the pandemic is still felt the benefits by the community and the sustainability of virgin coconut oil (VCO) processing.
Analisis Mutu dan Produktivitas Jenis Lapis Permukaan HRS-Base Pogon, Maria Yunasti; Muda, Yosef Norbertus Tembu; Kabupung, Alfrendo Satriawan
Jurnal Latar Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v1i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu jenis Lapis Permukaan HRS-Base yang dihasilkan pada Asphalt Mixing Plant, untuk mengetahui kinerja dari campuran aspal jenis Lapis Permukaan HRS-Base dan mutu jenis dari Lapis Permukaan HRS-Base dan untuk mendapatkan hasil perhitungan produktivitas alat Asphalt Mixing Plant dalam proses pencampuran Lapis Permukaan HRS-Base. Metode penelitian menggunakan data yang diperoleh saat melalukan observasi dilapangan maupun menggunakan literature, pengumpulan data proyek dan data alat yaitu informasi mengenai alat yang digunakan pada pekerjaan yang ditinjau. Hasil penelitian ini Berdasarkan pengujian Marshall Quotient (MQ) dari Asphalt Mixing Plant PT. Waigete Abadi = 285,67, memenuhi Spesifikasi Bina Marga (2018) = 250, Dari hasil perhitungan produktivitas Asphalt Mixing Plant per jam, per hari, per minggu, dan per bulan dapat di simpulkan : Produktivitas Asphalt Mixing Plant per jam, P = 15,84 ton/jam, Produktivitas Asphalt Mixing Plant per hari = 126,72 ton/hari, Produktivitas Asphalt Mixing Plant per minggu = 380,16 ton/minggu dan Produktivitas Asphalt Mixing Plant = 1.520,64 ton/bulan.
Analisis Permohonan Pekerjaan Tambah: Studi Kasus Proyek Perbaikan Akses Jalan di PLTD Waibalun Muda, Yosef Norbertus Tembu; Kartawidjaja, Maria Angela; Sukwadi, Ronald
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i1.71

Abstract

Pekerjaan tambah mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap item pekerjaan dan atau volume pekerjaan sehingga berdampak langsung terhadap biaya dan waktu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui kesesuaian berdasarkan peraturan yang ada sehingga dapat memberikan solusi yang tepat mengenai permohonan pekerjaan tambah dari pihak kontraktor pada Proyek Perbaikan Akses Jalan di PLTD Waibalun Rayon Larantuka PT. PLN (Persero) Area Flores Bagian Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, dengan tahapan melakukan analisis terhadap permohonan pekerjaan tambah berdasarkan peraturan yang berlaku, analisis terhadap bobot pekerjaan yang telah dilaksanakan sampai dengan waktu pengajuan permohonan pekerjaan tambah, analisis perhitungan biaya dari permohonan pekerjaan tambah, dan membuat kesimpulan dan saran dengan membandingkan keputusan yang telah dilaksanakan pihak konsultan pengawasan dengan hasil analisis pada artikel ini. Hasil analisis didapatkan kontrak yang digunakan merupakan jenis kontrak lump sum, deviasi antara rencana progres dan realisasi progres dari kontraktor sangat rendah dengan deviasi -11,1271 %, biaya pekerjaan tambah sebesar Rp.21.887.000,- dengan persentase total penurunan harga adalah 1,22 % dari total harga penawaran. Keputusan yang tepat terkait adanya permohonan pekerjaan tambah ini adalah tidak disetujui untuk dilanjutkan prosesnya. Keputusan pihak konsultan pada saat proyek berlangsung telah sesuai dengan hasil analisis pada artikel ini.
