Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Guru Mengembangkan Literasi Membaca Siswa Kelas Rendah melalui Kegiatan Literasi Pagi Terstruktur Vina, Vina Febiani Musyadad; Supandi; Agus Jaenal; Susilawati; Siti Nur Fikriyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6396

Abstract

Perubahan pola belajar pada siswa sekolah dasar menempatkan kegiatan membaca sebagai fondasi utama dalam membangun kemampuan berpikir, membentuk kebiasaan belajar, dan menumbuhkan kemandirian literasi sejak tahap awal pendidikan. Pada praktik keseharian di kelas rendah, proses membaca tidak hanya hadir sebagai aktivitas rutin, tetapi berkembang sebagai ruang interaksi antara guru, siswa, dan lingkungan belajar melalui kegiatan literasi pagi yang disusun secara terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara mendalam mekanisme implementasi, peran pihak-pihak terkait, serta bentuk konsistensi dan variasi praktik yang muncul selama proses pelaksanaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola makna yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berlangsung secara terstruktur, melibatkan koordinasi antarelemen pelaksana, dan didukung komitmen aktor kunci, meskipun dalam praktiknya tetap dipengaruhi oleh kondisi sumber daya, budaya kelembagaan, dan dinamika lingkungan kerja. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh komunikasi, adaptasi strategi, serta keterpaduan antara kebijakan dan praktik operasional sehari-hari. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen implementasi, peningkatan kapasitas pelaksana, serta pengembangan kebijakan berbasis temuan empiris agar program serupa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
The Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar: Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar Mia, Mia Audina Musyadad; Agus Jaenal; Rahman Tanjung; Vina Febiani Musyadad; Diah Widiawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6397

Abstract

Pembelajaran matematika pada tingkat dasar menuntut pendekatan yang mampu menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret siswa, terutama pada materi pecahan yang kerap menjadi sumber kesulitan konseptual dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan pemahaman konsep pecahan melalui penggunaan media konkret serta menelaah bentuk implementasi dan dampaknya terhadap konstruksi pemahaman siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi lapangan, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan serangkaian strategi berbasis aktivitas manipulatif, representasi bertahap, dan pengaitan dengan situasi kontekstual sehingga siswa mampu memaknai pecahan sebagai bagian dari keseluruhan sebelum beralih pada simbol dan operasi matematis. Penggunaan media konkret seperti potongan kertas, benda kelas, serta alat peraga buatan guru terbukti membantu proses visualisasi konsep, meningkatkan keterlibatan belajar, dan memfasilitasi transisi pemahaman dari pengalaman nyata menuju representasi abstrak. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran pecahan yang dirancang secara sistematis melalui pengalaman langsung mampu memperkuat proses internalisasi konsep pada siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan memanfaatkan media konkret sebagai strategi pembelajaran konseptual, serta perlunya dukungan kelembagaan agar praktik serupa dapat diadopsi secara lebih luas dalam pembelajaran matematika dasar.
Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa pada Pembelajaran Tematik Dasar Diah, Diah Widiawati; Susilawati; Rahman Tanjung; Agus Jaenal; Haris Sandi Yudha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6446

Abstract

Proses pembelajaran pada jenjang dasar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan kemampuan sosial dan komunikasi interpersonal siswa sebagai bekal berinteraksi dalam lingkungan akademik maupun sosial yang lebih luas. Dalam konteks tersebut, pembelajaran kooperatif hadir sebagai pendekatan yang menempatkan kerja sama, interaksi dialogis, dan partisipasi aktif sebagai inti proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kooperatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa pada pembelajaran tematik dasar di MIN 2 Karawang, serta menelaah dinamika proses yang terjadi di dalam aktivitas kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif diterapkan dalam bentuk kerja kelompok terstruktur, diskusi berbasis tugas, serta peran guru sebagai fasilitator komunikasi yang mendorong interaksi setara antar siswa. Implementasi tersebut berdampak pada peningkatan keberanian siswa mengemukakan pendapat, kemampuan mendengarkan lawan bicara, dan keterbukaan dalam menyelesaikan tugas bersama. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki potensi strategis sebagai pendekatan pedagogik yang relevan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa pada pembelajaran tematik dasar, serta dapat dijadikan rujukan dalam perancangan praktik pembelajaran di lingkungan madrasah maupun sekolah dasar.
Pemahaman Siswa Terhadap Public Speaking Mahasiswa IAI Rakeyan Santang Dalam Memotivasi Belajar Siswa pada Praktik Pengalaman Lapangan Nur Chabibah; Siti Nur Fikriyah; Dede Ajeng Arini; Agus Jaenal; Supandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6493

