Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Infomanpro

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BAGI INSTITUSI PELAYANAN MEDIS DI SEKITAR KALIMAS SURABAYA Kustamar Wulandari; Subandiyah Azis; Anton Tantri
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 1 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i1.109

Abstract

ABSTRAK Buangan limbah cair dari beberapa institusi pelayanan medis mengalir ke sungai Kalimas Surabaya. Dalam mengupayakan agar buangan limbah cairnya memenuhi syarat yang ditentukan, maka masing – masing institusi pelayanan medis mempunyai dasar pertimbangan tersendiri dalam memilih sistim pengolahan limbah cair dan memutuskan keberlanjutan pengolahan limbah cair yang telah dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah penerapan metode kuantitatif analisa dasar pertimbangan dalam pemilihan sistim pengolahan limbah cair, dan analisa pengambilan keputusan terhadap keberlanjutan pengolahan limbah cair yang telah dimiliki oleh institusi pelayanan medis. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menjawab kebutuhan multikriteria dalam mencapai keputusan optimal dengan batasan sumber daya yang dimiliki oleh institusi pelayanan medis. Hasil dari penelitian ini adalah diketahuinya aspek dan faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam memilih sistim pengolahan limbah cair terurut sebagai berikut: a) Aspek Lingkungan terdiri atas faktor-faktor peme-nuhan baku mutu effluent COD, BOD, TSS, PO4, pH, NH3; b) Aspek Finasial terdiri atas faktor-faktor Biaya Awal / Investasi, Biaya Operasional dan Pemeliharaan; c) Aspek Teknis terdiri atas faktor-faktor (1) Tingkat Kinerja Unit dan Peralatan, (2) Konsumsi Energi, (3) Ketersediaan Komponen Peralatan, (4) Kelengkapan Proses Pengolahan, (5) Kemudahan Pengoperasian, (6) Kebutuhan Luas Lahan, (7) Umur Rencana Unit dan Peralatan, (8) Kemudahan Pemasangan Instalasi, (9) Kebutuhan Adanya Operator. Sedangkan keputusan deskriptif maupun kuantitatif mengenai keber-lanjutan pengolah limbah cair eksisting menunjukkan urutan yang sama walau-pun dengan prosentase berbeda, yaitu: (1) Mempertahankan IPAL eksisting; (2) Membongkar lalu membangun IPAL baru; (3) memodifikasi IPAL.
OPTIMASI DAN EVALUASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN PURI KARANG MULYO RESIDENCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE SYMPLEKS DAN QM FOR WINDOWS VERSI 2.0 Subandiyah Azis; Kustamar; Ainul Hidayat
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 2 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i2.987

Abstract

Istilah bahwa satu rupiah saat ini akan bernilai sangat tinggi dibandingkan satu rupiah di masa yang akan datang, merupakan konsep dasar dari investasi. Di mana, agar investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan melebihi modal yang dikeluarkan, maka perlu dilakukan analisa pendahuluan atau yang sering disebut dengan studi kelayakan. Studi kelayakan berkaitan erat pada keputusan sebuah investasi untuk menentukan apakah investasi yang dilakukan menguntungkan atau tidak. Selain itu dengan menggunakan metode yang tepat, studi kelayakan juga dapat menentukan beberapa alternatif keuntungan, sehingga pemilik investasi dapat memperkirakan keuntungan maksimal yang akan didapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi guna mengetahui apakah komposisi bangunan pada proyek pembangunan perumahan Puri Karang Mulyo Residence sudah optimal seiring dengan permintaan pasar. Evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu aspek optimasi dengan metode simpleks, aspek pasar dengan metode deskriptif kualitatif, aspek teknis dengan metode deskriptif kualitatif dan aspek finansial dengan metode estimasi. Evaluasi ini menggunakan parameter Net Present Value (NPV). Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimal rumah untuk type 45/98, type 45/91 dan type 38/78 masing–masing berjumlah 40, 16 dan 13 buah. Analisis financial berdasarkan komposisi rumah tersebut menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.511.062.854,- > NPV existing.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS RISIKO PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN AFIAT DESA KANIGORO KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG Kustamar; Tiong Iskandar; Eko Winanto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i1.1008

