Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Efektifitas Fasilitas Zebra Cross Pada Jalan Provinsi Di Kabupaten Kubu Raya (Studi Kasus : Jalan Adi Sucipto) Isnan Putra; - Said; - Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51740

Abstract

Kemajuan kota yang pesat, kadang tidak diimbangi dengan fasilitas transportasi yang memadai. Terjadi juga pada fasilitas untuk pejalan kaki di Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya. Pengendara kendaraan cenderung tidak mengurangi kecepatannya saat mendekati atau melintasi zebra cross. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas dari zebra cross yang terletak di sepanjang Jalan Adi Sucipto. Terdapat dua titik pengukuran kecepatan pada jalan Adi Sucipto yaitu pada KM 5,8 dan KM 12,3 serta terdapat dua arah, yaitu menuju Pontianak dan menuju Supadio. Dari hasil analisis statistik, untuk periode pertama  (pukul 07.00-10.00) diperoleh kecepatan kendaraan pada jarak 50 meter dari zebra cross adalah 56,929 km/jam dan pada jarak 25 meter adalah 58,775 km/jam. Sedangkan kecepatan kendaraan periode waktu kedua (11.00-13.00) pada jarak 50 m adalah 55,055 km/jam dan pada jarak 25 m adalah 56,978 km/jam. Hasil ini menunjukkan bahwa kecepatan kendaraan pada kedua periode adalah lebih besar pada jarak 25 meter dibandingkan pada jarak 50 meter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada lokasi studi, kendaraan tidak mengurangi kendaraan saat mendekati zebra cross. Pemasangan zebra cross berupa marka saja tidak cukup dalam melayani pergerakan orang untuk menyeberang dengan tingkat keselamatan yang memadai.Kata Kunci: Efektivitas, Kecepatan, Kendaraan, Pejalan Kaki, Zebra Cross
KAJIAN SISTEM ANTRIAN PADA FERRY PENYEBERANGAN SIANTAN Imanuel T. Jordan; Elsa Tri Mukti; - Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45606

Abstract

Permasalahan pelayanan operasional Penyeberangan Ferry Siantan adalah tingginya antrian kendaraan. Penelitian ini mengkaji sistem antrian dan menentukan alternatif pelayanan pada Penyeberangan Ferry Siantan. Metode survei yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung ke lapangan. Berdasarkan data survei Turn Round Time kapal 20 menit. Rata-rata kedatangan kendaraan hasil survei selama 4 hari (21,25,26, dan 27 Oktober 2019), untuk jalur kanan 211,83 kend/jam, 204 kend/jam, 190,5 kend/jam, 171,16 kend/jam dan jalur kiri 21,83 kend/jam, 16,33 kend/jam, 23,33 kend/jam, 13,16 kend/jam. Pada perhitungan data survei sistem antrian tidak berada dalam kondisi steady-state karena syarat ???? < 1 tidak terpenuhi. Untuk menangani antrian tersebut digunakan metode merubah waktu pelayanan Turn Round Time menjadi 18 menit. Hasil metode ini pada waktu antrian tersibuk jalur motor dan mobil yaitu tingkat menganggur server 6,4% dan 6%, utilitas tingkat pelayanan yaitu 93,6% dan 94%, rata-rata kendaraan diantrian yaitu 14 kendaraan dan 15 kendaraan, rata-rata kendaraan dalam sistem yaitu 15 kendaraan dan 16 kendaraan, rata-rata waktu kendaraan menunggu dalam antrian 3,3 menit dan 28 menit, rata-rata waktu kendaraan dalam antrian 3,52 menit dan 30 menit. Dengan meminimalkan Turn Round Time, waktu rit kapal pun akan semakin cepat dan berdampak pada kecepatan waktu mengangkut kendaraan. Kata Kunci: antrian penumpang, ferry penyeberangan siantan, teori antrian
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT BEROPERASINYA HOTEL SWISS BELINN KOTA SINGKAWANG Yosafat E. Ardana; - Akhmadali; - Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45536

