Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Konservasi Hayati

AKTIVITAS HARIAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis fascicularis) DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) PANTAI PANJANG, KOTA BENGKULU Yogeash Pratama; Rizwar; Darmi Darmi; Dian Fita Lestari; Evelyne Riandini
Konservasi Hayati Vol 18 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v18i2.23905

Abstract

Salah-satu habitat monyet ekor panjang (Macaca fascicularis fascicularis) di Kota Bengkuli adalah Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang. Kualitas habitat primata ini diduga telah mengalami degradasi karena berbagai aktivitas manusia sehingga telah berdampak pada aktivitas hariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian pada monyet ekor panjang (M. fascicularis fascicularis). Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 - Januari 2022 di Kawasan TWA Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Pengamatan dilakukan menggunakan metode scan sampling untuk mengetahui aktivitas hariannya yaitu meliputi aktivitas makan, berpindah tempat, istirahat, bermain, grooming, kawin dan konflik, jenis tumbuhan pakan, pohon untuk istirahat serta tidur monyet ekor panjang. Hasil pengamatan yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menjelaskan aktivitas harian dari monyet ekor panjang. Aktivitas harian monyet ekor panjang, yang paling banyak dilakukan adalah berpindah (39,51%) istirahat (28,88%), makan (13,56%), bermain (6,52%), komunikasi (4,91%), konflik (1,6%), grooming (5,0%) dan kawin (0%). Jenis tumbuhan disukai yaitu Soneratia alba J.I (Pedada/Bogem) sedangkan pada Derris trifoliata Lour sedikit disukai. Bagian organ tumbuhan yang disukai oleh monyet ekor panjang adalah daun muda, bunga, buah, dan batang muda.
Identifikasi Mangrove Berdasarkan Salinitas di Desa Sumber Jaya, Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang dan Pulau Baai Provinsi Bengkulu Sudayu, Zayadi; Astuti, R.R. Sri; Fatimatuzzahra; Supriati, Rochmah; Riandini, Evelyne
Konservasi Hayati Vol 21 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v21i1.41086

Abstract

Mangroves play an important ecological and economic role. TWA Pantai Panjang and Pulau Baai, specifically in Sumber Jaya Village, are directly adjacent to a river environment where seawater can enter during high tide. This seawater influence can affect the salinity of the waters, leading to varied responses from mangroves due to their differing tolerance ranges. The research aimed to identify mangrove species based on salinity conditions in Sumber Jaya Village, Kampung Melayu District, TWA Pantai Panjang, and Pulau Baai, Bengkulu Province. The research method used was descriptive explorative, with data collection at 3 stations using the Line Transect Plot method. The identification yielded 16 mangrove species from 9 families. Specifically, the Rhizophoraceae family included Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorrhiza, and Bruguiera sexangular. The Avicenniaceae family was represented by Avicennia marina and Avicennia lanata. Other families included Combretaceae (Lumnitzera littorea and Terminalia catappa), Sonneratiaceae (Sonneratia alba and Sonneratia caseolaris), Acanthaceae (Acanthus ilicifolius), Asclepiadaceae (Calotropis gigantea), Apocynaceae (Cerbera manghas), Leguminosae (Derris trifoliata), and Malvaceae (Hibiscus tilaceus). The Rhizophoraceae family had the most species. Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Rhizophora stylosa were found in a salinity range of 0 - 25 ‰, corresponding to freshwater to estuarine salinity types. Bruguiera gymnorrhiza and Bruguiera sexangula were found at salinities of 8-25 ‰, Avicennia marina and Avicennia lanata at salinities of 21-25 ‰, and Lumnitzera littorea at a salinity of 3 ‰.