TINJAUAN TEKNIS PELAYANAN BANDAR UDARA FRANS SEDA MAUMERE Yosef Norbertus Tembu Muda
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi penilaian pengguna jasa terhadap pelayanan Bandara Frans Seda Maumere. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke pengguna jasa bandar udara. Responden yang berhasil dikumpul berjumlah 135 orang, terdiri dari 100 orang pengguna jasa penumpang moda transportasi udara, dan 35 orang operator maskapai penerbangan. Analisis dilakukan dengan menghitung Importance Performance Analysis (IPA), Service Quality (Servqual), dan Customer Satisfaction Index (CSI), sedangkan pengukuran standar teknis fasilitas sisi darat bandara dengan membandingkan berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara SKEP/77/VI/2005, mengenai Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara. Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan rata-rata penumpang Bandara Frans Seda terhadap 8 (delapan) indikator pelayanan sebesar 84,74 persen masuk kriteria sangat puas. Indikator bandara membutuhkan pelayanan pesawat yang berbadan lebar dan lokasi bandara terletak di tempat strategis masuk kriteria cukup puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya oleh pengelola bandara. Indeks kepuasan rata-rata operator maskapai berdasarkan terhadap 8 (delapan) indikator pelayanan sebesar 79,35 persen masuk kriteria puas. Indikator bandara mempunyai peraturan mengenai pengaturan terhadap penumpang dan pengunjung yang baik dan efektif untuk mewujudkan proses yang lancar masuk kriteria cukup puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya oleh pengelola bandara. Pengukuran pengoperasian fasilitas sisi darat Bandara Frans Seda Maumere saat ini telah sesuai standar teknis berdasarkan SKEP/77/VI/2005 dan masuk dalam kelompok Bandara Udara C, dimana merupakan bandar udara yang telah berkembang dengan jenis pelayanan lalulintas udara adalah Aerodrome Tower Control (ADC).
TINJAUAN PERENCANAAN PERKERASAN KOMPOSIT JALAN (Studi Kasus : Peningkatan Pembangunan Jalan Wolofeo - Woloara) Yosef Norbertus Tembu Muda
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Wolofeo-Woloara merupakan salah satu ruas jalan lokal berlokasi di Desa Renggarasi ,kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka yang menghubungkan beberapa daerah di sekitarnya dan sebagai jalur alternatif bagi warga sekitar untuk memperjual belikan barang dagangannya di pasar Wolofeo dan satu-satunya jalur menuju ke tempat pariwisata yang sudah di kenal hingga tingkat nasional yaitu air terjun Muro Sobe, sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Tugas akhir ini bertujuan untuk meninjau ulang perencanaan perkerasan komposit jalan Wolofeo-Woloara berdasarkan standar perencanaan manual desain perkerasan jalan Bina Marga 2017 dan metode AASTHO 1993. Data-data yang di pakai data CBR dari pihak kontraktor pekerjaan jalan Wolofeo-Woloara, data survey lalu lintas, data dimensi perkerasan jalan lama sebagai pembanding dan acuan untuk merencanakan perkerasan komposit jalan. Hasil analisa data tersebut di atas di peroleh tebal lapisan perkerasan komposit jalan berdasarkan standar perencanaan manual desain perkerasan jalan Bina Marga 2017 untuk tebal lapis pondasi 10 cm, tebal beton 15 cm, tebal lapis permukaan aspal 4 cm dan metode AASHTO 1993 di peroleh untuk tebal lapis pondasi 10 cm, tebal beton 10 cm, tebal lapis permukaan aspal 3 cm. Sedangkan lebar jalan yang di gunakan tanpa bahu sebesar 450 cm dan untuk lapis lapis perkerasan jalan lama di peroleh tebal pondasi 8,6 cm, tebal beton 10 cm, tebal lapis permukaan aspal 3,4 cm, lebar jalan 337 dari pengukuran di lapangan. Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan perbedaan parameter perhitungan dari pihak perencana dan penggunaan grafik untuk masing-masing standar perencanaan, sehingga untuk tinjauan perencanaan perkerasan komposit jalan Wolofeo-Woloara tentunya akan mengalami perbedaan.
