Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN CAT AIR DARI BAHAN MAKANAN TERHADAP KARYA LUKIS MAHASISWA SENI RUPA UNIPA SURABAYA Sepbianti Rangga Patriani
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.126 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol14.no25.a1466

Abstract

Penciptaan karya seni tidak terpaku pada media tertentu saja. Dalam bidang kesenirupaan media merupakan wujud ekspresi. Setiap media memiliki karakter dan kekhasan masing-masing. Seperti halnya cat air yang diterapkan pada permukaan kertas. Akan tetapi, tidak dipungkiri bahwa penggunaan media-media cat berkualitas baik dalam berkarya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Cat air yang dibuat dari bahan makanan diharapkan dapat menjadi solusi terhadap fenomena keterbatasan media berkualitas dengan pertimbangan ekonomi, sehingga mahasiswa dapat berkarya dengan media yang lebih kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan cat air dari bahan makanan terhadap karya lukis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui tahapan proses pembuatan cat air dan proses berkarya. Teknik pengumpulan informasi dilakukan dengan cara observasi terhadap proses pembuatan cat air dari bahan makanan, dan proses berkarya mahasiswa seni rupa pada mata kuliah praktek. Selain itu juga dilakukan pendokumentasian berupa pengambilan gambar selama pelaksaan penelitian dan pengumpulan hasil karya mahasiswa untuk diamati lebih lanjut. Hasil analisis warna cat air dari bahan makanan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya cat air yang dihasilkan memiliki kualitas yang cukup baik. Hal ini ditandai dari tekstur cat air yang dihasilkan kental tanpa gumpalan serta warna yang dihasilkan cerah dan bersih (jelas). Adapun dari tampilan visual yang diterapkan pada kertas gambar menunjukkan bahwa intensitas warna cat air dari bahan makanan menghasilkan tampilan warna yang lembut (soft), sedangkan intensitas cat air buatan pabrik menghasilkan tampilan warna yang lebih kuat dibanding cat air dari bahan makanan.
PROSES KREATIF ZAINAL BETA DALAM PENCIPTAAN LUKISAN MEDIA TANAH LIAT SepBianti Rangga Patriani
Jurnal Budaya Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Nusantara & Media
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol3.no2.a2542

Abstract

Creative artists are people who cultivate their imagination to always explore art through experimental and trial methods. Experiments carried out by an artist in creating a new work of art are part of an original creative process. As is the case, Zainal Beta is a regional artist in Makassar who develops his artistic creativity by painting using clay media. The purpose of this study was to determine the stages of Zainal Beta's creative process as a clay painter. This research method is described descriptively analysis using the creativity approach. This qualitative research data was obtained through observation, interviews, documentation studies, and literature review. The conclusion of this research is that the stages of the creative process that Zainal Beta went through in the creation of clay painting works originated from inventions accidentally. This discovery motivated Zainal Beta to continue to explore his painting experience using clay media. He continued to develop his creativity in painting using bamboo blades as a painting tool. He used the bamboo slats to make a scratch in painting. Related to the visualization of the object, Zainal Beta clay painting works tend to present the theme of the social and cultural life of the area where he lives, which is depicted in a naturalist and expressive style. The embodiment of the painting object is a representation of various life experiences obtained by Zainal Beta as a clay painter in Makassar.
Pemanfaatan Benda-benda Bekas sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Anak Usia Dini I Wayan Arsana; Made Ayu Anggreni; Sepbianti Rangga Patriani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.679 KB)