Abstract

Dalam setiap proyek konstruksi pasti terdapat suatu risiko, Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aplikasi manajemen risiko pada Proyek Pembangunan Jembatan Afiat Yang Menghubungan Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran dengan Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko supaya dapat mengelola risiko pekerjaan yang akan dilakukan, dengan mengidentifikasi risiko yang relevan, Mengetahui nilai bobot elemen risiko,Mengetahui nilai bobot faktor risiko, Memperoleh nilai Anilisis bobot global masing-masing risiko, analisis risiko metode AHP dilakukan dengan perhitungan eigen value dan uji konsistensi untuk probabilitas dan dampak risiko, yang kemudian dikalikan untuk mendapat nilai tingkat risiko. Hasil analisis masing-masing elemen risiko didapatkan bobot yang bervariasi, namun bobot terbesar didominasi oleh faktor risiko alam. bobot terbesar elemen risiko: Elemen Risiko Kontraktual : Ketidakjelasan pasal-pasal dalam kontrak dengan bobot 0,2159. Hasil analisis masing-masing bobot faktor risiko dari urutan paling besar adalah faktor alam dengan bobot 0,2441. Hasil analisis pembobotan global masing-masing risiko dari 52 (lima puluh dua) risiko yang mempunyai bobot terbesar adalah: risiko Gempa bumi dengan bobot 0,0678.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMILIHAN PERKERASAN PENINGKATAN JARINGAN JALAN DI PROPINSI KALIMANTAN UTARA DENGAN AHP Hepi Nurtanto; Kustamar; Subandiyah Azis
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i1.1020

Abstract

Selama ini penentuan jenis lapisan perkerasan jalan dilakukan berdasarkan kriteria kerusakan jalan dan hasil musyawarah rencana pembangunan provinsi (musrenbangprov), yang kemudian dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang terdiri dari unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Biro Perekonomian dan Pembangunan serta Biro Keuangan Dan Asset dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga masalah urutan penentuan jenis lapisan perkerasan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 18 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil penelitian, Bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah Aspek Biaya dengan bobot sebesar 0.399, Aspek Metode Pelaksanaan dengan bobot sebesar 0.182, Aspek Teknis dengan bobot sebesar 0.140, Pengembangan Wilayah dengan bobot sebesar 0.279. Bobot kriteria sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah A1 dengan bobot sebesar 0.183, A2 dengan bobot sebesar 0,360, A3 dengan bobot sebesar 0.071, A4 dengan bobot sebesar 0.385, B1 dengan bobot sebesar 0.215, B2 dengan bobot sebesar 0.102, B3 dengan bobot sebesar 0.683, C1 dengan bobot sebesar 0.367, C2 dengan bobot sebesar 0.208, C3 dengan bobot sebesar 0.165, C4 dengan bobot sebesar 0.260, D1 dengan bobot sebesar 0.631, D2 dengan bobot sebesar 0.211 dan D3 dengan bobot sebesar 0.157 dan Urutan prioritas perkerasan peningkatan jaringan jalan di Propinsi Kalimantan Utara adalah Jalan Hot Mix dengan bobot menyeluruh dengan bobot sebesar 0.653 dan Lapen dengan bobot sebesar 0,347.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BERKALA JALAN DI KABUPATEN MALANG Anita; Kustamar; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1030

Abstract

Selama ini penentuan urutan prioritas pemeliharaan jalan di Kabupaten Malang dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil Musrenbang dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan sedangkan pihak-pihak yang ikut menentukan diantaranya adalah Bappeda dan Dinas Bina Marga. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masalah urutan prioritas pemeliharaan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif ruas jalan di Kabupaten Malang untuk dilakukan pemeliharaan serta untuk mengetahui sistem aplikasi berbasis web sebagai alat bantu penentuan skala prioritas pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Malang Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) dan sistem aplikasi berbasis web terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 45 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian, bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemeliharaan jalan adalah Aspek Teknis (0.553), Aspek Aksesibilitas (0.129), Aspek Biaya (0.176), Pengembangan Wilayah (0.142) dan Bobot kriterianya adalah A1 (0.646), A2 (0.354), B1 (0.181), B2 (0.095), B3 (0.065), B4 (0.658), C1 (0.530), C2 (0.145), C3 (0.244), C4 (0.081), D1 (0.570), D2 (0.165) dan D3 (0.266). Serta urutan prioritas ruas jalannya adalah Ruas Jalan Bantur-Balekambang (E5) dengan bobot sebesar 0,341, Ruas Jalan Gedangan-Bajulmati (E4) dengan bobot sebesar 0.182, Ruas Jalan Kepanjen-Pagak (E1) dengan bobot sebesar 0.162, Ruas Jalan Tulusbesar-Gubugklakah (E6) dengan bobot sebesar 0.131, Ruas Jalan Singosari-Jabung (E3) dengan bobot sebesar 0.112 dan Ruas Jalan Mangliawan-Tumpang (E2) dengan bobot sebesar 0.071. Sedangkan penentuan alternatif prioritas dengan menggunakan aplikasi berbasis web dapat diterima, karena dapat memberikan hasil yang sama dengan hasil perhitungan dengan metode AHP. Hasil penelitian ini terdapat kemiripan dengan yang terjadi di lapangan, dengan demikian penggunaan metode AHP dapat memperkuat penentuan skala prioritas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERMINTAAN PERUMAHAN TIPE CLUSTER PADA PERUMAHAN PALEM ASRI DI KOTA JOMBANG Iwan Wijaya; Kustamar; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1058

