Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN PEPAYA MENTAH MENJADI STIK PEPAYA SEBAGAI ALTERNATIF USAHA BAGI MASYARAKAT Tuti Nadhifah; Devy Aufia Abshor; Cikita Berlian Hakim; dian rosita; Jeki Purnomo; Nelly Rhosyida
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2443

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Desa Banget, namun masyarakat setempat kurang memanfaatkan buah pepaya. Sleian itu pepaya memiliki nilai jual yang rendah dan permintaan konsumen masih sendikit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang memiliki tujuan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam menghasilkan olahan produk kreatif. Dengan menggali potensi sumber daya alam yang ada dapat bermanfaat dalam meningkatkan usaha sampingan selain bertani maupun pekerjaan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan oktober 2023 dan diikuti oleh 40 peserta dari ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Banget. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahan evaluasi. Hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penguasaan peserta sebanyak  40 orang atau 80% berada dikategori minimal baik, yang artinya peserta yang mengikuti sosialisasi telah menguasai materi yang di sampaikan TIM PKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dilaksanakan di sesa Banget dapat dinyatakan berhasil, karena terjadi peningkatan pengetahuan terhadap peserta kegiatan. Saran bagi masyarakat di Desa banget diharapkan dapat diterapkan dengan mengolah pepaya mentah menjadi aneka makanan yang lain sehingga pepaya dapat bernilai jual tinggi dan dapat menambah keankaragaman makanan untuk bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat.
MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA TEMULUS DENGAN PELATIHAN PEMBUATAN ECOPRINT Jeki Purnomo; Fifi Endah Irawati; Ade Ima Afifa Himayati; Widya Cholid Wahyudin; Edi Wibowo Suwandi; Maryatin Maryatin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2276

Abstract

AbstrakTrend gaya hidup yang ramah lingkungan sekarang semakin disukai oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan optimalisasi pemanfaatan potensi lingkungan sekitar dengan menciptakan produk kreatif ramah lingkungan seperti Ecoprint. Secara umum perekonomian desa Temulus relative baik, walaupun masih memiliki beberapa kendala seperti salah satunya pengganguran. Pelatihan produk kreatif dapat menjadi salah satu solusi untuk melatih kreatifitas penduduk desa Temulus khususnya bagi para ibu rumah tangga yang dapat dijadikan sumber pendapatan atau sebagai usaha untuk mendukung suami dalam mencari nafkah. Kegiatan pelatihan ini terlaksana sesuai dengan jadwal dan tahapan-tahapan yang telah tersusun. Kegiatan ini juga mendapatkan antusias yang luar biasa dari peserta. Hasil lain adalah kegiatan ini terbukti menambah wawasan, kreativitas dan pengetahuan para peserta. Harapan kedepan adalah dapat memasukkan program pendampingan bagi para ibu PKK desa Temulus karena dari pelatihan ini diketahui dari kegiatan tanya jawab, para ibu PKK desa Temulus masih kurang memahami cara pemasaran produk kedepannya.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN BERORGANISASI Jeki Purnomo; Dian Anggraeni Rachman; Irwandi Rachman; Cikita Berlian Hakim; Haeril Haeril
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3002

Abstract

AbstrakPermasalahan utama dalam organisasi kemahasiswaan adalah rendahnya kesiapan dan kapabilitas pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional. Hal ini mencakup lemahnya pemahaman fungsi manajemen, keterampilan kerja tim, kepemimpinan serta kemampuan menyusun dan mengevaluasi program kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan manajemen organisasi berbasis pendekatan POAC dan metode partisipatif berbasis studi kasus. Program dilaksanakan di salah satu Universitas Indonesia pada Mei–Juni 2025 melibatkan 30 mahasiswa pengurus inti organisasi kemahasiswaan yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dan rekomendasi pihak kampus. Tahapan kegiatan mencakup persiapan, implementasi pelatihan dan evaluasi dengan instrumen pre-test dan post-test sebagai alat ukur kesiapan berorganisasi. Analisis data menggunakan uji paired t dan efekt size. Hasil menunjukkan peningkatan skor signifikan dari 76,67 (±13,72) menjadi 90,67 (±9,93) dengan p=0,006 dan d=0,54. Indikator seperti pemahaman visi-misi, kerja tim, komunikasi dan literasi digital meningkat signifikan. Tidak ditemukan perbedaan hasil berdasarkan gender. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan kesiapan manajerial mahasiswa secara nyata. Rekomendasi meliputi integrasi pelatihan dalam kalender akademik, pelibatan alumni sebagai mentor serta adopsi teknologi digital sebagai alat kolaborasi organisasi mahasiswa ke depan. AbstractThe main problem in student organizations is the low readiness and managerial capability of members in managing organizations professionally. This includes weak understanding of management functions, teamwork skills, leadership and ability to design and evaluate work programs. This community service activity aims to empower students through organizational management training using the POAC framework and participatory, case-based learning. The program was implemented at one of University in Indonesia from May to June 2025, involving 30 core members of student organizations selected based on active participation and campus recommendation. The stages consisted of preparation, training implementation and evaluation with pre- and post-test instruments used to measure organizational readiness. Data analysis employed paired t-test and effect size. Results showed a significant score increase from 76.67 (±13.72) to 90.67 (±9.93) with p=0.006 and d=0.54. Indicators such as understanding of vision-mission, teamwork, communication and digital literacy improved significantly. No significant differences were found based on gender. In conclusion, the training effectively enhanced students' organizational readiness. Recommendations include integrating training into the academic calendar, involving alumni as mentors, and adopting digital technology as collaborative tools for future student organizations.