VARIASI SUHU PEMADATAN LABORATORIUM PADA GRADASI IDEAL DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN HRS - WC Yosef Norbertus Tembu Muda; Nuryadi
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai parameter marshall dengan suhu pemadatan laboratorium yang bervariasi dan kadar aspal optimum terhadap stabilitas perkerasan dan rentang tamperatur sasaran sehingga material permukaan memenuhi spesifikasi Bina Marga. Laboratorium yang di pakai dalam penelitian ini yaitu Laboratorium milik PT. Alam Flores. Komposisi campuran yang ideal dari penggunaan material quarry Magepanda dalam campuran LATASTON adalah untuk fraksi agregat kasar berupa komposisi batu pecah ¾” = 32%, komposisi batu pecah ½” = 9%, untuk fraksi agregat halus berupa komposisi abu batu 42%, komposisi pasir alam 17%. Total komposisi gradasi agregat gabungan yaitu 100%. Kadar aspal optimum yang dihasilkan dari hasil pengujian metode marshall dengan menggunakan material quarry Magepanda adalah 7,2 %, dimana pada kadar aspal ini memenuhi semua parameter yang ditetapkan dalam spesifikasi Bina Marga. Dari hasil analisa didapatkan untuk nilai stabilitas bahwa semakin tinggi suhu pemadatan maka semakin besar nilai stabilitas, untuk nilai Flow bahwa pada suhu 137°C dengan nilai flow 2.80 mm tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga sedangkan pada suhu suhu 141°C sampai dengan 153°C nilai flow memenuhi standar Bina Marga, untuk semua variasi suhu pemadatan nilai Marshal Quotion memenuhi semua parameter yang ditetapkan dalam spesifikasi Bina Marga, untuk nilai VIM bahwa suhu pemadatan semakin tinggi nilai VIM semakin kecil, untuk nilai VMA bahwa suhu pemadatan semakin tinggi nilai VMA semakin kecil, untuk nilai VFB bahwa suhu pemadatan semakin tinggi nilai VFB semakin besar.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN JALAN RAJA CENTIS KOTA MAUMERE DITINJAU DARI TINGKAT BAKU MUTU KEBISINGAN YANG DIIZINKAN Remigius Yasri; Yosef Norbertus Tembu Muda; Yono Putra
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kendaraan di Indonesia beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan pertahunnya. Dengan bertambahnya kendaraan bermotor pribadi yang menyebabkan beberapa dampak lalu lintas. Dampak lain yang dirasakan akibat arus lalu lintas pada ruas jalan apabila diperhatikan lebih jauh juga menyebabkan pencemaran suara akibat kendaraan bermotor berupa kebisingan. Tingkat kebisingan di Jalan Raja Centis, Kota Maumere diakibatkan oleh sepeda motor dan angkutan umum yang melewati jalan tersebut. Pengaruh lalu lintas terhadap kebisingan ini yang akan diteliti untuk mengetahui sebesar apa kebisingan yang ditimbulkan di jalan Raja Centis Kota Maumere yakni depan toko abadi. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran tingkat kebisingan lalu lintas dengan menggunakan alat ukur Sound Level Meter (SLM). Penelitian ini dilakukan di ruas jalan Raja Centis, Kota Maumere. Penelitian dilakukan di depan TokoJaya Abadi, Kota maumere. Tingkat kebisingan di ruas Jln. Raja Centis Kota Maumere tepatnya di depan Toko Jaya Abadi pada hari Selasa, 04 Agustus 2020 dengan interval waktu pukul 10.00-10.10 WITA yang nilai kebisingannya 70,17 dBA sedangkan pada interval waktu pukul 16.00-16.10 WITA yang nilai kebisingannya 71,53 dBA. Berdasarkan nilai kebisingan yang diperoleh, Berdasarkan nilai kebisingan yang diperoleh, maka tingkat kebisingan lalu lintas kendaraan pada ruas Jln. Raja Centis Kota Maumere melebihi standar baku mutu tingkat kebisingan. Faktor penyebab kebisingan dihasilkan oleh aktivitas transportasi pada Jalan Raja Centis, seperti volume lalu lintas kendaraan yang kebisingannya bersumber dari suara klakson dan bunyi musik (sound) angkutan umum, bunyi knalpot racing, pergesekan ban, dan suara rem angin.