Abstract

Untuk memenuhi permintaan perumahan Tipe Cluster Perumahan Palem Asri di Kota Jombang memberikan konsep berbeda dalam menawarkan produk perumahan dimana di konsep Cluster tersebut di lengkapi dengan fasilitas taman yang luas dan kolam renang yang nyaman. Meskipun harga yang ditawarkan relatif mahal akan tetapi permintaan terus meningkat. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh permintaan Perumahan Tipe Cluster dan mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhinya serta menentukan strategi untuk meningkatkan Penjualan rumah Tipe Cluster tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 40 responden dari orang-orang dari penghuni Perumahan Tipe Cluster Pada Perumahan Palem Asri di Kota Jombang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa secara simultan dengan uji F didapatkan bahwa secara bersama-sama variabel Harga Rumah, Fasilitas yang Tersedia, Lokasi Rumah, Lingkungan dan Penghasilan berpengaruh secara bersama-sama terhadap Permintaan Perumahan Tipe Cluster di Kota jombang. Namun dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Permintaan Perumahan Tipe Cluster di Kota jombang adalah Faktor Harga Rumah, Faktor Fasilitas yang Tersedia, Faktor Lokasi Rumah dan Faktor Penghasilan. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai β terstandarisasi tertinggi, yaitu faktor Fasilitas yang Tersedia dengan nilai Koefisien β terbesar, yaitu 0.491 dan strategi yang digunakan Untuk Meningkatkan Penjualan rumah Tipe Cluster di Perumahan Palem Asri Kota Jombang adalah dengan menambah fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia, seperti fasilitas perniagaan dan pembelanjaan, taman bermain, jogging track dan pembuatan gapura yang menarik serta senantiasa menjaga dan melakukan perawatan rutin terhadap fasilitas-fasilitas yang ada agar terjaga dengan baik dan nyaman saat digunakan guna menambah daya tarik calon pembeli rumah.
ANALISIS KINERJA BANGUNAN PRASEDIMENTASI DALAM PENURUNAN KADAR BOD, COD, DAN TSS PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR SIWALAN PANJI SIDOARJO Maria Mustika Ningrum; Kustamar; Hery Setyobudiarso
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i2.2650

Abstract

ABSTRAK Sungai Afoer di Kecamatan Buduran Kota Sidoarjo adalah salah satu sungai sebagai sumber air baku oleh Instalasi Pengolahan Air Siwalan Panji, penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air baku, peningkatan kinerja bangunan prasedimentasi dengan solusi alternatif, kemampuan biofilter dalam penurunan BOD, COD dan TSS, menganalisis waktu hidrolisis yang efektif dan menganalisis jenis biofilter terbaik. Metode penelitian ini adalah studi eksperimen pada penggunaan biofiltrasi alternatif seperti Batu pecah, Crossflow, dan Bio-Ball, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova two way. Hasil penelitian menunjukkan air baku tidak memenuhi standar baku mutu air baku kelas I, sebagai solusi dalam peningkatan kinerja bangunan prasedimentasi digunakan biofilter Batu pecah, Crossflow, dan Bio-Ball. Hasil uji statsistik menunjukkan waktu tinggal hidrolisis efektif adalah 87 jam dengan efisiensi penurunan zat organik pada biofilter batu pecah BOD 86,44%, COD 81,72%, TSS 45,00%, biofilter crossflow BOD 94,99%, COD 92,67%, TSS 45,00%, dan biofilter bio-ball BOD 93,48%, COD 91,20%, TSS 45,00%. Pada waktu tinggal hidrolisis 87 jam kemampuan penurunan BOD, COD, dan TSS, yang terbaik adalah biofilter Crossflow, dengan nilai subset BOD 94,9900, COD 92,6700, dan TSS 45,000
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU SALURAN DRAINASE BATU KALI DENGAN BETON READYMIX DAN BETON PRACETAK PADA RUAS JALAN BOYOLANGU – CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG Saddam Al Akbar Al Satria; Kustamar; Lies Kurniawati Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i2.3178

