Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Adopsi Produksi Bank Syariah: Persepsi dan Pengalaman Umat Jureid, Jureid; Adelina, Selvi; Damayanti, Evika; Nurhifdah, Thalita; Mardana, Yahya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5026

Abstract

Adopsi produk perbankan syariah di kalangan umat Islam masih menghadapi berbagai hambatan yang bersifat multidimensional, meliputi aspek literasi keuangan, kesiapan teknologi dan infrastruktur, serta tingkat kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam. Rendahnya tingkat penerimaan produk perbankan syariah sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai karakteristik, mekanisme, dan keunggulan produk keuangan syariah yang memiliki sistem dan akad berbeda dari perbankan konvensional. Kompleksitas konsep akad, sistem bagi hasil, serta persepsi bahwa produk syariah kurang praktis dan kurang kompetitif turut memengaruhi minat masyarakat dalam menggunakannya. Selain itu, perkembangan transformasi digital dalam sektor perbankan syariah menghadirkan tantangan baru, seperti integrasi sistem teknologi informasi, perlindungan keamanan siber, serta tuntutan inovasi produk yang tidak hanya modern dan mudah diakses, tetapi juga tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Tantangan tersebut semakin diperkuat oleh kendala internal lembaga perbankan syariah, termasuk kesiapan sumber daya manusia, kapasitas manajemen, serta kemampuan institusi dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Di sisi lain, regulasi yang relatif ketat juga menjadi faktor penghambat dalam pengembangan dan perluasan layanan perbankan syariah. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis yang terintegrasi melalui peningkatan literasi keuangan syariah, penguatan infrastruktur digital, pengembangan inovasi produk, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna mendorong penerimaan dan pemanfaatan produk perbankan syariah secara lebih luas dan berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Investasisyariah Di Era Influencer dan Media Sosial Adelina, Selvi; Pulungan, Indah Wahyuni; Rihalah, Saidah; Rahmat, Paisal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7958

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang masif telah membawa transformasi fundamental dalam strategi pemasaran global, tidak terkecuali pada industri investasi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran investasi syariah di era disrupsi digital, dengan fokus pada peran krusial media sosial dan influencer syariah dalam memengaruhi psikologi serta perilaku konsumen saat mengambil keputusan investasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) yang menelaah berbagai referensi literatur ilmiah kontemporer. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial dan kolaborasi bersama influencer syariah memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi keuangan, membangun kepercayaan (trust) publik, serta memperluas jangkauan penetrasi pasar secara eksponensial. Meskipun demikian, penelitian ini mengidentifikasi beberapa tantangan signifikan, seperti rendahnya indeks literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat luas, risiko misinformasi di ruang digital, serta isu kredibilitas pada sebagian komunikator digital. Di sisi lain, peluang pengembangan industri ini masih terbuka lebar seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup halal (halal lifestyle) dan pesatnya kemajuan teknologi finansial (fintech). Sebagai rekomendasi, diperlukan integrasi strategi pemasaran yang mengedepankan edukasi berkelanjutan, optimalisasi konten digital yang informatif, serta pemilihan mitra influencer yang memiliki kompetensi syariah yang memadai. Seluruh strategi tersebut harus dijalankan dengan kepatuhan ketat terhadap prinsip etika bisnis Islam, yang mencakup aspek kejujuran (shiddiq), transparansi, dan amanah. Implementasi strategi pemasaran digital yang tepat diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat secara masif sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi syariah nasional yang berkelanjutan di masa depan.