Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter anak di lingkungan keluarga melalui pendekatan studi literatur. Kajian dilakukan terhadap sumber-sumber ilmiah nasional yang relevan dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai agen utama internalisasi nilai-nilai Islam, terutama kejujuran (ṣidq), amanah, kasih sayang (raḥmah), disiplin, dan tanggung jawab, yang ditanamkan secara efektif melalui keteladanan orang tua (uswah hasanah), pembiasaan ibadah, serta komunikasi spiritual yang konsisten. Temuan juga mengungkap bahwa tantangan era digital menuntut pola pengasuhan Islami yang adaptif, khususnya melalui integrasi literasi digital berbasis nilai moral dan pengawasan edukatif terhadap media digital anak. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada sintesis konseptual yang menegaskan keterkaitan antara pendidikan karakter Islami tradisional dan kebutuhan pengasuhan keluarga Muslim di era modern, yang selama ini masih dibahas secara terpisah dalam kajian-kajian sebelumnya. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat posisi keluarga sebagai madrasah pertama yang tidak hanya religius secara normatif, tetapi juga relevan secara kontekstual dalam membentuk karakter anak berakhlak mulia dan berintegritas. This This study aims to analyze the strategic role of Islamic values in shaping children’s character within the family environment through a literature review approach. The review examines relevant national scholarly sources published between 2020 and 2025. The findings indicate that the family functions as the primary agent for the internalization of Islamic values, particularly honesty (ṣidq), trustworthiness (amānah), compassion (raḥmah), discipline, and responsibility, which are most effectively instilled through parental role modeling (uswah ḥasanah), habituation of religious practices, and consistent spiritual communication. The study also reveals that the challenges of the digital era necessitate adaptive Islamic parenting models, especially through the integration of value-based digital literacy and educational supervision of children’s media use. The main contribution of this study lies in its conceptual synthesis that bridges traditional Islamic character education with the contemporary realities of Muslim family life, an area that has largely been addressed in a fragmented manner in previous studies. Thus, this research reinforces the position of the family as the first madrasah, not only normatively religious but also contextually relevant in fostering children’s moral integrity and character in modern society.