Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Identifikasi dan Penanganan Masalah Siswa TK-SMA: Analisis Aspek Akademik, Emosional, dan Sosial Astiti Tenriawaru Ahmad; Noviyanti Pratiwi; Kasmayani Karim; Rahmat Permadi; Diah Ayu Permatasari
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.79786

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam mengidentifikasi dan menangani permasalahan siswa berdasarkan jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Pelatihan ini diikuti oleh 16 guru dari berbagai jenjang pendidikan dan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2025 di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Metode yang digunakan mencakup tiga sesi utama, yaitu presentasi, diskusi kelompok, dan simulasi studi kasus yang mengintegrasikan aspek akademik, emosional, dan sosial. Setiap sesi dirancang untuk membantu guru memahami karakteristik perkembangan siswa, tantangan pembelajaran, serta faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku dan performa akademik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perbedaan karakteristik permasalahan siswa berdasarkan kelompok generasi, mulai dari Generasi Alpha di tingkat TK dan SD hingga Generasi Z di tingkat SMP dan SMA. Guru juga dibekali dengan strategi praktis untuk deteksi dini masalah belajar, tanda-tanda gangguan emosi, dinamika sosial, serta pendekatan intervensi yang sesuai dengan masing-masing jenjang. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola kasus siswa dan kemampuan membuat rencana tindak lanjut berbasis kebutuhan individual. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa guru memerlukan pemahaman mendalam, keterampilan adaptif, serta pelatihan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Pendekatan holistik dan kolaboratif antara sekolah, orangtua, serta tenaga profesional menjadi kunci dalam memastikan kesejahteraan dan perkembangan optimal peserta didik.
Cognitive Behavioral Therapy untuk Mengurangi Repetitive Negative Thinking Diah Ayu Permatasari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39216

Abstract

Repetitive Negative Thinking (RNT) merupakan pola berpikir berulang, sulit dikendalikan, dan berfokus pada pengalaman negatif maupun kemungkinan buruk di masa depan. RNT diketahui berperan sebagai faktor transdiagnostik yang mendasari berbagai permasalahan psikologis, termasuk kecemasan, stres akademik, dan gangguan fungsi sehari-hari. Partisipan berusia 27 tahun yang mengalami kecenderungan berpikir negatif berulang terkait penyelesaian tesis, ketidakpastian pekerjaan, konflik interpersonal, dan penilaian sosial dari lingkungan. Intervensi diberikan dalam enam sesi CBT yang meliputi asesmen dan konseptualisasi kasus, identifikasi pikiran otomatis negatif, restrukturisasi kognitif, problem solving, pengambilan keputusan, serta pencegahan kekambuhan. Data diperoleh melalui wawancara klinis, observasi, catatan terapi, dan evaluasi perkembangan partisipan selama proses intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas RNT, peningkatan kemampuan mengidentifikasi serta mengevaluasi pikiran otomatis negatif, peningkatan keterampilan pemecahan masalah, serta peningkatan kemampuan menghadapi tuntutan akademik dan interpersonal secara lebih adaptif.
Psikoedukasi Regulasi Emosi untuk Mengurangi Perilaku Melanggar pada Siswa Melalui Teknik Mindfulness Fadillah Fira Firmanilah; Diah Ayu Permatasari; Roselina Dwi Hormansyah; Rizkia Hidayati; Kasmayani Karim
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.84992

Abstract

Adolescents undergoing a dynamic phase of emotional developmemt often exhibit high levels of impulsivity, which increases their vulnerability to aggressive behavior and rule violations when emotional regulation is inadequate. This study aims to enhance students’ emotion regulation skills in order to reduce rule-breaking behavior through a mindfulness-based psychoeducational program. A psychoeducational intervention was conducted using three stages: preparation, implementation, and evaluation. The participants consisted of 20 students from SMA Kartika XX-1 Makassar with a documented history of disciplinary violations. Data were collected thorugh participants attendance, observation of engagement, and feedback on the program materials. The fingdings indicate that the program was successfully implemented, as evidenced by a 100 % attendance rate, active participation, and predominantly positive responses from participants. Most students reported that the materials were relevant, easy to understand and applicable to their daily lives. Furthermore, participants demonstrated improved emotional awareness, enhanced self-control, and increased motivation to adobt more adaptive behaviors. In conclusion, mindfulness-based psychoeducation is an effective intervention strategy for improving student’s emotion regulation and reducing rule-violating behavior in the school setting. This program also holds strong potential for sustainable implementation as part of broader efforts to support character development and promote students’ mental health.
Mekanisme Psikologis Self-Compassion dalam Non-Suicidal Self-Injury pada Remaja: Literature Review Diah Ayu Permatasari
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86720

Abstract

Abstrak. Non-suicidal self-injury (NSSI) pada remaja merupakan perilaku melukai jaringan tubuh secara sengaja tanpa intensi bunuh diri yang sering berfungsi sebagai strategi regulasi emosi maladaptif. Artikel ini bertujuan menyintesis mekanisme psikologis self-compassion dalam menjelaskan kerentanan dan pemulihan NSSI pada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review naratif dengan sintesis tematik. Literatur ditelusuri secara purposif melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Frontiers, dan laman jurnal akademik terbuka menggunakan kombinasi kata kunci self-compassion, adolescent, non-suicidal self-injury, self-harm, self-criticism, shame, emotion regulation, depression, attachment, compassion-focused therapy, dan mindful self-compassion. Sebanyak 24 sumber utama dianalisis, terdiri atas artikel konseptual primer, studi empiris, systematic review, meta-analisis, dan artikel kontekstual Indonesia yang relevan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa self-compassion bekerja melalui enam mekanisme utama, yaitu penurunan self-criticism dan self-hatred, reduksi shame dan isolation, peningkatan toleransi distress dan regulasi emosi, pelemahan over-identification terhadap pikiran negatif, penguatan common humanity dan keterhubungan sosial, serta peningkatan motivasi pemulihan. Kajian ini menegaskan bahwa self-compassion bukan sekadar sikap positif terhadap diri, melainkan proses regulatif yang mengubah cara remaja merespons penderitaan psikologis sebelum, selama, dan sesudah dorongan NSSI muncul. Implikasi kajian diarahkan pada asesmen risiko, pencegahan berbasis sekolah, serta intervensi psikologis yang bertahap, aman secara klinis, dan sensitif terhadap konteks keluarga serta budaya.Kata Kunci: self-compassion; non-suicidal self-injury; remaja; kritik diri; regulasi emosi