Abstract

Ruas Jalan Boyolangu - Campurdarat merupakan jalur utama menuju ke destinasi kawasan wisata di pesisir selatan kabupaten tulungagung, jalur ini saat musim hujan sering terjadi banjir dikarenakan saluran drainase tidak mampu menampung air hujan sehingga mengakibatkan air meluap dan menggenangi jalan. Selain itu kendaraan yang melintas memperlambat lajunya yang menimbulkan kepadatan bahkan kemacetan lalu lintas, yang harus segera ditangani dengan normalisasi saluran atau pembuatan saluran drainase baru. Metode alternatif jenis material pembuatan saluran drainase dibutuhkan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan dan meminimalkan jumlah tenaga kerja. Salah satu jenis material pembuatan saluran drainase adalah dari beton readymix dan beton pracetak U-ditch. Perbedaan jenis material pembuat saluran ini dengan konvensional adalah pembuatanya dilakukan secara pabrikasi, yang pelaksanaanya di lokasi pekerjaan tinggal dipasang dan tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas yang berkepanjangan. Berdasarkan hasil perhitungan saluran drainase dengan panjang 7.750 meter dengan jumlah tenaga kerja 200 orang/hari didapatkan biaya saluran drainase dengan batu kali Rp. 17.242.200.000,- dengan waktu pelaksanaan 393,78 hari, saluran drainase dengan beton readymix Rp. 20.896.325.000,- dengan waktu pelaksanaan 305,72 hari, saluran drainase dengan precast u-ditch Rp. 41.546.200.000,- dengan waktu pelaksanaan 164,6 hari.
OPTIMASI KOMPOSISI TIPE RUMAH DENGAN PROGRAM QM (Quantitative Analysis for Management) UNTUK MENENTUKAN STUDI KELAYAKAN PERUMAHAN KITANARA REGENCY JOMBANG Sudarso; Kustamar; Lies Kurniawati Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i2.3179

Abstract

Dengan pertumbuhan jumlah penduduk Jombang yang tinggi maka akan menyebabkan meningkatnya permintaan akan rumah tempat tinggal. Perumahan Kitanara regency yang terletak di jalan Raya Seruni Pulo Lor Desa pulo Jombang menawarkan hunian sebanyak 61 unit rumah yang mana rumahnya terdiri dari 19 buah rumah tipe A, 31 buah rumah tipe C dan 11 buah rumah tipe C. Kelayakan dari perumahan Kitanara Regency menyatakan NPV sebesar Rp 6.155.903.283, BCR sebesar 1,94. dan IRR sebesar 17%. Dengan adanya evaluasi akan dipergunakan untuk mengetahui komposisi bangunan rumah pada proyek pembangunan perumahan Kitanara regency apa sudah optimal seiring dengan permintaan pasar saat ini. Di evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu aspek optimasi dengan metode simpleks, aspek pasar dengan metode deskriptif kualitatif, aspek teknis dengan metode deskriptif kualitatif dan aspek finansial dengan metode estimasi. Di evaluasi ini dipergunakan parameter parameter kelayakan seperti Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Internal Rate of Return (IRR). Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimal rumah untuk tipe A, tipe B dan tipe C masing masing berjumlah 16 ; 33 dan 12 buah. Dari analisis finansial berdasarkan komposisi rumah tersebut menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 7.613.270.783 > NPV existing, Nilai Benefit Cost Ratio 1,94 (BCR) >1,65 BCR existing dan Nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 17 = IRR existing.
Resapan Dengan Koefisien Permeabilitas Batuan Desain Sumur Lapisan Bawah Lies Kurniawati Wulandari; Kustamar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3628

Abstract

Banjir masih menjadi salah satu bencana yang menjadi perhatian, karena memiliki daya rusak yang cukup mengganggu, bahkan menimbulkan kerugian dan membahayakan keselamatan. Mayoritas banjir di dominasi oleh air yang merupakan akumulasi dari air limpasan permukaan, sehingga untuk mengendalikannya harus difokuskan pada upaya bagaimana memaksimalkan resapan air hujan ke dalam tanah. Mayoritas pemilik lahan pada daeran tangkapan hujan yang pada umumnya disebut daerah aliran sungai (DAS) adalah masyarakat. Oleh karenanya, dalam upaya pengendaliannya harus melibatkan masyarakat. Konstruksi sederhana yang cukup efektif digunakan adalah sumur resapan, karena memiliki kapasitas yang cukup besar akan tetapi mudah dibuat oleh masyarakat, dengan resiko yang relative kecil. Namun demikian dari tinjuan system drainase, penggunaan sumur resapan memerlukan biaya yang lebih besar dibandingjkan dengan pembuatan saluran drainase untuk mengalirkan hujan ke sungai. Oleh karenanya diperlukan upaya optimasi desain untuk mendapatkan biaya yang paling murah. Desain akan tepat jika digunakan data yang akurat, oleh karenanya dilakukan pengujian koefisien permeabilitas batuan bawah permukaan.