Amirah Amirah
Manajemen, Universitas Pancasakti Tegal

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Penerapan Manajemen Risiko terhadap Keberlanjutan UMKM Seblak Prasmanan di Wilayah Tegal Ardyan Muhamad Ramadhan; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM berperan sebagai penggerak utama perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia. Namun, UMKM rentan menghadapi berbagai risiko bisnis yang dapat mengancam keberlanjutan usaha jika tidak dimitigasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko pada UMKM Seblak Prasmanan di wilayah Tegal serta kontribusinya terhadap keberlanjutan usaha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 23 pemilik UMKM Seblak Prasmanan yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko berada pada kategori Tinggi, dengan nilai rata-rata Identifikasi Risiko (3,552), Pengukuran Risiko (3,860), dan Pengelolaan Risiko (3,840). Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM telah memiliki kesadaran kuat dalam mengelola risiko, namun aspek identifikasi risiko perlu ditingkatkan agar risiko dapat dikenali lebih awal. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan risk register, diversifikasi pemasok, digitalisasi pencatatan keuangan, pelatihan SDM, dan strategi pemasaran inovatif untuk memperkuat keberlanjutan usaha.
Ketidakstabilan Pendapatan dan Strategi Adaptif Pengemudi Ojek Online: Analisis Manajemen Risiko dalam Ekonomi Gig di Indonesia Riffa’i Al Hakim; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform transportasi daring memberikan fleksibilitas kerja bagi pengemudi ojek online, namun juga menghadirkan risiko ketidakstabilan pendapatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen risiko pendapatan pengemudi ojek online dengan menggunakan kerangka ISO 31000 yang mencakup identifikasi, pengukuran, dan pengelolaan risiko. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei terhadap 26 pengemudi ojek online dari berbagai platform di Indonesia, dengan analisis data berbasis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi pengemudi meliputi ketidakpastian pendapatan, fluktuasi jumlah order, ketergantungan pada sistem aplikasi, serta kenaikan biaya operasional yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi pribadi. Dalam pengelolaan risiko, pengemudi cenderung menerapkan strategi adaptif seperti penambahan jam kerja, diversifikasi layanan, dan pengendalian biaya operasional, meskipun strategi tersebut masih bersifat individual dan reaktif. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen risiko pendapatan pengemudi ojek online dalam ekonomi gig belum bersifat sistematis dan masih sangat bergantung pada penyesuaian perilaku kerja individu.
Manajemen Risiko Pada Toko Sembako untuk Meningkatkan Keberlangsungan Usaha Dinna Muluena Maulidah; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kecil seperti toko sembako memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko usaha pada toko sembako dengan menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pemilik dan karyawan toko. Analisis data dilakukan melalui tahapan ERM, meliputi identifikasi risiko, pengukuran dan penilaian risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact), evaluasi risiko menggunakan matriks risiko, serta perumusan strategi pengelolaan risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh risiko utama yang mencakup risiko operasional, pasokan barang, strategis, serta keuangan dan eksternal. Risiko dengan tingkat tinggi terdapat pada kekosongan stok saat permintaan meningkat dan berkurangnya pelanggan akibat persaingan usaha. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi pengecekan stok secara rutin, diversifikasi pemasok, peningkatan ketelitian pencatatan transaksi, serta penerapan strategi promosi. Penerapan ERM membantu toko sembako dalam mengelola risiko secara sistematis sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Analisis Manajemen Resiko Pada Affiliator : Pendekatan Identifikasi, Evaluasi, dan Pengendalian Risiko Siti Mutmainah; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang luas bagi individu untuk berperan sebagai affiliator dalam model bisnis affiliate marketing. Namun, aktivitas ini dihadapkan pada berbagai risiko operasional yang dapat mengancam keberlanjutan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis strategi pengendalian risiko yang dihadapi oleh para affiliator. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada 137 responden yang merupakan pelaku affiliator. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh kategori risiko utama, yaitu: perubahan kebijakan platform, persaingan ketat antar affiliator, masalah teknis (seperti link afiliasi yang tidak berfungsi), komentar dan umpan balik negatif, komisi yang tidak dibayarkan, perubahan tren dan minat audiens, serta penipuan. Evaluasi risiko menunjukkan bahwa sebagian besar risiko tersebut terjadi secara berulang dan memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan promosi dan pendapatan. Di sisi lain, analisis menunjukkan bahwa mayoritas affiliator telah menerapkan beberapa langkah pengelolaan risiko, seperti diversifikasi platform, membangun personal branding, pemeliharaan link secara rutin, mempromosikan produk terpercaya, pencatatan komisi, update informasi kebijakan platform, dan memiliki strategi pencegahan penipuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran akan risiko dan penerapan manajemen risiko yang proaktif merupakan faktor kunci bagi ketahanan dan keberlanjutan bisnis seorang affiliator di tengah dinamika pasar digital yang sangat cepat dan kompetitif.
