Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Technological Mushroom Cultivation as a Means of Food Security In Supporting Natural Disaster Resilience Kosim; Hakim, Aliefman; Muhajirah; Saputra, Heri Hadi; Niseng, Zakee; Janati; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu; Note, Hafsiahnor Pua
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December: In Progress
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1402

Abstract

West Nusa Tenggara is a region prone to natural disasters, requiring strategies to strengthen food security as part of efforts to build community resilience. One potential alternative is mushroom cultivation based on simple technology. This community service activity aims to introduce and implement a technologically advanced mushroom cultivation model to support food security and disaster resilience in Sembalun Bumbung Village, East Lombok. The method used was participatory training with a learning-by-doing approach, involving the local community in all stages of mushroom cultivation, from media preparation and sensor-based environmental control to harvesting and post-harvest. The results of the activity showed that most participants initially lacked knowledge of mushroom cultivation, but after the training, there was an increase in interest and understanding of the economic and consumption benefits of mushroom cultivation. The implementation of mushroom houses with technology to monitor temperature, humidity, lighting, and biogas utilization was deemed effective and easily adopted by the community. Technologically advanced mushroom cultivation has the potential to become an adaptive and sustainable local food source, thus supporting food security and community resilience in the face of natural disasters.
Kualitas Pascapanen Tomat pada Penyimpanan Dingin dan Beku Rahmawati, Rahmi; Mardika, Kori Rahma; Janati; Aulia, Adinda Fatin; Ramdhan, Mohamad; Aufar, Muhammad Raznan
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyimpanan dingin (chiller) dan beku (freezer) serta pengemasan terhadap kualitas tomat sebagai salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomis tinggi. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan faktorial dua arah tanpa ulangan, dengan faktor jenis kemasan (plastik PE dan kertas koran) serta suhu penyimpanan (0 °C dan 8-10 °C). Parameter mutu yang diamati meliputi warna, tekstur, kekerasan, dan susut bobot tomat selama 7 hari penyimpanan. Dalam hal ini, kekerasan diamati sebagai parameter mekanis spesifik (force to penetrate/compress), sedangkan tekstur mencakup karakteristik sensori yang lebih luas seperti kekenyalan dan integritas jaringan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyimpanan beku cenderung lebih efektif dalam mempertahankan kekerasan tomat dibandingkan penyimpanan dingin, meskipun berpotensi menyebabkan perubahan warna yang lebih drastis akibat kerusakan membran sel. Parameter tekstur secara umum juga lebih stabil pada kondisi beku, namun perubahan struktur jaringan setelah thawing tetap perlu diperhatikan. Sementara itu, susut bobot lebih besar terjadi pada penyimpanan chiller, terutama pada kemasan plastik PE, yang disebabkan oleh laju transpirasi dan penguapan air yang lebih tinggi. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa suhu penyimpanan memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter kekerasan (p < 0.05), namun tidak signifikan terhadap susut bobot maupun tekstur. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan metode dan kondisi penyimpanan yang tepat—termasuk suhu dan jenis bahan pengemas—sangat penting untuk mempertahankan mutu tomat selama penyimpanan pascapanen. Untuk mempertahankan mutu fisik tomat selama penyimpanan pascapanen, disarankan menggunakan metode penyimpanan beku (freezer) yang dikombinasikan dengan kemasan berbahan kertas koran. Kombinasi ini terbukti lebih efektif dalam menjaga kekerasan dan tekstur tomat hingga 7 hari, sekaligus meminimalkan susut bobot dibandingkan penyimpanan dingin (chiller) dengan plastik PE. Namun, perlu diperhatikan potensi perubahan warna akibat kerusakan pigmen selama proses pembekuan dan pencairan, sehingga produk sebaiknya segera dikonsumsi setelah thawing untuk menghindari penurunan kualitas visual.