ANALISIS EFISIENSI PRODUKTIVITAS ALAT BERAT DUMP TRUCK, ASPHALT FINISHER, TANDEM ROLLER, DAN PNEUMATIC TYRED ROLLER PADA PEKERJAAN JALAN ( Study Kasus : Pembangunan Jalan Patimoa-Arawawo) Ferdinandus Antonius So; Yono Putra; Yosef Norbertus Tembu Muda
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 7 No 1 (2021): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The productivity and working time of heavy equipment is one of the most important factors in determining the success of a construction project to reduce work delays which cause wasted costs. This research aims to determine the value of productivity and working time of heavy equipment on the Patimoa-Arawawo road construction project with a length of 2000 m. The heavy equipment that will be analyzed in this research is the Dump Truck, Asphalt Finisher, Tandem Roller, and Pneumatic tread roller. This research uses a method for calculating the actual production capacity of heavy equipment, namely calculating heavy equipment speed, heavy equipment cycle time, equipment efficiency factors, and the production capacity of the Asphalt Mixing Plant (AMP) used according to what happens in the field. The results of the analysis of heavy equipment productivity and working time obtained from this research are Dump trucks for HRS Base work productivity of 3.71 m3/day and working time 5 days, Dump trucks for Aggregate work productivity of 7.56 m3/hour and working time 1 day, Asphalt finisher productivity is 33.32 m3/hour and working time is 2 days, Tandem roller productivity is 23.32m3/hour and working time is 2 days, Pneumatic Tyred roller productivity is 18.29 m3/hour and working time is 2 days, and Asphalt Mixing Plant (AMP) production is 6.40 m³/hour and the working time is 6 days.
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN NASIONAL MAUMERE – LARANTUKA (KELURAHAN GELITING KECAMATAN KEWAPANTE) KABUPATEN SIKKA - MAUMERE Riki Yohanes Moat; Yosef Norbertus Tembu Muda; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 9 No 1 (2023): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur 
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewapante District is one of the sub-districts in Sikka Regency with a population of 14,906 inhabitants (BPS Sikka Regency, 2022). With the large number of residents in Kewapante District, this will have an impact on increasing demand and becoming a center of activity both in socio-cultural activities, political activities, educational activities, and economic activities. On the MaumereLarantuka National road section, precisely Geliting, is an area that is crowded with motorized vehicles, at that location there is also a market so that high side barriers often occur and indirectly affect traffic flow and performance on these roads. As a state road that is often traversed by vehicles in Kewapante District, Sikka Regency, precisely on the MaumereLarantuka National road, the conditions in the field are very different. The purpose of this research is to evaluate road performance in the presence of a market. Regarding the method used to analyze the performance of the road section, the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2014) are used, especially for urban roads. The survey was conducted for 3 (three) days, namely from Thursday, Friday and Saturday. From the survey results for three days and an analysis was carried out, it was found that the total peak volume was 1740 skr/hour, the capacity was 1771 skr/hour, the total Side Barrier was 549 events/hour and the value of the Degree of Saturation was 0.98, it can be concluded that the level of service the path is at level E. Keywords: Road Performance, Traffic Volume, Side Barriers, Degree of Saturation, Road Geometrics
ANALISA PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN WAIGETE –GALIT Stefanus Blawir; Yosef Norbertus Tembu Muda; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 9 No 1 (2023): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur 
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the process of road construction, the use of heavy equipment is very necessary in accelerating the process of carrying out work in accordance with predetermined and planned targets. Machines must be used efficiently, and productivity tool depends on type or type tool, method work, condition work field, as well as time which required for complete something profession. This study uses the actual method of calculating the productivity of heavy equipment, namely the calculation of the speed of the heavy equipment, the efficiency factor of the equipment and the productivity capacity of the heavy equipment used in accordance with what happened in field.The purpose of this final project is to determine the productivity value of heavy equipment in the Waigete - Galit Road Improvement project. Where the productivity value in asphalt pavement layer work is: 1 unit asphalt mixing plant = 16.9 m3/hour, 4 units Hino dump trucks = 3.6 m³/hour, 1 unit asphalt finisher = 18 m3/hour, 1 unit tandem roller = 15.7 m3/hour, 1 unit pneumatic tire roller = 15.9 m³/hour. And calculate the working time required for each heavy equipment based on the number of tools available, namely on asphalt pavement layer work : asphalt mixing plant = 2 days, dumpt truck = 2 days, asphalt finisher = 2 days , tandem roller = 2 days, pneumatic tyred rollers = 2 days.The calculation results obtained are real productivity with a good (good) working efficiency factor in accordance with the real working time in the field.