Abstract

ABSTRACTIn improving the quality of Early Childhood Education, educational facilities, educators and adequate education personnel are needed. One of them is by providing Play Group Learning Materials and Media. Implementation in the field is a problem faced by teachers who are less skilled and creative in the provision of fun Educational Game Tools (APE). The purpose of this PKM activity is to improve the knowledge of the Play Group teachers' knowledge, skills and creativity in implementing Educational Game Tools (APE) in early childhood through training. There are 3 stages of the PKM Implementation Method: the planning stage, the implementation phase, and the assessment phase. The results of this PKM activity are that the training or socialization in the making of the Educational Game Tool can provide a skill experience to the Learning Group teachers and parents in applying Educational Game Tools to Early Childhood. In addition, as a new insight and skills for early childhood to play creative and educational activities.Keywords: Educational Game Tool, Early Childhood ABSTRAKDalam meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini diperlukan sarana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai. Salah satunya adalah dengan penyediaan Bahan dan Media Pembelajaran Kelompok Bermain. Pada pelaksanaan di lapangan terdapat masalah yang dihadapi yakni guru kurang terampil dan kreatif dalam hal pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) yang menyenangkan. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas guru Kelompok Bermaindalam menerapkan Alat Permainan Edukatif (APE) pada anak usia dini melalui pelatihan. Metode Pelaksanaan PKM ini ada 3 tahap yakni: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian. Hasil kegiatan PKM ini adalah dengan adanya pelatihan atau sosialiasi dalam pembuatan Alat Permainan Edukatif dapat memberikan pengalaman keterampilan pada guru Kelompok Belajar dan orang tua dalam menerapkan Alat Permainan Edukatif pada Anak Usia Dini. Selain itu, sebagai wawasan baru dan keterampilan bagi anak usia dini untuk melakukan aktifitas bermain secara kreatif dan edukatif. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), Anak Usia Dini
Pelatihan Batik Tulis Dengan Media Pewarna Naptol Garam Bagi Siswa Panti Asuhan Yayasan Muslim Surabaya Tantra Sakre; Sepbianti Rangga Patriani; Herman Sugianto
Kanigara Vol 1 No 1 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i1.3275

Abstract

Anak yatim piatu yang tinggal di Yayasan Muslim Surabaya merupakan kumpulan dari beberapa anak dengan berbagai macam umur dan tingkatan Pendidikan, baik yang duduk di tingkat sekolah dasar, seokolah menengah, sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Anak-anak yatim yang tinggal di Yayasan Muslim Surabaya selain mendapat Pendidikan mereka juga mendapatkan berbagai jenis pelatihan, namun pelatihan batik belum pernah dilaksanakan. Berangkat dari permasalah tersebut diadakanlah pelatihan membatik dengan media naptol garam kepada anak-anak yang tinggal di Yayasan Muslim Surabaya. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan dalam 3 tahapan, antara lain: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, subjek dari kegiatan ini sebanyak 15 anak yatim Yayasan Muslim Surabaya. Dari hasil kegiatan pelatihan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan pelaksanaan peserta pelatihan dalam membatik dari proses desain, mencanting, mewarnai, pelorotan dan finising.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Kawasan Kampung Gedung Tarukan Surabaya Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Herman Sugianto; Ika Ismurdiyahwati; Suparman; Hariadie
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4181

Abstract

Kawasan kampung Gedung tarukan merupakan salah satu wilayah yang berada di timur kota Surabaya yang tergolong asri dan indah, hal ini dapat dijumpai dengan banyaknya penghijauan yang dilakukan disetiap Kawasan kampung. Selain penghijauan, banyak juga kawasan di kampung Tarukan masih terlihat kurang bersih, salah satunya adalah tembok atau dinding rumah yang berhadapan dengan jalan pintu masuk Kawasan kampung masih terlihat kurang indah dan rapi. Untuk memberikan kesan keindahan yang lebih, maka perlukiranya ditambahkan unsur estetik yang ditampilkan dalam bentuk visual yaitu mural. Berangkat dari permasalah tersebut maka prodi Pendidikan seni rupa melakukan pendampingan pembuatan mural di dinding Gedung pintu masuk Kawasan kampung Gedung Tarukan. Pelaksanaan pendampingan mural ini dilakukan dalam 3 tahapan, antara lain: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, subjek dari kegiatan ini sebanyak 17 mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa. Dari hasil kegiatan pendampingan mural tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan skil dan pemahaman dari peserta yang mengikuti proses pembuatan mural. Selain itu hasil dari pendampingan mural ini memberikan perbaikan Kawasan kampung Gedung Tarukan Surabaya.
Proses Pembuatan Gerabah Seni Dengan Teknik Pilin Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Keramik Bakaran Rendah Di Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Herman Sugianto; Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Ika Ismurdiyahwati; Suparman; Hariadie
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedungsari village is one of the areas in the west of the city of Kediri, the majority of the population is working as farmers. Apart from being farmers, there are some people who work as pottery craftsmen where the resulting production tends to meet daily necessities such as boys, jugs and others. The touch of art on the work produced has not yet been applied to their products, so the work produced is more likely to be the same as other pottery craftsmen. The wealth of land as a basic material in the manufacture of grabah products in Kedungsari village is quite large and abundant to be considered and developed further as an effort to increase the income of the local community. Olek, therefore, it is necessary to hold socialization and training to produce good works of art pottery. The implementation of this assistance is carried out in 3 stages, including: planning, implementation and evaluation, the subject of this activity is 10 students majoring in Fine Arts Education and youth youth organizations in Kedungsari Village. From the results of this mentoring activity, it can be concluded that there was an increase in the skills and understanding of the participants who took part in the process of making art pottery. In addition, the results of this assistance provide improvements to the resulting product.
ESTETIKA MAKNA BENTUK ORNAMEN RELIEF PADA DINDING DIKOMPLEKS PESAREAN “RATOH EBOEH” BANGKALAN Herman Sugianto; Sepbianti Rangga Patriani
JURNAL IMAJINASI Vol 7, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v7i2.46353