Abstract

Dengan beroperasinya Hotel Swiss Belinn maka akan menyebabkan bangkitan dan tarikan lalu lintas yang akan menambah volume lalu lintas disekitar jaringan jalan. Metode survei yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung. Berdasarkan data survei, diperoleh bangkitan sebesar 31 smp/jam dan tarikan sebesar 45 smp/jam. Derajat kejenuhan (DS) pada tahun 2019 untuk Jalan Alianyang sebesar 0,34, Jalan Tani 0,67 dan Jalan Kesatriaan 0,16. Pada tahun 2024 nilai DS untuk Jalan Alianyang menjadi 0,34, Jalan Tani 0,81, dan Jalan Kesatriaan 0,19. Analisa kinerja simpang menunjukan hasil baik dengan DS=0,67 dan D=10,936 det/smp. Dengan menggunakan Metode Furness dan Metode Rata-Rata maka model bangkitan dan tarikan perjalanan didapatkan pada iterasi ke-4 dan ke-7 dengan hasil DS pada tahun 2024 untuk Jalan Alianyang sebesar 0,42, Jalan Tani 0,79 dan Jalan Kesatriaan 0,17. Hasil analisa kebutuhan parkir sebesar 96 srp untuk kendaraan mobil sehingga tidak mampu menampung luasan parkir yang dibutuhkan, namun dapat menggunakan selisih lahan parkir mobil SGM. Berdasarkan MKJI 1997 bahwa seharusnya DS<0,75, maka Jalan Tani memerlukan alternatif pelebaran jalan 2 meter, diperoleh hasil DS pada 2019 sebesar 0,53 dan pada tahun 2024 menjadi 0,64. Alternatif penerapan jalan satu arah menghasilkan DS pada tahun 2019 sebesar 0,56 dan pada tahun 2024 menjadi 0,67. Kata Kunci: analisis dampak lalu lintas, bangkitan dan tarikan, derajat kejenuhan, kinerja simpang, metodefurness dan rata-rata, MKJI 1997.
ANALISA GAP ACCEPTANCE PADA PERSIMPANGAN JALAN PROF. M. YAMIN – JALAN TANI MAKMUR – JALAN PGA KOTA PONTIANAK Robi Fernanda; Komala Erwan; - Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42520

Abstract

Persimpangan jalan merupakan titik temu kendaraan dari berbagai arah. Bentuk geometrik persimpangan yang tidak terencana dengan baik menyebabkan pergerakan arus lalu lintas menjadi terhambat. Adapun penelitian ini bertujuan menganalisa kemampuan simpang jalan Prof. M Yamin – jalan Tani Makmur – jalan PGA Kota Baru Pontianak dalam menyalurkan volume kendaraan melalui Gap Kritis dengan metode Gap Acceptance. Berdasarkan analisa volume kendaraan pada Jalan Prof. M Yamin jalur Simpang Ampera ke arah jalan bundaran didapatkan nilai tertinggi pada jam puncak hari sabtu berjumlah 861.4 smp/jam, hari minggu berjumlah 866.8 smp/jam, dan hari senin berjumlah 815.05 smp/jam. Hasil gap kritis di Jalan Tani Makmur menuju ke arah Jalan Prof. M Yamin jalur Bundaran pada hari sabtu dipilih metode Acceptance Curve dengan nilai gap kritis 16 detik. Pada hari minggu dan senin dipilih metode Greenshields dengan nilai  gap kritis 11 detik dan 12 detik. Untuk Jalan PGA ke arah Jalan Prof. M Yamin jalur Simpang Ampera pada hari sabtu, minggu dan senin menggunakan metode Greenshields dengan nilai gap kritis berturut-turut adalah 39 detik, 41 detik, dan 20 detik. Alternatif solusi yang direncanakan adalah pengaturan lalu lintas pada jam puncak dengan meletakkan marka sebagai batas lebar efektif jalan, dibuatkan jalur khusus penyeberangan, dan pemasangan lampu lalu lintas.Kata kunci : Gap Acceptance, Gap Kritis, Volume Kendaraan.
KAJIAN PROBABILITAS PENUMPANG ANGKUTAN TRAVEL TERHADAP KENDARAAN PRIBADI PADA RUTE PONTIANAK SINTANG Fajar Budiarto; Elsa Tri Mukti; - Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.50424

Abstract

Transportasi merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Saat ini, transportasi yang biasa digunakan pada rute Pontianak – Sintang ialah angkutan travel dan kendaraan pribadi. Kedua angkutan ini biasa digunakan karena lebih sering dijumpai serta lebih efektif dikehidupan sehari – hari.  Tujuan penelitian ini untuk mendapat probabilitas penumpang angkutan travel terhadap kendaraan pribadi serta mengetahui faktor yang memberikan pengaruh pemilihan moda yang ada khususnya untuk masyarakat yang biasa berpergian dari rute Pontianak – Sintang atau sebaliknya. Metode yang digunakan ialah metode stated preference dengan melakukan penyebaran kuesioner melalui google form dan disediakan 8 option yang berbeda lalu disebarkan sebanyak 360 sampel dan digunakan dalam perhitungan sebanyak 265 sampel. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa option 1 hingga option 8 menunjukkan bahwa masyarakat lebih cenderung memilih angkutan travel dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Berdasarkan pemilihan moda transportasi persamaan fungsi utilitasnya yaitu y(TR - KP)  = 0.504 + (-6.667E-07. Δx1) + (-0.012. Δx2) + (0.041. Δx3) + (0.023. Δx4). Dari seluruh model dapat dikatakan bahwa atribut yang paling berpengaruh pada penelitian ini adalah safety dan service dibandingkan dengan cost dan time sehingga atribut safety dan service dapat direkomendasikan sebagai pertimbangan penyedia jasa transportasi khususnya angkutan travel pada rute Pontianak - Sintang. Kata Kunci: angkutan travel, logit binomial, pemilihan moda transportasi, stated preference, transportasi.
PERENCANAAN FASILITAS PENYEBERANGAN PEJALAN KAKI PADA RUAS JALAN KOMERSIAL STUDI KASUS: JALAN KOM. YOS SUDARSO DEPAN PASAR TERATAI PONTIANAK Madjid, Rialdi Zulkifli; Mukti, Elsa Tri; Sumiyattinah, Sumiyattinah Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68808

