Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELAYANAN PUBLIK BIDANG KESEHATAN: PENERAPAN DIGITALISAI BERBASIS APLIKASI BACK UP DATA POSYANDU DI DESA DONGKO Kiki Amalia; Mohammad Sawir; Andi Nur’aini; Henra Rasa Putra
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i2.1218

Abstract

Anutapura I, II, and III Integrated Health Posts (Posyandu) in Dongko Village still use a manual recording system. This creates several problems, such as long service times, long queues, and the risk of data loss. The community service activity aims to implement the digitization of application-based Posyandu services with a data backup system. Through training and mentoring, it is hoped that Posyandu cadres will be able to use the application for fast, accurate, and transparent data recording, thereby improving service quality and better serving the community. The implementation method includes initial observation, socialization, application training, implementation in routine Posyandu activities, and ongoing evaluation and mentoring. The results of the activity show significant improvements: recording times that previously took hours can be completed in minutes, queues are drastically reduced, and data is stored more securely and easily accessed in real time. Thus, the digitization of Posyandu services has proven to be an effective solution to the problems of manual recording that have been faced.
Digital Transformation of Academic Administration Services: Isomorphism Analysis at Madako University Tolitoli Muhammad Iqbal; Nursifa; Masrin Gafar; Henra Rasa Putra; Eka De Patmonsela Liow
Perkembangan Kajian Sosial Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Teras Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/perkasa.v3i1.581

Abstract

This study analyzes the public administration transformation process at Tolitoli Madako University within the framework of institutional theory, specifically the concept of isomorphism (coercive, mimetic, normative). Using a descriptive qualitative approach that incorporates participant observation, in-depth interviews, and documentary studies, the study examines how regulatory pressures, imitation of institutional practices, and professional demands shape academic administrative policies and practices amid digital disruption. The results indicate the dominance of coercive isomorphism, which drives the adoption of SOPs and formal digital systems, accompanied by mimetic isomorphism that results in the partial adoption of modern practices, and normative isomorphism that is just beginning to form but is not yet supported by a strong human resource capacity and evaluation mechanisms. The findings reveal a gap between formal digital design and daily operational practices, such as reliance on physical documents, manual flows, and limited digital literacy/infrastructure, resulting in transformation tending to be procedural or symbolic. Recommended strategies include simplifying and integrating SOPs into centralized digital systems, strengthening human resource training and performance indicators, and a selective and contextual mimetic adaptation approach to ensure substantive and sustainable change.
Pengawasan Badan Permusyawatan Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Di Desa Buntuna Kabupaten Tolitoli Alia Diva Ratulia; Daniati Hi. Arsyad; Henra Rasa Putra
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i1.1475

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa pengawasan badan permusyawaratan desa dalam melakukan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Tahun 2023 Di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulam data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive. Informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Wakil Badan Permusyawaratan Desa Buntuna, Anggota Badan Permusyawaratan Desa terdiri dari 2 orang dan 3 orang masyarakat Desa Buntuna. Teknik analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Badan Permusyawaratan Desa dalam melakukan pengawasan melekat belum terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan Desa belum cukup optimal dalam mengawasi  program BLT-DD Buntuna, pada pengawasan fungsional sudah terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan desa ikut serta dalam menyalurkan BLT-DD yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa, bahkan BPD pun melakukan evaluasi kembali bagi mereka yang telah menerima BLT tersebut. Pengawasan masyarakat belum terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan Desa belum objektif dalam merekomendasikan masyarakat yang benar-benar berhak menerima BLT-DD.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENGEMBANGKAN KARANG TARUNA DI DESA AUNG KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI Fajri Agus; Masrin Gafar; Henra Rasa Putra
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i2.1478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana keterlibatan pemerintah desa dalam upaya pengembangan Karang Taruna di Desa Aung berdasarkan 3 indikator yaitu peran pribadi (Interpersonal role), peranan berkaitan dengan informasi (Informasi role) dan peran keputusan (Decision role). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, Teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 7 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran pemerintah desa dalam mengembangkan karang taruna belum sesuai dengan apa yang diharapakan oleh semua pihak. Pertama peran pribadi, peran pemerintah Desa Aung belum berjalan maksimal secara individu. Kedua peranan yang berkaitan dengan informasi, pemerintah Desa Aung sudah cukup baik, tetapi dari pihak pengurus karang taruna kurang tanggap dalam merespon informasi yang disampaikan. Ketiga peran keputusan, pemerintah desa dalam pengambilan keputusan belum berjalan dengan baik, dikarenakan banyak hal yang berhubungan dengan pengembangan karang taruna belum diputuskan dengan baik oleh pemerintah desa.