Iwan Armawan
Universitas Mpu Tantular

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the State in the Process of Economic Development Communication Iwan Armawan; La Dono
JKEN: Jurnal Kajian Ekonomi Nasional Vol 1 No 2 (2026): Jelajah Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/je.v1i2.66

Abstract

Abstract                                                                                     This study aims to analyze and conceptualize the multifaceted role of the state in the process of economic development through a qualitative, descriptive, and literature-based approach. The research employs secondary data derived from academic journals, theoretical works, and official reports, analyzed through thematic coding and inductive synthesis to identify conceptual patterns and interconnections. The findings reveal that the effectiveness of the state in driving economic growth depends not on the scale of intervention but on institutional quality, fiscal capacity, and governance integrity. The study identifies four core dimensions of the state’s role: (1) the developmental function, where bureaucratic autonomy and coherent industrial policy support structural transformation; (2) fiscal and administrative capacity, which underpins the state’s ability to finance public goods; (3) the ethical and distributive role, as emphasized in Islamic economic frameworks advocating justice and sustainability; and (4) the cooperative interaction between the state and the market in fostering innovation and inclusive growth. These findings suggest that the modern state must act as both a developmental and normative agent, balancing economic efficiency with social equity. The study contributes to academic discourse by synthesizing developmental state theory, institutional economics, and moral-economic perspectives, offering an integrative framework for understanding the adaptive and ethical functions of the state in contemporary economic systems.   Keywords: State capacity, governance, developmental state, economic transformation, fiscal policy
Penguatan Karakter dan Integritas dalam Mencegah Korupsi di Sektor Publik Iwan Armawan; Siti Munawaroh; Suherman; Jhepri Rikson Lumban Raja; Mohamad Iqbal
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter dan integritas merupakan strategi penting dalam pencegahan korupsi di sektor publik karena membentuk perilaku pejabat yang jujur, akuntabel, dan bertanggung jawab.Korupsi di sektor publik merupakan salah satu masalah utama yang menghambat pembangunan, merusak kepercayaan masyarakat, dan menurunkan kualitas layanan publik. Upaya pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pembentukan karakter dan integritas individu di lingkungan birokrasi. Karakter etis, tanggung jawab sosial, serta disiplin kerja yang kuat membantu menciptakan budaya organisasi yang transparan dan akuntabel. Penguatan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan anti-korupsi, pembiasaan nilai-nilai moral sejak dini, pembinaan etika birokrasi, serta penerapan kode etik yang jelas. Sementara itu, integritas mencakup konsistensi antara prinsip dan tindakan, keberanian untuk menolak praktik korupsi, serta komitmen terhadap kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Sinergi antara karakter dan integritas menciptakan efek preventif yang kuat terhadap praktik korupsi karena pejabat publik menjadi sadar akan dampak sosial dan hukum dari korupsi. Selain itu, transparansi, pengawasan internal dan eksternal, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor pendukung dalam memperkuat integritas lembaga publik. Dengan pendekatan holistik yang memadukan penguatan individu, reformasi birokrasi, dan pengawasan efektif, sektor publik dapat membangun budaya anti-korupsi yang berkelanjutan, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Abstrak ini menekankan bahwa pendidikan karakter dan integritas adalah fondasi utama dalam strategi pencegahan korupsi di sektor publik.