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui estetika makna ornemen yang terdapat pada relief kompeleks pemakaman Ratoh Eboeh Bangkalan Madura. Peneliti menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif, yaitu suatu penelitian yang diambil dari pendapat orang-orang serta prilakunya yang menghasilkan data deskriftif baik berupa kata-kata tertulis maupun lisan. Penelitian deskriftif kualitatif tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi melainkan bertujuan membuat deskripsi yang secara sistematis, faktual dan akurat. Bentuk estetika ornamen relief yang taerdapat pada dinding menyerupai gunungan yang berjumlah sembilan, dimana dinding yang ke tujuh yang menjadi objek penelitian. Pada dinding yang ke tujuh terdiri dari tiga panil. Analisis bentuk estetika relief pada panil 1 yaitu unsur garis lengkung yang dominan membentuk motif hias patran dengan unsur utama yaitu stilasi daun pokok yang membentuk motif hias sulur penambahan motif hias lung pada bagian patrannya merupakan gambaran kerukunan umat beragama. Analisis bentuk estetika relief panil 2 adalah, perpaduan tiga bentuk motif flora, motif kala, motif rumah, menggunakan konsep trilogy dari agama Hindu,dimana penempatan ketiga unsur bawah yaitu motif flora yang mengalami stilasi, bagian sisi tengah menggabungkan motif kala berada disamping kanan dan kiri mengapit motif rumah dan pada bagian atas dengan motif flora yang mengalami stilasi yang membentuk motif pohon hayat dimana memberikan sebuah konsep sebuah perjalanan manusia dari alam manusia menuju alam kesucian. Analisis bentuk estetika relief panil 3 yaitu perpaduan dua bentuk motif sayap burung garuda dengan motif flora mengalami stilasi sehingga membentuk gunung. Gunung didalam agama hindu sebagai symbol tempat alam atas, atau tempat para dewa yang d sucikan. Ornament yang terdapat di relief kompleks pemakaman Ratoeh iboeh juga sebagai symbol kerukunan yang diterapkan di era tersebut.
KONSEP WAHYU TUMURUN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA DESAIN BATIK TULIS UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Sugianto, Herman; Patriani, Sepbianti Sangga
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77605

Abstract

Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui konsep wahyu temurun sebagai ide penciptan karya desain batik pada elemen baju toga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Peneliti menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), untuk menghasilkan produk berupa motif yang diaplikasikan dalam sebuah karya desain batik tulis. Berbagai ikon atau kekhasan hewan dan berbagai macam tumbuhan langka menjadikan ide dasar dari proses penciptaan karya desain batik tulis, dimana dapat diaplikasikan dalam bentuk karya batik tulis baju, sarung dan baju toga yang akan dipakai waktu acara wisuda Universitas Adi Buana Surabaya. Pada penelitian ini tidak semua ikon yang diambil sebagai pengembangan motif, hanya bunga matahari dan burung merak sebagai dasar pengembangan motif dalam berbagai bentuk motif. Bentuk estetika motif dari ide penciptakan karya desain batik tulis terbagai menjadi 2 bentuk motif yaitu motif flora dan motif fauna. Konsep wahyu temurun yang merupakan salah satu motif klasik jawa yang secara harfiah “wahyu” memiliki arti anugrah atau petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dan “tumurun” yang memiliki arti turun. Berdasarkan analisis yang dilakukan dari konsep wahyu tumurun menjadi dasar penyusun motif-motif flora fauna menjadi penciptaan karya desain batik dalam beragam jenis desain batik tulis.