Analisis Manajemen Risiko pada Usaha Toko Apotek di Kota Tegal M. Aldo Julianto; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko pada usaha toko apotek di Kota Tegal dengan menggunakan kerangka ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 pemilik dan pengelola toko apotek. Analisis dilakukan berdasarkan tiga tahapan manajemen risiko, yaitu identifikasi, pengukuran, dan pengelolaan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas apotek telah mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko operasional dan kepatuhan dengan baik, yang tercermin dari penerapan prosedur pengecekan ganda, pelatihan karyawan, serta kepatuhan terhadap regulasi farmasi. Namun demikian, risiko laten masih ditemukan pada aspek persediaan dan keuangan, khususnya terkait potensi kekosongan obat, keterlambatan suplai, serta dampak penurunan daya beli masyarakat terhadap omzet. Pengelolaan risiko keuangan telah dilakukan melalui perencanaan anggaran dan penyediaan dana cadangan, meskipun tingkat penerapannya masih bervariasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko pada usaha toko apotek di Kota Tegal telah berjalan relatif baik, namun masih memerlukan penguatan pada perencanaan persediaan dan ketahanan keuangan untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Analisis Manajemen Risiko Toko Buku dalam Konteks Keberlanjutan Usaha di Era Digital (Studi Deskriptif pada Toko Buku di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes) Caesar Alwansyah Setiyanto; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya persaingan usaha telah menimbulkan berbagai risiko bagi toko buku konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko berdasarkan persepsi pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan toko buku di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 20 pemilik atau pengelola toko buku. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pasar dan risiko rantai pasok merupakan risiko yang paling dominan, dengan 70–90% responden mengidentifikasi persaingan dan ketergantungan pemasok sebagai ancaman utama. Evaluasi risiko menunjukkan bahwa dampak risiko dinilai signifikan terhadap penurunan pendapatan dan stabilitas usaha. Sebagian besar responden (60–80%) telah menerapkan pengelolaan risiko melalui strategi promosi, peningkatan layanan, dan pengendalian operasional, namun pengelolaannya masih bersifat operasional dan belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan manajemen risiko yang lebih sistematis diperlukan untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha toko buku di era digital.
Analisis Manajemen Risiko terhadap Paparan Hoaks, Disinformasi, dan Konten Negatif dalam Ekosistem Digital: Studi Literatur Pada Siswa SMA/SMK Muhammad Fadlil Azzam; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekosistem digital meningkatkan paparan hoaks, disinformasi, dan konten negatif, terutama pada siswa SMA/SMK sebagai pengguna aktif media digital. Kondisi ini menimbulkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kualitas literasi informasi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko terhadap paparan hoaks, disinformasi, dan konten negatif dalam ekosistem digital melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang relevan dengan literasi digital, hoaks, dan remaja. Analisis dilakukan melalui sintesis naratif tematik yang mencakup identifikasi risiko, evaluasi risiko berdasarkan kemungkinan dan dampak, serta strategi pengelolaan risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital, tingginya intensitas penggunaan media sosial, dan lemahnya kemampuan berpikir kritis menjadi faktor utama peningkatan risiko paparan hoaks dan disinformasi pada siswa SMA/SMK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen risiko efektif sebagai kerangka konseptual untuk pencegahan dan mitigasi risiko informasi di lingkungan pendidikan menengah.