Abstract

ABSTRAKFasilitas penyeberangan merupakan suatu sarana utama pejalan kaki, yang berfungsi menghubungkan suatu fasilitas yang berseberangan. Pejalan kaki adalah bagian dari sistem transportasi yang tidak bisa dipisahkan dibandingkan dengan moda trasportasi lain, meskipun aktivitas tersebut terlihat sederhana, tapi mempunyai peranan yang penting dalam sistem transportasi. Fokus dari kegiatan masyarakat seperti perkantoran, perdagangan, industri, rekreasi, dan sarana pendidikan menjadi tujuan perjalanan dan merupakan penyebab terjadinya kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan fasilitas penyeberangan pejalan kaki pada ruas Jalan Kom. Yos Sudarso di depan Pasar Teratai Pontianak.   Adapun data yang diambil berupa data geometrik jalan, data volume lalu lintas dan volume penyeberang jalan. Analisis yang dilakukan berupa analisis P.V ² dari perhitungan volume kendaraan dan volume penyeberang pejalan kaki. Hasil analisis geometik jalan didapatkan tipe jalan pada kawasan tersebut adalah 4/2 TB dan hasil analisis   P.V ² didapatkan hasil 7,75x  keriterian fasilitas penyeberangan adalah pelican crossing dengan lapak tunggu, tetapi karena tidak terdapatnya median pada ruas jalan tersebut direkomendasikan dipasang fasilitas penyeberangan pelican crossing tanpa lapak tunggu. Selanjutnya berdasarkan analisis siklus sinyal lampu pelican crossing didapati waktu hijau untuk pejalan kaki adalah selama 17 detikKata kunci : Fasilitas Pejalan Kaki, Pejalan Kaki
EVALUASI SARANA PENYEBRANGANAN SUNGAI (PENJAJAP "“ SUNGAI BATANG) KABUPATEN SAMBAS Francisko, Christianus; Azwansyah, Heri; Sumiyattinah2, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53759

Abstract

Jumlah pertumbuhan penduduk di wilayah Kabupaten Sambas menyebabkan aktivitas dan mobilitas masyarakat relatif meningkat setiap tahunnya. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan sarana transportasi yang memadai untuk masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kebutuhan armada dan menganalisis tingkat kepuasan penumpang terhadap kinerja angkutan sungai di perlintasan Penjajap "“ Sungai Batang Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung kelapangan dengan mewawancarai penumpang dan pihak pengelola jasa angkutan penyeberangan guna mendapatkan data seperti karakteristik penumpang, kemampuan membayar, rata-rata jumlah penumpang per hari, biaya penyeberangan, dan mengetahui kapasitas angkutan yang beroperasi. Berdasarkan responden, segi keselamatan di lokasi penelitian, pihak pengelola tidak menyiapkan pelampung sebagai alat bantu ketika ada kecelakaan pada motor air, sedangkan ketersediaan unit motor air sudah cukup, untuk keselamatan dan manfaat ekonomi. Hasil analisis untuk 5 tahun mendatang (2025) dengan persentase perkembangan penumpang sebesar 5,1 % per tahun dan analisa jumlah rata-rata tahun 2025 sehingga didapat jumlah muatan rata- rata per hari angkutan sungai di tahun 2025 adalah sebanyak 1.738 penumpang, dengan load faktor rata-rata sebesar 0,8. Perlu dilakukan penambahan 2 armada motor air menjadi 14 motor air yang beroperasi dengan jumlah rit 3 rit/hari, sehingga penyeberangan angkutan sungai (Penjajap - Sungai Batang) Kabupaten Sambas bisa beroperasi dengan maksimal.  Kata kunci: Angkutan Penyeberangan Sungai, Kabupaten Sambas.
Evaluation of Traffic Accident-Prone Points on Haji Rais Abdul Rachman–Hasanuddin Road Section, Pontianak City Nur Haida, Khansa Putri; Kadarini, Siti Nurlayli; Sumiyattinah
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.01.4

Abstract

Rapid urban development in Pontianak City has led to an increase in traffic volume, resulting in congestion, road damage, and heightened accident risks. This study identifies accident-prone points along the Haji Rais A. Rachman–Hasanuddin Road section, analyzes accident patterns and contributing factors, and proposes targeted safety improvements. Using accident data from 2019 to 2023 and field surveys that assessed road conditions and traffic, accident severity was quantified using the Equivalent Accident Number (EAN), and accident clusters were identified using the Upper Control Limit (UCL) method. The findings reveal that driver-related factors, particularly motorcycle use, are the primary causes of accidents, with peak occurrences near shopping areas during the morning hours. Segments 3 and 4 emerged as critical black spots requiring intervention. Recommended measures include enhanced law enforcement, improved road markings, and addressing uneven road sections to reduce the incidence of accidents. This study fills a gap in applying rigorous statistical methods in medium-sized Indonesian cities, offering evidence-based recommendations for local policymakers to improve urban traffic safety