Abstract

Dalam konteks praktik pendidikan yang terus berkembang, fenomena implementasi program di tingkat satuan pendidikan menunjukkan dinamika yang menarik untuk dikaji secara mendalam. Realitas lapangan memperlihatkan adanya variasi strategi, pola interaksi, serta mekanisme pelaksanaan yang tidak selalu berjalan linier, sehingga diperlukan penelitian yang mampu menggambarkan proses tersebut secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara sistematis pelaksanaan program sesuai fokus kajian, mengidentifikasi peran aktor terlibat, serta memetakan bentuk-bentuk praktik yang muncul dalam konteks empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, yang kemudian dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penarikan pola temuan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berlangsung dalam pola yang relatif konsisten, ditandai dengan keterlibatan aktif pihak-pihak terkait, penguatan koordinasi, serta adanya adaptasi strategi sesuai situasi lapangan. Selain itu, ditemukan bahwa praktik implementasi tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya kerja, dukungan lingkungan, dan inisiatif aktor di tingkat operasional. Implikasi penelitian ini memberi kontribusi terhadap penguatan praktik berbasis bukti, sebagai dasar pengembangan kebijakan, penyempurnaan perencanaan program, dan peningkatan kualitas pelaksanaan pada konteks serupa di masa mendatang. Temuan ini juga membuka peluang bagi penelitian lanjutan dengan lingkup yang lebih luas dan pendekatan analisis yang lebih mendalam.
Internaliasi Nilai Keislaman melalui Budaya Sekolah Islami pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Awal Asep, Asep Supriatna; Agus Jaenal; Supand; Dede Ajeng Arini; Mia Audina Musyadad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6551

Abstract

Fenomena kehidupan pendidikan pada tingkat dasar menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter dan nilai tidak hanya berlangsung melalui transfer pengetahuan, tetapi juga melalui pengalaman sosial dan budaya yang hadir dalam lingkungan sekolah. Dalam konteks tersebut, praktik pendidikan di madrasah menggambarkan bagaimana nilai keislaman terinternalisasi melalui kebiasaan, interaksi, dan simbol-simbol yang hidup dalam budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai keislaman melalui budaya sekolah islami pada siswa kelas awal Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, meliputi bentuk implementasi, peran aktor sekolah, serta dinamika yang terjadi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, yang dianalisis melalui prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, ritual keagamaan, tata tertib sekolah, serta interaksi sosial yang bernuansa religius dan konsisten diterapkan dalam kehidupan sekolah. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa budaya sekolah berfungsi sebagai ruang pembelajaran nilai yang efektif, terutama bagi siswa kelas awal yang berada pada tahap perkembangan dasar. Implikasi penelitian ini memberi penguatan terhadap pentingnya desain budaya sekolah islami sebagai strategi pendidikan nilai, serta menjadi rujukan bagi pengembangan program pembinaan karakter pada satuan pendidikan serupa.
Melindungi Generasi Digital: Menerapkan Kontrol Orang Tua pada Gawai Anak untuk Pengalaman Online yang Aman: Pengabdian Febrianthy, Cindy; Irena Laras; Saepudin; Agus Jaenal; Marwah Triyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4793

Abstract

Meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini di era digital membawa dampak positif sekaligus risiko terhadap perkembangan anak, khususnya terkait kecanduan gawai, paparan konten tidak sesuai usia, serta lemahnya pengawasan aktivitas daring. Kondisi ini menuntut peran aktif orang tua dalam pengasuhan digital sebagai bagian dari upaya perlindungan anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital orang tua serta membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam mengontrol penggunaan gawai anak melalui pemanfaatan aplikasi Google Family Link. Kegiatan dilaksanakan di TKN Pembina Karawang dengan sasaran orang tua/wali murid, menggunakan metode edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan praktik langsung penggunaan aplikasi parental control, serta evaluasi melalui observasi dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai risiko penggunaan gawai pada anak dan pentingnya pengawasan digital sebagai bagian dari perlindungan anak. Selain itu, orang tua mampu menerapkan pengaturan batas waktu layar, pembatasan aplikasi, serta pemantauan aktivitas daring anak secara lebih terstruktur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi perlindungan anak, peningkatan literasi digital orang tua, dan penerapan teknologi kontrol orang tua dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan pengalaman digital anak yang lebih aman dan sehat.