Penerapan Manajemen Risiko dalam Memperkuat Daya Saing Usaha Konveksi (Di Daerah Adiwerna Kabupaten Tegal) Arifiyatul Mar’i; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengimplementasikan manajemen risiko pada usaha Konveksi di daerah Adiwerna, Tegal. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan data yang disajikan secara deskriptif mengacu pada standar ISO 31000. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan kuesioner yang disebarkan kepada 15 responden, termasuk pemilik pengelola, serta karyawan pada usaha konveksi. Proses penelitian ini meliputi Identifikasi, Analisis Risiko, Evaluasi Risiko, dan Penanganan Risiko dengan bantuan matriks 5x5 untuk menilai probabilitas (probability) dan dampak (impact). Temuan mengidentifikasi 13 risiko utama dalam lima kategori: risiko pemasaran, risiko keuangan, risiko operasional, risiko sumber daya manusia, dan risiko pesaing. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan manajemen risiko berbasis ISO 31000 bagi pelaku usaha Konveksi yang mampu mengelola risiko secara lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha Konveksi melakukan langkah-langkah untuk mengatasi risiko yang dihadapi dan mencegah risiko lain. Oleh karena itu, manajemen risiko memainkan peran krusial dalam membuat UMKM Konveksi lebih menyesuaikan situasi, stabil, dan berkelanjutan.
Implementasi Manajemen Risiko Pada Apotek Daerah Kota Tegal Hana Maila Fitriyah; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko apa saja yang akan terjadi dengan memprediksi dampak serta strategi yang dilakukan terhadap risiko-risko tersebut di Apotek kota Tegal. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan data disajikan secara deskriptif mengacu sesuai standar ISO 31000:2018. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner yang berisi jenis-jenis risiko dengan skala 1-5 untuk disebarkan kepada 15 responden termasuk pemilik dan karyawan Apotek. Untuk meminimalisir terjadinya risiko, proses penelitian ini dikategorikan menjadi empat tahapan yaitu identifikasi, analisis risiko, evaluasi risiko, dan pengelolaan risiko dengan bantuan matriks 5x5 untuk menilai berdasarkan pada tingkat kemungkinan sering terjadinya (likelihood) dan dampak (impact) dari masing-masing risiko. Penelitian ini mengidentifikasi ada 10 risiko yang dihadapi pelaku usaha Apotek mencakup 5 kategori, yaitu risiko keuangan, operasional, sumber daya manusia, pemasaran dan produk. Metode yang digunakan menunjukkan bahwa ISO 31000:2018 menilai risiko dalam tiga level: rendah (low), sedang (medium) dan tinggi (high). Berdasarkan hasil dari analisis likelihood dan impact teridentifikasi risiko dengan kategori rendah (low) terdapat 3 nilai tingkatan, risiko dengan kategori sedang (medium) terdapat 5 nilai tingkatan, sedangkan risiko dengan kategori tinggi (high) terdapat 2 nilai tingkatan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan manajemen risiko berbasis ISO 31000 bagi pelaku usaha Apotek yang mampu mengelola risiko secara lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha Apotek melakukan langkah-langkah untuk mengatasi risiko yang dihadapi dan mencegah risiko yang pernah terjadi sebelumnya.
Manajemen Risiko sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Operasional Angkot di Wilayah Kabupatenn Tegal Arielafaza Kristiyanto; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko sebagai upaya meningkatkan kinerja operasional angkutan kota (angkot) di wilayah Kabupaten Tegal yang saat ini menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan penurunan kondisi infrastruktur. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner terstruktur dari 30 responden supir angkot yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko di Kabupaten Tegal berada pada kategori Sangat Tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan (Grand Mean) sebesar 4,225. Hal ini didukung oleh skor dimensi identifikasi risiko sebesar 3,980 (Tinggi), pengukuran risiko sebesar 4,290 (Sangat Tinggi), dan pengelolaan risiko sebesar 4,404 (Sangat Tinggi). Temuan ini membuktikan bahwa para pelaku operasional memiliki kesadaran kolektif yang kuat dalam mendeteksi potensi bahaya, memahami dampak ekonomi dari risiko, serta disiplin dalam melakukan tindakan mitigasi seperti perawatan preventif, yang secara keseluruhan berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan keandalan, keselamatan, dan efisiensi biaya operasional angkot.